Rutilahu Bantuan Gubernur Jabar Wujudkan Kilau Generasi Berkualitas

0
110 views
Siap Huni.
Rumah Nurhayati, Pacarehabilitasi.

“Pengakuan Penerima Manfaat Bansos 1.080 RTLH” 

Garut News ( Ahad, 24/11 – 2019 )

Realisasi program ‘Bantuan Sosial’ (Bansos) 1.080 unit  ‘Rumah Tidak Layak Huni’ (RTLH/Rutilahu) Gubernur Provinsi Jawa Barat 2019 di Kabupaten Garut. Bisa mewujudkan kilau generasi berkualitas bernilai adi luhung dalam bersosialisasi bagi penerima manfaatnya, pada norma dan adat kebiasaan berkearifan lokal masyarakat.

Lantaran rumah juga tak hanya berfungsi melindungi penghuninya dari pengaruh alam sekitarnya atau sekedar wahana beristirahat pascaberaktifitas, melainkan juga bermakna sebagai miniatur kehidupan sebuah bangsa bernegara.

Rumah Dasih Pascarehabilitasi.

“Kami penerima manfaat menyampaikan terimakasih kepada Bapak Gubernur Jabar khususnya, juga seluruh pihak terkait umumnya yang terlibat dalam program ini,” demikian dikemukakan masyarakat termasuk Jajang (65).

Ungkapan senada disampaikan pula Koordinator Fasilitator Kabupaten 1, Ganjar Jojon Johari, ST.MT bahkan menurutnya selama penyelenggaraan program berjalan pun dibantu Babinkantibmas (unsur kepolisian), dan Babinsa ( Unsur TNI) setempat.

Dikemukakan Ganjar Jojon Johari, Ahad (24/11-2019), program 1.080 unit RTH itu beralokasi dana Rp17,5 juta setiap unitnya, masing-masing terdiri Rp16,5 juta diperuntukan bahan bangunan, kemudian Rp700 ribu upah tenaga kerja, serta Rp300 ribu dialokasikan biaya operasional (BOP) LPM/BKM.

Rumah Ahdan Pascarehabilitasi.

Sedangkan sasaran programnya ‘Masyarakat Berpenghasilan Rendah’ ( MBR ), ditunjang partisipasi swadaya berupa sumbangsih tenaga kerja  maupun bahan bangunan, serta bentuk swadaya lainnya.

Hingga kini berkisar 75-80 persen progres dari total keseluruhan telah tuntas secara fungsional diselesaikan, sedangkan finishingnya berupa sentuhan tata perwajahan rumah dengan sparasi warna yang serasi, ramah lingkungan, serta berestetika.

Rumah Elis Permatasari Pascarehabilitasi.

Karena itu, keberhasilan pelaksanaan program RTLH Bansos Gubernur Jabar di Kabupaten Garut, di antaranya bisa ditelisik dari type bangunan direhabilitasi, semula bangunan panggung berkondisi tidak layak huni.

Namun setelah direhab umumnya menjadi bangunan bertype permanen layak huni, dapat pula dikaji dari alokasi bantuan digulirkan ke kabupaten Garut setiap tahunnya kian mengalami peningkatan.

Rumah Nurhayati Sebelum Rehabilitasi.

Meski demikian keberhasilan ini, dipastikan tak lepas dari peran Tim Teknis Provinsi, Tim Teknis Kabupaten, Konsultan Manajemen Wilayah IV, Koordinator Fasilitator, Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL), dan LPM sebagai ujung tombak di lapangan.

“Sejak awal pelaksanaan program hingga selesai berlangsung tranfaransi,” imbuh Ganjar Jojon Johari.

Rumah Dasih Sebelum Direhabilitasi.

Berikut antara lain kondisi rumah penerima manfaat Nurhayati di Kampung Margaluyu RT.03/03 Desa/Kecamatan Caringin Garut ketika sebelum dan sesudah direhabilitasi.

Kemudian penerima manfaat Dasih warga Kampung Rengesan RT.02/05 Desa/Kecamatan Caringin.

Rumah Ahdan Sebelum Direhabilitasi.

Serta sasaran program Ahdan penduduk Kampung Pesantren RT.01/03 juga di Desa/Kecamatan Caringin, disusul penerima manfaat Elis Permatasari di Kampung Taneuh Beureum RT.03/07 Desa/Kecamatan Caringin pula.

Rumah Elis Sebelum Direhabilitasi.

Terdapat wajah kondisi rumah penerima manfaat lainnya sebelum, dan sesudah direhabilitasi. Menjadikan mereka percaya diri sebab termotivasi dimilikinya rumah layak huni, sehingga menunjang perilaku hidup bersih, dan sehat.

Rumah Layak Huni Bisa ‘wujudkan’ Generasi Berkualitas.

Selain itu pula, rumah pun sebagai inkubator pembentukan karakter bangsa. Lantaran berawal dari rumah yang kerap menjadi tempat tumpah darah terlahirnya generasi baru, mereka mulai menapakan kaki, dibesarkan, dididik, juga berlindung di rumah.

Rehabilitasi Rutilahu di Kecamatan Karangpawitan.

“Rumah adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian, dan sarana pembinaan keluarga, sebagaimana diamanahkan Undang-Undang N0.4/1992 Tentang Perumahan dan Permukiman,” ujar Ganjar Jojon Johari, antara lain menambahkan.

*********

 

Esay : John Doddy Hidayat.

Fotografer : Ist.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here