Sambaran Petir Telan Korban Jiwa Pemain Voli

0
28 views
Ilustrasi. Berteduh.

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Sabtu, 08/04 – 2017 ).

Ilustrasi. Berteduh.
Ilustrasi. Berteduh.

Terdapat seorang pemain voli meninggal dunia, juga setidaknya sepuluh pemain lain terluka lantaran petir menyambar tempat mereka berteduh pada pinggiran podium lapangan bola voli Ancol di Kampung Cihaur RT 02/09 Desa Lebak Agung Karangpawitan, Sabtu (08/04-2017) sekitar pukul 14.30 WIB.

Rega (21), korban meninggal dunia penduduk Kampung Ciliwung Desa Pasirhuni Cigalontang Kabupaten Tasikmalaya. Dia mengalami luka bakar pada bagian paha kanan, dan punggung.

Sedangkan korban luka, empat orang di antaranya dirawat di masing-masing rumah tinggalnya, dan lainnya dirawat di RS Nurhayati, di RS TNI Guntur, dan RSU dr Slamet Garut.

Berdasar keterangan dari lapangan menyebutkan, peristiwa tersebut berawal saat para pemain bola voli bersama masing-masing ofisialnya hendak bertanding pada turnamen memeringati Hari Jadi Garut 2017 di Kampung Cihaur.

Namun hujan lebat disertai petir menyambar-nyambar, mereka berteduh di podium pinggir lapangan.

Mendadak-sontak petir menyambar ke arah podium, dan mengenai sejumlah pemain, Seorang di antaranya kemudian diketahui meninggal dunia, dan sedikitnya sepuluh lainnya mengalami luka bakar.

Mereka lukanya cukup parah dilarikan ke rumah sakit. Diduga salah seorang di antara pemain sedang berteduh di podium pinggir lapang voli itu memakai telepon genggam. Sehingga kilatan petir mengarah pada mereka.

“Saya juga rasanya tak percaya. Kejadiannya tepat di depan saya. Podium hancur, dan orang-orang pun terjengkang. Namun alhamdulillah, dari semua pemain yang ada, hanya saya yang selamat,” ungkap Apuy (21) pemain warga Kelurahan Pataruman Tarogong Kidul yang luput dari sambaran petir itu.

Mereka mengalami luka namun lolos dari maut antara lain Apipudin (21) warga Kampung Bojong Lampegan RT 03/15 Kelurahan Cimuncang Garut Kota, Iyan Suryadin (22), Barnas Somantri (52), Taofik Hidayat (18), Titin (32), dan Tono (22).

Camat Karangpawitan Rena Sudrajat mengakui kejadian memilukan menimpa sejumlah pemain bola voli di Kelurahan Lebak Agung ini. Dia berharap masyarakat berhati-hati dan waspada menyikapi cuaca sekarang sering hujan lebat disertai petir, diharapkan kejadian serupa tak terulang.

*********

(NZ, Jdh).