Sangat Sulit Mengusir Potret Kemiskinan Penduduk Garut

“Terpaksa Mendirikan Pondok atawa Gubuk, Pada Bibir Tebing Pinggiran Hutan Rawan Tergerus Bencana Longsor”

Garut News ( Selasa, 08/04 – 2014 ).

Lantaran Terhimpit Kemiskinan, Terpaksa Mendirikan Pondok Pada Bibir Tebing Pinggiran Hutan Rawan Tergerus Bencana Longsor, di Kampung Panunggangan, Sukabakti, Tarogong Kidul, Garut, Jawa Barat.
Lantaran Terhimpit Kemiskinan, Terpaksa Mendirikan Pondok Pada Bibir Tebing Pinggiran Hutan Rawan Tergerus Bencana Longsor, di Kampung Panunggangan, Sukabakti, Tarogong Kidul, Garut, Jawa Barat.

Lantaran Terhimpit Kemiskinan, Perempuan Paruh Baya Ini, Terpaksa Mendirikan Pondok Pada Bibir Tebing Pinggiran Hutan Rawan Tergerus Bencana Longsor, di Kampung Panunggangan, Sukabakti, Tarogong Kidul, Garut, Jawa Barat

Permasalahan Kabupaten Garut masih belum terpecahkan, masih tingginya tingkat kemiskinan dan pengangguran.

Sehingga, sangat sulit mengusir potret kondisi miris, bahkan sangat menyentuh hati nurani kemanusiaan tersebut.

Jumlah penduduk miskin di kabupaten ini, sekurangnya mencapai 314.600 jiwa atawa 12,66 % dari jumlah penduduk.

Diperparah ketersediaan infrastruktur masih rendah.

Hanya Berprofesi Penjual Nasi Bungkus di Seputar Alun-Alun Garut.
Hanya Berprofesi Penjual Nasi Bungkus di Seputar Alun-Alun Garut.

Lantaran dari lintasan ruas badan jalan sepanjang 294,31 km, atawa 35,51 % di antaranya rusak berat, mendesak segera kudu menjadi perhatian utama saat ini.

Juga tingkat kerusakan saluran irigasi; cakupan pelayanan air minum perkotaan, serta pelayanan persampahan perkotaan.

Malahan paling menjadi sorotan utama saat ini, belum optimalnya kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah memberikan pelayanan publik.

Pelaksanaan reformasi birokrasi pun, belum berjalan sesuai tuntutan masyarakat.

Sepulang Berjualan Nasi, Pulang Menaiki Sepeda Motor Ojek.
Sepulang Berjualan Nasi, Pulang Menaiki Sepeda Motor Ojek.

Menyusul, terdapatnya beberapa kondisi faktual sampai saat ini perlu mendapatkan perhatian.

Permasalahan tersebut di antaranya, masih rendahnya pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

IPM Kabupaten Garut 2012, masih terpaut 1.07 poin dari IPM Jawa Barat sebesar 73,19 point, dan terpaut 1,17 point IPM Nasional.

Permasalahan kedua, masih rendahnya aksesibilitas dan pelayanan bidang pendidikan, dan kesehatan.

Tingginya tingkat kerusakan berat ruang sekolah, dan tingkat ketersedian sarana pendidikan serta tenaga pendidik masih terbatas.

Pondok Atawa Gubuk Terpaksa Ditempatinya, Terisolir dan Sangat Gelap Gulita di Malam Hari.
Pondok Atawa Gubuk Terpaksa Ditempatinya, Terisolir dan Sangat Gelap Gulita di Malam Hari.

Terdapat sebanyak Ruang Sekolah Dasar (SD) 28,59 % rusak berat, SMP mencapai angka 3,86 %, SMA 10,66 %, serta SMK sebanyak 8,53 %.

Terkait aksesibilitas dan pelayanan pendidikan, tingkat ketersediaan sarana pendidikan dan tenaga pendidik masih terbatas.

Di bidang kesehatan, tingkat ketersediaan Puskesmas masih kurang.

Rasio jumlah sarana dan prasarana kesehatan per seribu penduduk baru mencapai 0,16 %, sedangkan rata-rata kabupaten secara Nasional mencapai angka 0,48.

Ketersedian tenaga kesehatan masih kurang.

Rumah Terancam Gerusan Longsor di Kampung Panunggangan Desa Sukabakti, Kecamatan Tarogong Kidul, Garut, Jabar.
Rumah Terancam Gerusan Longsor di Kampung Panunggangan Desa Sukabakti, Kecamatan Tarogong Kidul, Garut, Jabar.

“Lantaran Terhimpit Kemiskinan, Perempuan Paruh Baya, Terpaksa Mendirikan Pondok Pada Bibir Tebing Pinggiran Hutan Rawan Tergerus Bencana Longsor, di Kampung Panunggangan, Sukabakti, Tarogong Kidul, Garut, Jawa Barat”.

 

*******

 

 

Esay/ Foto : John Doddy Hidayat, M. Fadillah.

Related posts