Sabu 1,7 kg Selundupan TKI Dimusnahkan

by

Jakarta, Garut News ( Jum’at, 29/11 ).

Kepala Seksi Pencegahan BNNK Garut, Syam Sumaryana, SH, MH Berdialog dengan Kalangan Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Hukum, Mengenai P4GN. (Foto : John).
Ilustrasi, Kepala Seksi Pencegahan BNNK Garut, Syam Sumaryana, SH, MH Berdialog dengan Kalangan Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Hukum, Mengenai P4GN. (Foto : John).

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY memusnahkan sabu seberat 1.787,5 gram, Kamis (28/11), di halaman kantor BNNP DIY.

Barang bukti tersebut, diperoleh dari pengungkapan kasus seorang TKI asal Madura menyelundupkan sabu dari Malaysia ke Indonesia pada 8 November 2013 lalu.

Pengungkapan ini, berawal dari kecurigaan petugas Bea dan Cukai Bandara Adisucipto Yogyakarta terhadap seorang penumpang baru turun dari Malaysia menggunakan pesawat Air Asia.

Setelah dilakukan pemeriksaan, AF kedapatan membawa narkotika jenis sabu seberat 1.797,5 gram disembunyikan dalam tas.

Pengembangan kasus selanjutnya dilakukan tim BNNP DIY, menyelidiki lebih dalam tentang kasus ini.

Berdasar keterangan AF, dirinya dititipi sebuah tas oleh seseorang di Malaysia.

Kepada petugas, AF juga mengaku sering dititipi tas saat pulang kampung ke Madura oleh beberapa teman lainnya.

Namun, selama ini ia tak pernah curiga apa yang ada di dalam tas itu.

AF seorang pria lulusan sekolah dasar, dan bekerja tukang bangunan di Malaysia berupah 650 ringgit per hari.

Sedangkan upah ia terima membawa tas ini sebesar 200 ringgit.

AF transit di Yogya lantaran alasan ingin menghemat biaya perjalanan sebelum melanjutkan ke Madura.

AF kini mendekam di penjara, terpisah dari seorang istri juga TKW di Malaysia sebagai cleaning service, serta terpisah dari dua anaknya yang masih kecil.

Pemusnahan barang bukti dihadiri perwakilan dari Kejaksaan, Kemenkes, Balai POM, Polda DIY, Kemenkumhan, Bea Cukai dan LSM, serta para awak media.

Demikian dikemukakan Kepala Bagian Humas dan Dokumentasi BNN, Kombes Sumirat Dwiyanto dari Jakarta kepada Garut News, Jum’at.

***** John.