Sangat Mencemaskan Positif Covid-19 Garut Terus Bertambah

0
15 views
Wakil Bupati Garut.
Seorang Operator Concern Infut Data di Comand Center Garut, Sabtu (13/06-2020).

“Bertambah Empat Kasus Baru”

Garut News ( Sabtu, 13/06 – 2020 ).

Banyak kalangan kian mencemaskan positif Covid-19 di Kabupaten Garut terus-menerus bertambah, termasuk pada hari kesembilan penerapan new normal bertahap di kabupaten ini, Sabtu (13/06-2020), bertambah empat kasus baru.

Sehingga terkait wabah predator tersebut, dari sehari sebelumnya 4.410 menjadi 4.414 kasus termasuk bertambahnya dua positif dari 23 menjadi 25 kasus (12 masih dalam perawatan, 10 sembuh, serta tiga di antaranya meninggal).

Data Hari Ini.

Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten setempat, Sabtu (13/06-2020) Pukul 17.00 WIB, menunjukan penambahan empat kasus baru itu terdiri tiga ODP dari semula 2.666 menjadi 2.669 kasus (229 masih pemantauan, 10 dalam perawatan, 2.430 selesai pemantauan, serta 14 di antaranya meninggal dunia.

Serta bertambahnya satu PDP yang menjadi 75 kasus (dua kasus masih dirawat dan diisolasi, 73 sudah dipulangkan, dan 15 di antaranya meninggal dunia). Sedangkan 1.645 OTG (905 masih observasi, 740 selesai observasi, tanpa kematian).

“Dikhawatirkan Wabup”

Resume Data.

Wakil Bupati dr H. Helmi Budiman pun katakan, khawatir jumlah kasus positif pandemi global di kabupatennya bakal terus bertambah. Jika protokol kesehatan diabaikan masyarakat.

“Sangatlah berbahaya apabila masyarakat mengabaikan protokol medis. Bisa-bisa semakin terus bertambah, bahkan juga dapat muncul kluster baru,” ungkapnya.

Maka upaya pencegahan sekaligus mewaspadai kemunculan klaster baru, pihaknya segera melakukan pemeriksaan pada kelompok rentan tertular seperti pasar dan tempat keramaian lainnya.

Sekarang pun, dengan terus bertambahnya konfirmasi positif COVID-19 menyebabkan status kabupaten Garut melorot dari semula biru menjadi berstatus zona kuning.

“Turun ke zona kuning sebab munculnya klaster baru sebaran virus, malahan menjadi satu-satunya wilayah di zona Biru menjadi turun ke zona kuning. Sehingga harus benar-benar diwaspadai, dan menjadi perhatian semua kalangan,” imbuh Helmi Budiman.

Juga sebagai Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengemukakan, Jum’at (13/6/2020), bertambah dua terkonfirmasi positif asal kecamatan Kadungora dan Leuwigoong.

Penemuan kasus di Kadungora (KC-24) merupakan kelanjutan kasus sebelumnya yakni (KC-19). KC-24 isteri KC-19, dan KC-24 tertular dari KC-19 atau suaminya.

Disusul KC-25 asal Kecamatan leuwigoong, terpapar saat di daerah Jakarta. Sebelumnya, menjalani pemeriksaan di Jakarta namun sebelum hasil pemeriksaannya keluar, pulang ke Garut, katanya.

Mencegah penyebaran di wilayah terdampak, Pemkab memberlakukan pembatasan sosial berskala mikro (PSBM) sekitar tempat tinggal pasien terkonfirmasi positif.

Pada wilayah Kadungora, PSBM setidaknya dilakukan terhadap warga di kawasan gang menuju rumah KC-24 mencapai 80 kepala keluraga.

Dikatakan, segera melakukan tracing dan tracking karena ditemukannya dua kasus baru terkonfirmasi positif COVID-19. Tracing dan tracking dimulai, Sabtu 13 Juni 2020.

Masyarakat pun diserukan agar senantiasa memerhatikan dan melaksanakan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan.

Kendati Garut menjadi zona kuning, tetapi aktivitas masyarakat masih berjalan seperti biasa, dan Objek wisata pun tetap akan dibuka sesuai rencana. Perubahan status dari zona biru ke kuning akibat penambahan kasus positif Covid-19, katanya pula.

******

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here