RSU dr Slamet Bantah Apotik Intan Dijarah

Garut News ( Rabu, 08/01 – 2014 ).

Komplek RSU dr Slamet Garut. (Foto: John Doddy Hidayat).
Komplek RSU dr Slamet Garut. (Foto: John Doddy Hidayat).

Petugas, dan pengunjung RSU dr Slamet Garut, Jawa Barat, dihebohkan kabar lantaran Apotik Intan di lingkungan rumah sakit “pelat merah” itu dibobol maling, selasa (07/01-2014) dini hari.

Bahkan ratusan butir obat berdaftar “G” (jenis obat keras), dan obat jenis lain disebut-sebut menjadi raib, diembat maling pada peristiwa diduga terjadi sekitar pukul 03.00 WIB itu.

Seorang pengunjung asal Kampung/Desa Wanamekar, Wanaraja, Ade Sobarudin(40) katakan, saat hendak membeli makanan, dia sempat melihat kerumunan orang, dan petugas keamanan RSU sekitar apotik, pagi itu.

Mereka berceloteh saling berbicara, isi apotik dibobol maling.

“Saya lihat ke arah jendela apotik, terbuka. Katanya terdapat maling memasuki apotik, mengambil obat-obatan. Kejadiannya sekitar jam tiga,” ungkap Ade.

Seorang petugas rumah sakit enggan disebutkan identitasnya juga katakan, suasana sekitar Apotik Intan berdekatan ruang Poliklinik Intan RSU ini, memang biasanya sepi, malahan langka orang melintas lokasi tersebut.

Sehingga, dinilai apotik itu rawan terjadi aksi pencurian, katanya pula.

Kepala Seksi Informatika dan Hukum RSU, Ade Sunarya, membantah apotik di rumah sakit, “Apotik Intan”, dibobol maling.

Apalagi kehilangan ratusan pil obat daftar “G”, atawa obat-obatan lainnya.

“Memang petugas menemukan jendela terbuka, tetapi setelah kami cek di dalam, ternyata tak ada barang hilang. Apalagi obat-obatan daftar “G”. Wah, bahaya kalau obat psikotropika diambil maling,” kata Ade.

Lantaran tak ada barang hilang itulah, lanjut Ade, pihaknya tak melaporkan pada kepolisian.

“Untuk apa dilaporkan? Enggak ada barang yang hilang, kok?” katanya.

Meski demikian, Kepala Subag Umum RSU dr Slamet Garut, Komarudin mengaku keadaan jendela terbuka kemungkinan ada orang sempat masuk ke apotik lewat jendela tersebut.

Dia juga menduga pelaku masih orang lingkungan RSU.

“Hanya, dia tak sempat membawa barang apa-apa dari apotik. Obat-obatan pun masih utuh,” ujar Komarudin.

Dia mengaku, jendela bagian atas ruangan apotik jarang ditutup sebab dinilai aman dari kemungkinan aksi pencurian.

“Kan, ada petugas keamanan keliling satu jam sekali pada seluruh ruangan rumah sakit,” ungkapnya.

***** Zainul, JDH.

Related posts