Ricky Darajat Mengingatkan Perlunya Lakukan Social Distance

0
9 views
Ricky Rizki Darajat, SH Sampaikan Keterangan Pers.
Alun Alun Garut Lengang, Sementara Ditutup.

“Ditanya Jaminan Sosial Ekonomi”

Garut News ( Jum’at, 20/03 – 2020 ).

Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Garut Ricky Rizki Darajat, SH mengingatkan perlunya melakukan social distance atau social distancing, sebagai salah satu cara efektif agar tidak tertular virus corona.

“Social distance, seseorang menjaga kedekatan fisik dengan orang lain guna mengurangi perpindahan virus dari tubuh satu ke yang lain, ini strategi kesehatan mencegah/memerlambat penyebaran virus,” imbuhnya di Command Center Garut, Jum’at (20/03-2020).

Shalat Jum’at di Perumahan Penduduk.

Social distance dilakukan pula dengan mengisolasi diri bagi orang terinfeksi, mengkarantina diri, sehingga orang dapat terpisah satu sama lain, ungkap Ricky Rizki Darajat yang juga Kabid Pengelolaan Informasi dan Kehumasan pada Diskominfo kabupaten setempat.

Dikemukakan, hingga Jum’at (20/03-2020) pukul 14.00 WIB, di kabupatennya ada lima  pasien dalam pengawasan (PDP), dan 20 orang dalam pemantauan (ODP). Namun, sejauh ini tak terdapat pasien positif terjangkit Covid-19.

Suasana di Masjid Agung Garut.

Sedangkan dua dari lima PDP tersebut, terdiri pasien 01 serta pasien 02 dinyatakan negatif. Keduanya bisa pulang dari rumah sakit. Satu lagi, pasien 03 juga dinyatakan negatif, meski bersangkutan akhirnya meninggal dunia saat dalam penanganan tim medis. Dua PDP lainnya, pasien 04 dan pasien 05 masih dalam perawatan dan observasi tim medis.

“Pasien 04 diduga memiliki gejala sama dengan terinfeksi Covid-19 sedang dalam penanganan tim medis RSU dr Slamet Garut, berkondisi berangsur membaik. Sedangkan pasien 05 masih dirawat di RSU Pameungpeuk, meski hasilnya diketahui bersangkutan negatif Covid-19,” ungkap Ricky.

Diharapkan, masyarakat juga tak keliru memahami istilah ODP, PDP, dan suspect Covid-19 kini populer berkaitan merebaknya wabah pandemik ini sehingga bisa menimbulkan ketakutan.

Menjadi Sunyi Sepi.

Seseorang dikategorikan ODP jika sempat bepergian ke daerah terpapar Covid-19 baik di dalam maupun luar negeri saat ini atau bersangkutan pernah kontak langsung dengan pasien positif terjangkit Covid-19. Meski demikian orang tersebut belum menunjukkan gejala sakit.

Beda dengan PDP. Seseorang dikategorikan PDP apabila bersangkutan menjadi pasien atau dirawat tim medis dengan menunjukkan gejala demam, batuk, pilek, dan sesak napas.

“Namun ini juga belum tentu positif terjangkit. Sebab, belum ada hasil laboratorium memastikannya positif atau negatif Covid-19,” imbuh Ricky.

“Ditanya Jaminan Sosial Ekonomi”

Sedangkan suspect Covid-19, jika pasien diduga kuat terjangkit dengan menunjukkan gejala-gejala terkena Covid-19 dan pernah ada kontak dengan pasien positif Covid-19.

Pasien itu, nantinya dilakukan pemeriksaan menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR) dan genome sequencing untuk melihat status infeksi Covid-19 di tubuhnya.

“Ditanya Jaminan Sosial Ekonomi”

Didesak pertanyaan Garut News mengenai adakah jaminan sosial ekonomi bagi masyarakat yang melakukan social distance atau social distancing …? “Saya belum bisa menjelaskannya,” ujar Ricky Rizki Darajat.

Contohlah Spanyol, perdana menterinya mengumumkan paket kebijakan senilai 200 miliar euro membantu perusahaan dan melindungi pekerja serta kelompok rentan terdampak krisis virus corona.

Spanyol akan mengalokasikan 117 miliar euro dari anggaran negara dan sisanya dari perusahaan swasta. Spanyol akan membayar tunjangan bagi pekerja diberhentikan sementara dan menangguhkan pembayaran hipotek. Setengah dari dana juga akan dialokasikan untuk jaminan kredit perusahaan.

Selandia Baru pun memiliki kebijakan merespons dampak ekonomi dari kebijakan mengurangi mobilitas warganya senilai 12,1 miliar dolar AS. Dana itu digunakan subsidi gaji bagi perusahaan sehingga tak memecat karyawan sebesar 5,1 miliar dolar AS.

Dana sebesar 500 juta dolar akan disalurkan ke sistem kesehatan menangani virus corona. Bahkan, Selandia Baru mengalokasikan 126 juta dolar AS untuk membiayai cuti dan isolasi mandiri.

Perdana Menteri Selandia Jacinda Ardern juga tidak melupakan kelompok rentan dengan memberikan dana 2,8 miliar dolar AS. Dana senilai 2,8 miliar dolar AS juga akan disalurkan untuk mengganti pajak bisnis Kiwi yang terdampak.

Meski solusi menangani wabah virus corona tak hanya soal anggaran, melainkan pula kesiapan kita sebagai warga negara bersama menghadapi corona.

******

JDH, Pelbagai Sumber/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here