Rudy – Helmi Unggul, Penghuni RSUD Kehilangan Hak Suara

0
65 views
TPS 8 Kelurahan Sukagalih Tarogong Kidul, Pasangan Rudy - Helmi Unggul.

Garut News ( Rabu, 27/06 – 2018 ).

Penghitungan Suara di TPS 8 Kelurahan Sukagalih Tarogong Kidul, Pasangan Rudy – Helmi Unggul.

Pasangan Nomor Urut 1 Rudy Gunawan – Helmi Budiman unggul telak berhasil menjaring 131 suara pada TPS 8 Kelurahan Sukagalih Tarogong Kidul Garut, disusul pasangan Cabup/Cawabup Nomor Urut 2 memeroleh 82 suara.

Sedangkan Paslon Nomor Urut 3 meraup 21 suara, dan Paslon Nomor Urut 4 mendapatkan 33 suara, ungkap Ketua KPPS M. Iqbal seusai membuat berita acara hasil perhitungan manual, Rabu (27/06 – 2018) sore.

Petugas RSU dr Slamet Menghitung Calon Pemilih Pada Lembar DPT.

Dikemukakan dari 292 pengguna hak pilih, terdapat 25 surat suara yang tidak sah, atau 267 surat suara yang sah.

Dikatakan pula, dari 391 pemilih Pasangan Cagub/Cawagub Provinsi Jawa Barat pada TPS tersebut, terdapat 292 pengguna hak pilih, namun yang dinyatakan sah 273, tidak sah 19.

Pasangan Nomor Urut 1 meraih 99 suara, Pasangan Nomor Urut 2 (23 suara), Pasangan Nomor Urut 3 (118 suara), serta pasangan Nomor Urut 4 (33 suara).

“Penghuni RSUD Kehilangan Hak Suara”

Satpam RSU Berulang Kali Didatangi Calon Pemilih yang Hendak Mencoblos.

Pada Pilkada Serentak 2018 ini (Rabu, 27/06 – 2018), berkisar 481 hingga 500 calon pemilih di RSUD dr Slamet Garut kehilangan hak suaranya.

Lantaran hingga sore hari tak didatangi petugas TPS, meski para calon pemilih sejak pagi menunggunya agar bisa mencoblos maupun memanfaatkan hak pilihnya.

Mereka antara lain terdiri sekitar 101 calon pemilih yang ada di DPT, 100 perawat, 250 pasien, serta 30 calon pemilih lainnya.

Humas RSU dr Slamet, Iwa Kartiwa didampingi Supervisi Keperawatan Cecep Ridwan katakan, sebelumnya Ketua KPU bersama Camat Tarogong Kidul dan Kapolsek telah berkoordinasi bakal memfasilitasi pencoblosan di lingkungan RSUD dr Slamet.

Sehingga pihak rumah sakit siaga menyiapkan DPT pasien bersama keluarganya, kemudian diambil pihak Kelurahan Sukakarya.

Sehingga sekitar 500 an penghuni RSUD yang tak bisa menggunakan hak pilihnya itu, bukan ranahnya untuk menyikapinya, ungkap Iwa Kartiwa.

Banyak petugas termasuk Satpam Rumah Sakit, kepada Garut News katakan dia merencanakan bakal mencoblos di rumah sakit, sebab mulai masuk kerja pukul 07.00 WIB, sehingga berangkat dari rumah kurang dari pukul 07.00 WIB.

Namun terenyata setelah ditunggu – tunggu tak ada petugas TPS yang datang, sehingga terpaksa tak bisa menggunakan hak pilihnya.

*******

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.