Sanes “Cag” Atuh Brow…..

Garut News ( Rabu, 05/03 – 2014 ).

Model Rumah Dikemas Pada Desa Wisata Kecamatan Samarang. (Foto: John Doddy Hidayat).
Model Rumah Dikemas Pada Desa Wisata Kecamatan Samarang. (Foto: John Doddy Hidayat).
Banyak pejabat duduk di panggung kehormatan saling pandang berkening kerut ketika Bupati Garut Rudy Gunawan mengakhiri pidato pembukaan helatan puncak peringatan hari jadi ke-201 Garut, Selasa (04/03-2014).

Lantaran, Rudy menyebutkan kata ‘cag’ sebagai penutup pidato sambutan berbahasa Sunda, sekaligus menandai dimulainya helaran budaya tersebut.

Padahal kata ‘cag’ merupakan pengantar menyimpan atawa menunda sesuatu garapan.

Produk Pertanian Tanaman Pangan yang Diusung Pada Devile Hari Jadi Garut 2014. (Foto: John Doddy Hidayat).
Produk Pertanian Tanaman Pangan yang Diusung Pada Devile Hari Jadi Garut 2014. (Foto: John Doddy Hidayat).
“Saya juga kaget mendengarnya. Itu kan artinya menunda. Padahal maksudnya silakan mulai. Mestinya jangan ‘cag’, tetapi misalnya ‘bral’, atawa ‘mangga,” ungkap Tubagus Maulana Yusuf(47), penduduk Situjaya Karangpawitan.

Rudy katakan pelbagai kegiatan hiburan, dan atraksi budaya hari itu digelar sebagai tontotan menghibur masyarakat Garut sebagai rangkaian dari kegiatan Hari Jadi ke-201 Garut.

Diharapkan tahun ini dimulainya kebangkitan Garut menjadi lebih baik, dan terlepas dari status daerah tertinggal di Jawa Barat, katanya.

Beragam Jenis Sayuran Juga Berdevile. (Foto: John Doddy Hidayat).
Beragam Jenis Sayuran Juga Berdevile. (Foto: John Doddy Hidayat).
Terlepas adanya insiden kecil tersebut, Gebyar Budaya berlangsung cukup meriah kendati sebagian besar masyarakat lainnya tak mengetahui terdapat kegiatan tersebut.

Ribuan masyarakat tumplek pada sepanjang ruas jalan dilalui peserta Gebyar Budaya.

Bersamaan Gebyar Budaya, pada hari itu pun digelar pembukaan Pameran Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) kabupaten setempat, Mlenik Maumeriadi menyatakan, helaran kesenian itu diikuti pula sebanyak 30 kesenian unggulan tradisional Garut, dan dari lima kabupaten/kota di Jabar, serta dari tujuh provinsi di Indonesia.

Jeep Wilis Ini Pun Asyik Dibawa Berdevile. (Foto: John Doddy Hidayat).
Jeep Wilis Ini Pun Asyik Dibawa Berdevile. (Foto: John Doddy Hidayat).
Seperti tahun sebelumnya, acara itu pun ditampilkan Deville Batik Garutan diikuti seluruh SKPD di lingkungan Pemkab/Setda Garut, kecamatan, BUMN, BUMD, dan marching band beberapa sekolah.

“Kelihatannya sih meriah, sebab pesertanya cukup banyak. Namun secara umum, cenderung monoton. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya,” kata Herdiana(48), penduduk Kelurahan Lebak Agung Karangpawitan.

*****
Noel, JDH.

Related posts