Penyerapan Tenaga Kerja di Garut Sangat Minim

0
162 views
Arif Rahman.

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Senin, 02/10 – 2017 ).

Arif Rahman.

Penyerapan maupun daya serap tenaga kerja di Kabupaten Garut, Jawa Barat, selama ini sangat minim. Terbukti dari 19.472 pencara kerja atau penganggur yang resmi tercatat sejak Januari hingga akhir September 2017, yang bisa terserap lapangan pekerjaan hanya 1.966 tenaga kerja termasuk 27 penyandang disabilitas.

Mereka itu, 242 pekerja di antaranya didominasi lulusan “Sekolah Dasar” (SD) bekerja di luar negeri sebagai penata laksana rumah tangga, serta lulusan SMP dan SMA di Korea Selatan sebagai pekerja pada bidang manufaktur.

Kepala Seksi Penempatan Kerja pada “Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi” (Disnakertrans) kabupaten setempat Arif Rahman katakan, keseluruhan para pencari kerja tersebut, terdiri lulusan SD, SMP, SMA/SMK, Diploma, dan S1.

Lowongan Kerja di Garut

Sehingga terdapat pula pencari kerja yang merencanakan bakal mengikuti seleksi CPNS/ calon “Aparatur Sipil Negara” (ASN), serta berkeinginan bekerja di pabrik-pabrik, ungkapnya kepada Garut News di ruang kerjanya, Senin (01/10-2017).

Masih terdapatnya 17.406 pencari kerja yang masih belum mendapatkan pekerjaan ini, ada kemungkinan telah bekerja namun tak melaporkannya ke Disnakertrans, atau mereka bekerja pada sektor non formal antara lain sebagai pedagang, dan menekuni profesi lainnya.

Bahkan hingga akhir September 2017 ini, terdapat 528 pencari kerja termasuk penyandang disabilitas yang telah, dan sedang menjalani pelatihan ragam keterampilan pada “Balai Latihan Kerja” (BLK) Kabupaten Garut, katanya.

Para Pencari Kerja.

Dijelaskan Arif Rahman, selama periode sama tahun sebelumnya (2016) terdapat 17.707 pencari kerja, yang hingga akhir Desember 2016 terserap 2.550 tenaga kerja.

Namun dari 15.157 pencari kerja yang belum terserap lapangan kerja selama 2016 silam tersebut, bukan berarti mereka menjadi pencari kerja pada 2017 ini.

“Bisa saja banyak yang berhasil mendapatkan pekerjaan, namun tak melaporkannya ke Disnakertrans,” katanya pula.

Dikemukakan Arif Rahman, pada tahun 2017 ini pun institusinya menyelenggarakan lanjutan sosialisasi tahun sebelumnya, mengenai masalah ketenagakerjaan pada lima wilayah kecamatan, serta empat sekolah.

Antara lain dimaksudkan, agar para pencari kerja bisa menempuh prosedural yang benar sesuai ketentuan, terutama jika berkeinginan hendak bekerja di luar negeri, imbuhnya.

 

**********