RSUD Garut Dinilai Abai Terhadap Pasien Jamkesda/Jamkesmas

by

Garut News, ( Kamis, 26/09 ).

Ilustrasi. (Ist).
Ilustrasi. (Ist).

Banyak pasien RSUD dr Slamet Garut, Jawa Barat, kecewa terhadap jasa pelayanan Jamkesda/Jamkesmas.

Lantaran dinilai membiarkan pasien, atawa tak segera mendapat penanganan medis.

“Patah tulang kaki kanan saudara saya, berakibat sejak sebulan lebih tak bisa ke sekolah, katanya kudu dioperasi tetapi hingga kini belum juga,” ungkap seorang keluarga pasien, Elis, Rabu (25/09).

Dikemukakan, alibi pihak RSUD tak segera mengoperasi sebab masih belum terdapat “pen”, piranti melakukan operasi bagi pasien penderita patah tulang.

RSUD, katanya pula, sempat menawarkan jasa layanan melalui jalur umum, tak menggunakan Jamkesda/Jamkesmas dengan biaya kudu disiapkan sebesar Rp25 juta.

“Kata petugas, kalau mau cepat dioperasi bisa lewat jalur pasien umum, dan kudu menyediakan Rp25 juta,” kata Elis.

Sedangkan, biaya pengobatan dan perawatan selama rawat inap di RSUD, kata Elis, tak dipungut biaya lantaran bisa menggunakan layanan fasilitas Jamkesda.

Jasa layanan kesehatan lain seperti operasi, lanjut dia, terkesan RSUD abai, serta tak memberikan jawaban kepastian dapat dilakukan operasi.

“Pemenuhan obat dan selama rawat inap tak bayar, namun masalah operasi seperti dibiarkan, padahal kudu segera dilakukan,” ujar Elis.

Kekecewaan senada juga diungkapkan seorang ibu kandung pasien pengguna Jamkesmas enggan disebutkan namanya.

Ia mengaku tak mendapat kepastian kapan anak perempuan penderita patah tulang tangan kiri, segera dioperasi.

Diungkapkan, anak kandungnya berusia 10 tahun itu, sejak dua pekan terakhir tak berdaya terbaring di RSUD Garut, tetapi masih belum dilakukan operasi sebab tak terdapat pen.

“Katanya anak saya bisa segera dioperasi melalui jalur pasien umum berbiaya Rp20 jutaan, saya bingung darimana uang sebesar itu,” kata penduduk Kadungora itu.

Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSUD, dr H. Tenni Sewara Rifai katakan, kekosongan persediaan “pen” sehingga belum bisa melakukan operasi bagi pasien Jamkesda/Jamkesmas penderita patah tulang.

Pen ini, katanya, baru tersedia di RSUD Rabu pukul 12.00 dan segera melakukan jadwal operasi bagi pasien sesuai prosedur.

“Kiriman pen tiba tadi pukul 12.00,” ungkapnya antara lain.

****** Pelbagai Sumber.