Santri Ponpes Yadul Ulya Diingatkan Jangan Terjebak Pujian

0
75 views
Jangan Terjebak Pujian.

Garut News ( Ahad, 27/01 – 2019 ).

Jangan Terjebak Pujian.

Para santri pada Ponpes Modern Digital Yadul Ulya Kampung Panawuan di Kelurahan Sukajaya Kecamatan Tarogong Kidul Garut, Jawa Barat, diingatkan agar jangan sekalipun terjebak pujian.

Melainkan hendaknya harus senantiasa ‘bertafakur’ bahwa segala puja dan puji hanya kepada Allah SWT.

Serius Menyimak Pengajian Malam Minggu.

“Lantaran adanya pujian kepada setiap individu manusia, boleh jadi karena yang memujinya tak mengetahui aib yang dimiliki manusia yang dipujinya, atau Allah SWT masih menutupi aibnya,” ungkap Ust. Dadan Suryana.

Kabid Hisbah DPW FPI Garut tersebut, mengingatkan hal itu dalam rangkaian membedah salah satu kajian Ilmu Tasawwuf, Sabtu (26/01-2019) malam.

Utd. Dadan Suryana.

Dikemukakan pula, dalam upaya guna mendapatkan rahmat Allah SWT. Selain memerlukan perjuangan untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Nya, juga tak mustahil mengalami jatuh bangun dalam kubangan kemaksiatan.

Namun janganlah berputus asa, tetapi tetap optimis bisa segera kembali bangun menempuh jalan yang lurus menuju Allah SWT, meski bukanlah berarti Allah SWT jauh dari kita.

Antara Lain Dihadiri Ema – Ema.

Karena itu kembali diingatkan, kita bisa menunaikan ibadah jangan lantas gencar menuntut imbalan. Sebab bisanya kita merasa nikmat melaksanakan ibadah itu lantaran adanya lindungan serta pertolongan Allah SWT, imbuh Ust. Dadan Suryana, antara lain menyerukan pula.

Pimpinan Ponpes Modern Yadul Ulya, M. Angga Tirta katakan, “Lembaga pendidikan keagamaan ini, merupakan Pondok Tahfiz dan Digital”.

Agenda Pengajian Setiap Malam Minggu.

Berprogram utama terdiri Hapal Al Qur’an, kemudian pelatihan teknologi informasi melalui pembekalan keterampilan bisnis online.

M. Angga Tirta juga mewakili Komunitas wirausaha “Tangan Di Atas” (TDA) kabupaten setempat katakan, Ponpes Tahfiz Qur’an itu, diperuntukan utamanya bagi anak yatim, dan dhuafa.

Sebelumnya Ust. Dadan Suryana detail mempresentasikan bahasan Tasawwuf (bahasa Arab: تصوف , ), sebagai ilmu untuk mengetahui upaya menyucikan jiwa, menjernihan akhlaq, membangun dhahir dan batin, serta guna memeroleh kebahagian abadi.

Sebagai sebuah konsep dalam Islam, juga didefinisikan para ahli sebagai bagian batin, dimensi mistis Islam.

Syari’at dalam perspektif tasawuf bisa digambarkan dalam bagan Empat Tingkatan Spiritual Umum dalam Islam, terdiri syariat, tariqah atau tarekat, hakikat.

Tingkatan keempat, ma’rifat, yang ‘tak terlihat’, sebenarnya adalah inti dari wilayah hakikat, sebagai esensi dari keempat tingkatan spiritual ini.

Dikemukakan pula mengenai makna dan manfaat mengucapkan Basmallah, serta sekilas diungkapkan makna ungkapan Alhamdullillah.

********

Pelbagai Sumber/Esay – Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here