RSU dr Slamet Garut Miskin Ruang Terbuka Hijau

0
20 views
Nyaris Hanya Menyisakan Mahkota Atap.

Garut News ( Sabtu, 03/02 – 2018 ).

Nyaris Hanya Menyisakan Mahkota Atap.

Foto berita Garut News akhir pekan ini, Sabtu (03/02-2018), memotret situs peninggalan sejarah Tatar Priangan berupa RSU dr Slamet Garut, kini nyaris hanya menyisakan serpihan ciri khas mahkota pada atap rumah sakit tersebut.

“Meski Kini Berbangunan Megah, Namun Menjadi Sangat Miskin Ruang Terbuka Hijau. Bahkan Berkondisi Kian Terasa Sumpeg”

Rumah sakit yang dibangun setelah keluarnya Besluit No.10279 pada 19 Juli 1921 ditetapkan Gubernur Jenderal D. Fock dan Sekjen G.R. Erdfrink sebagai wakil Sri Ratu Wihelmina dari Kerajaan Belanda itu, sejak dahulu dikepung lintasan Sungai Cimanuk, Cipeujeuh, dan Sungai Cikamiri.

Meski Kini Megah, Namun Menjadi Sangat Miskin Ruang Terbuka Hijau.

Pada 1927 dr. Slamet Atmosoediro ditugaskan di Zieken Huis Garoet memberantas wabah pes, yang tragis tertular jenis penyakit ini dan wafat pada 11 Mei 1930. 

Sedangkan Lapang Parijs (De Parijs Plein) berdekatan RSU, sebagai tempat bermain sepakbola. Pada saat wabah pes digunakan pula menampung pasien tak tertampung di rumah sakit.

Rumah sakit tersebut diresmikan Gubernur Jenderal Dirk Fock (1921-1926) disaksikan Bupati R.A.A. Soeria Karta Legawa (1915-1929), Maret 1922.

Berkondisi Kian Terasa Sumpeg.

Pengganti dr. Slamet Atmosoediro dilanjutkan dr. H.R. Parjono Soerio Dipoero, pindahan dari RS Tasikmalaya. Ia menjabat kepala RSU Garoet pada 1935 sampai 1945.

Atas jasa almarhum dr Slamet Atmosoediro dijadikan nama RSU Garoet, yang ditetapkan berdasar Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 51/Men.Kes/SK/II/79 tahun 1979.

********

Pelbagai Sumber/Fotografer : John Doddy Hidayat