Rudy Arifin : Selamat Tahun Baru 2019 Dengan Berintrospeksi Diri

0
38 views
Rudy Arifin, SE dan Buku Taman Satwa Cikembulan.
Rudy Arifin, SE dan Buku Taman Satwa Cikembulan.

“Berhasil Kembangkan Kemurnian Satwa Hadiah Akhir 2018”

Manager Taman Satwa Cikembulan Kadungora Garut, Jawa Barat, Rudy Arifin, SE mengajak seluruh keluarga besar lembaga konservasinya senantiasa bermuhasabah, termasuk pada sepanjang malam pergantian tahun baru 2018 – 2019. Sehingga sepanjang malam hingga tibanya pergantian tahun bisa terisi dengan ragam kegiatan instrospeksi diri masing – masing.

Bersama sepanjang malam pergantian tahun sarat bermuhasabah, dan bertafaqur. Supaya kita senantiasa mendapatkan keberkahan juga rakhmat Allah SWT yang menjadikan ‘baldatun-thayyibatun-wa-rabbun-ghafur’, dengan kekuatan do’a dan keimanan.

Keeper Orangutan Edin Mulyadin, Bercengkarama Dengan Unyil Beserta Bayi Betinanya.

Muhasabah, upaya evaluasi diri terhadap kebaikan dan keburukan dalam semua aspeknya. Merupakan salah satu sarana yang bisa mengantarkan manusia mencapai tingkat kesempurnaan sebagai hamba Allah SWT.

“Berhasil Selenggarakan Pengembangan Kemurnian Satwa”

Seekor bayi orangutan berjenis kelamin betina yang terlahir di Taman Satwa Cikembulan Kadungora dari hasil perkawinan induknya bernama “Unyil” berusia tujuh tahun dengan kekasihnya orangutan jantan bertubuh kekar bernama “Jana” berusia 10 tahun, diharapkan maupun “berharap” bisa menjadi “anak angkat” Bupati Garut, Rudy Gunawan.

“Ini hanya harapan, namun siapa pun yang mau menjadi bapak angkat sekaligus memberinya nama, ya silahkan saja,” imbuh Manager Taman Satwa tersebut Rudy Arifin.

Unyil Memeluk dan Melindungi Bayinya Dengan Penuh Kasih – Sayang.

“Jika menjadi bapak angkat sekaligus memberinya nama, bayi orang utan itu tetap berada di Taman Satwa Cikembulan. Sedangkan bapak angkatnya bisa menjamin kebutuhan pakannya minimal selama satu tahun,” ungkap Rudy Arifin.

Dikemukakan, bayi orangutan ini lahir pada 10 Nopember 2018 pagi berberat badan sekitar satu kilogram, yang hingga kini berkondisi sehat. Merupakan kedua kalinya spesies Apendiks I tersebut, berhasil dibudidayakan lembaga konservasi umum itu.

Kemana pun Memeluk Erat dan Menggendong Bayinya.

Sedangkan yang lahir pertama pada empat tahun lalu yang oleh Wakil Bupati Helmi Budiman diberinya nama “Mojang” dari pasangan Jana dengan Jeni. Sehingga bayi orangutan hadiah akhir tahun 2018 ini terlahir dari istri muda Jana, ujarnya berseleroh.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah V Garut pada BBKSDA Jabar, Purwantono, S. Hut, MP menyatakan Taman Satwa Cikembulan selama ini berhasil mengembangbiakan satwa dilindungi Undang – Undang RI.

Kemuliaan Kasih Ibu Terhadap Anaknya, “Selamat Hari Ibu,,,” He..He.

“Membuktikan koleksi seluruh satwanya dapat berkembang, dan bisa beradaptasi,” ungkapnya.

Karena itu, perlu senantiasa terjamin kemurnian jenis setiap seluruh satwanya, melalui penyusunan peta atau daftar silsilah agar tak terjadi perkawinan yang sedarah, tandas Purwantono, antara lain mengingatkan.

Sedangkan mengenai peningkatan status dari lembaga konservasi umum menjadi lembaga konservasi khusus namun tetap bisa dikunjungi wisatawan, dipastikan terdapat banyak persyaratan teknis yang harus dimiliki, kata dia.

Purwantono Bersama Rudy Arifin Sampaikan Keterangan Pers.

Terdapat pula penduduk yang dengan sukarela menyerahkan satwa temuannya berupa seekor ‘kukang’ dari pinggiran Sungai Cimanuk, sehingga Purwantono dan Rudy Arifin menyampaikan apresiasi positipnya.

Sebelumnya  Kepala Seksi Pemanfaatan Pelayanan pada ‘Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam’(BBKSDA) Jawa Barat, Sanggara Yudha, S.Hut menyatakan, Taman Satwa Cikembulan merupakan ‘Lembaga Konservasi’(LK) Umum, yang memiliki daya saing.

Penduduk Secara Sukarela Serahkan Kukang.

Lantaran selama ini kiprahnya tak kalah dengan institusi serupa yang dikelola Yayasan, meski LK Umum Taman Satwa Cikembulan dikelola perusahaan milik perseorangan. Namun dinilai bisa berhasil menyelenggarakan pengembangan kemurnian jenis satwa di luar habitat aslinya.

Sehingga keberadaan Taman Satwa Cikembulan di Kecamatan Kadungora Garut ini, juga dinilai bisa menjadi ‘Stock opname’ maupun wahana kegiatan persediaan satwa di luar habitat aslinya, ungkap Sanggara Yudha.

Garut News Luncurkan Buku Taman Satwa Cikembulan.

Dikatakan, LK Umum tersebut selain dapat menjadi sarana rekreasi dan edukasi, bisa pula menjadi tempat kegiatan penelitian ilmiah, termasuk pengembangan populasi satwanya berkemurnian jenis.

Seksi Pemanfaatan Pelayanan pada BBKSDA Jawa Barat, sebagai regulator yang antara menginventaris pemenuhan kebutuhan penambahan satwa agar menjadi sepasang supaya berlangsung pengembangannya, imbuh Sanggara Yudha.

Kepala Diskominfo, H. Nurdin Yana, SH, MH Telisik Buku Taman Satwa Cikembulan.

Sedangkan pengembangan yang selama ini berhasil berlangsung pada Taman Satwa Cikembulan, antara lain Singa Afrika, Rusa Timor, Kakatua Jambul Jingga asal Papua, Macan Tutul, serta beberapa jenis satwa lainnya.

Manager Taman Satwa Cikembulan, Rudy Arifin mengemukakan pula, sangat mengapresiasi positip kunjungan pembinaan yang di antaranya diselenggarakan Seksi Pemanfaatan Pelayanan pada BBKSDA Jawa Barat, yang dihadiri pula Pimpinan BBKSDA Seksi Konservasi Wilayah (SKW) V Garut, Purwanto.

Camat Kadungora dan Buku Taman Satwa Cikembulan.

Agar kualitas pengelolaan LK Umum ini, bisa semakin meningkat guna memenuhi harapan semua pihak termasuk ragam kalangan, dan elemen masyarakat.

Rudy Arifin pun menjelaskan, anak Singa Afrika lahir pada 12 Desember 2017 kini berkondisi sehat, Rudy Arifin menawarkan pula kepada yang berminat menjadi ‘bapak angkat’ anak singa itu.

Singa Afrika Taman Satwa Cikembulan.

“Anak – anak singa tersebut kian digemari pengunjung termasuk pada liburan Maulid Nabi Muhammad Saw, yang banyak didatangi wisatawan,”ungkap Rudy Arifin.

Yang juga merupakan keberhasilan bahkan kebanggaan Kabupaten Garut. Pada ulang tahunnya ke-205, memiliki taman satwa yang mengemban fungsi Lembaga Konservasi Umum.

******

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here