Rumah Penduduk Garut Berkondisi Terancam Pergerakan Tanah

0
41 views
Longsor. (Ilutrasi).

Garut News (  Ahad, 11/11 – 2018 ).

Longsor. (Ilutrasi).

Terdapat dua unit rumah penduduk di Kampung Cigentur RT 03/04 Desa/Kecamatan Cisewu Garut, Jawa Barat,  menjadi terancam pergerakan tanah. Lantaran hujan deras mengguyur kawasan tersebut sejak Kamis ( 08/11 – 2018) sore.

Kedua unit rumah yang terancam, terdiri satu unit bangunan rumah permanen milik Nunuy, dan  rumah panggung milik Wahyu.

Menghindari kejadian tak diharapkan, masing-masing penghuni rumah masing – masing keluarga Wahyu, juga keluarga Nunuy pun terpaksa diungsikan ke rumah tetangga mereka dinilai masih aman, Jum’at ( 09/11 – 2018).

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Dadi Djakaria melalui staf Imat Ruhimat, pada hari sama, masih di Kecamatan Cisewu, akibat hujan terus menerus, sebuah tebing pada lintasan jalan Rancabuaya Blok Cibonteng Desa Sukajaya pun mengalami longsor.

Meski tak ada korban jiwa maupun kerusakan bangunan pada peristiwa terjadi sekitar pukul 04.00 WIB itu, namun arus lalu lintas dari Cisewu menuju Rancabuaya Caringin maupun sebaliknya menjadi tersendat.

Sebab, material longsoran tanah dan batu berukuran cukup besar pada tebing berketinggian sekitar 10 meter ini menutupi nyaris setengah badan jalan.

Arus lalu lintas masih bisa berjalan, tetapi diberlakukan buka tutup. Baik bagi kendaraan roda dua maupun roda empat.

“Hujan terus menerus, sedangkan kondisi tebing labil. Sehingga terjadi longsor,” kata Dadi.

Arus lalu lintas pada jalur berstatus jalan provinsi itu baru kembali lancar menjelang sore, setelah nyaris seharian dilakukan pembersihan material longsor oleh warga  bersama  unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan Cisewu dengan mendapatkan bantuan Dinas PUPR Provinsi Jabar.

“Alhamdulillah. Material longsor sudah dibersihkan dari badan jalan, dan arus lalu lintas pun kembali normal,” ungkap Camat Cisewu Doni Mardani.

Diingatkan, masyarakat termasuk para pengendara melintas pada jalur jalan di wilayah selatan Garut agar selalu berhati-hati, dan meningkatkan kewaspadaan karena
kondisi geografisnya terbilang rawan bencana pergerakan tanah maupun longsor.

Terlebih frekuensi hujan deras belakangan mulai meningkat, bahkan berpotensi memicu terjadinya longsor, imbuhnya.

NZ/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here