Ribuan Umat Islam Garut Serukan Penerapan Syariah dan Khilafah

Garut News ( Jum’at, 27/06 – 2014 ).

Foto : [MI Garut]
Foto : [MI Garut]
Pada Sabtu, 31 Mei 2014 Gedung Bale Paminton Intan Dewata Garut dipenuhi 1.200 lebih masyarakat beragam elemen umat Islam dari pelbagai pelosok kabupaten.

Alim ulama, mubaligh/mubalighah, intelektual, perwakilan Kemendag kabupaten setempat, MUI, ormas dan lembaga kemasyarakatan, juga tokoh masyarakat, pengusaha, ibu rumah tangga, para pelajar dan mahasiswa.

Mereka mengikuti Konferensi Islam dan Peradaban 1435 H, diselenggarakan DPD II Hizbut Tahrir Indonesia Kabupaten Garut.

Dalam Konferensi ini umat Islam Kabupaten Garut menyerukan dengan penuh semangat kerinduannya menerapkan syariah Islam secara kaffah dalam naungan Khilafah Islamiyyah.

Foto : [MI Garut]
Foto : [MI Garut]
Konferensi yang dilaksanakan berbentuk dokusinema dakwatainment, serta pemaparan presentasi pemateri bertema #Indonesia Milik Allah, Saatnya Khilafah Menggantikan Demokrasi dan Sistem Ekonomi Liberal, berhasil mendapat sambutan dan perhatian antusias dari umat Islam Kabupaten Garut.

Kapasitas gedung hanya menampung 800 tak mampu menampung banyaknya minat umat Islam Kabupaten Garut turut hadir pada konferensi ini.

Kemudian panitia menyediakan tenda dan kursi tambahan bagi peserta tak bisa masuk ke dalam ke Gedung.

Padahal empat hari sebelum acara Panitia menutup pendaftaran peserta lantaran keterbatasan tempat.

Ust Dendi Rahdiana, SP menyoroti demokrasi merupakan sistem politik bertentangan dengan akidah dan syariah Islam.

Lebih lanjut Ust. Dendi katakan “Demokrasi lah yang menyebabkan munculnya kebijakan yang merugikan rakyat dan hanya mengutamakan kepentingan para kapitalis asing untuk menjarah sumber daya alam Indonesia. Hal ini karena sejak awal demokrasi merupakan sistem politik yang hanya menguntungkan para pemilik modal saja. Dalam demokrasi yang dikenal sebagai sistem dari, oleh dan untuk rakyat adalah hal yang dusta karena sebenarnya demokrasi itu adalah sistem dari, oleh dan untuk korporasi”. 

Sedangkan Ust. Dindin Sholehudin, SpdI, memaparkan “Penerapan sistem ekonomi liberal merupakan pangkal masalah berbagai macam carut marutnya ekonomi bangsa Ini. Penjarahan kekayaan alam oleh para kapitalis asing, kemiskinan, terlantarnya kebutuhan masyarakat seperti pendidikan dan kesehatan adalah buah dari diterapkannya sistem ekonomi liberal. Karena sistem ini mengahruskan negara untuk tidak berperan dalam memelihara dan melayani kebutuhan masyarakat. Dan sebagai gantinya peran tersebut diserahkan kepada swasta dalam bentuk hubungan bisnis semata”.

Pada pidato politiknya perwakilan DPP Hizbut Tahrir Indonesia, Ust. Wahyudi Al-Maroki, SIp.MSi., menegaskan, saatnya umat Islam menanggalkan demokrasi dan sistem ekonomi liberal karena kedua hal tersebut telah nyata-nyata membuat negeri ini menjadi terpuruk dalam berbagai aspek kehidupan.

Dan tak ada alternatif solusinya kecuali hanya dengan kembali kepada syariah Islam secara kaffah di bawah naungan Khilafah Islamiyyah yang telah Allah SWT wajibkan kepada seluruh kaum muslim.

“Indonesia ini milik Allah, maka terapkan syariah Allah SWT di Indonesia dan inilah saatnya Khilafah menggantikan demokrasi dan sistem ekonomi liberal”, serunya yang disambutkan dengan pekikan takbir seluruh peserta.

Hadirnya perwakilan umat Islam dari berbagai elemen masyarakat dan berbagai pelosok daerah di Kabupaten Garut, menunjukkan umat Islam Kabupaten Garut memiliki kerinduan sama dengan kaum muslim di seluruh Indonesia dan belahan dunia lainnya terhadap penerapan syariah Islam yang kaffah di bawah naungan Khilafah Islamiyyah.

Dan Konferensi ini menjadi pijakan memperkuat langkah dakwah menuju penerapan syariah Islam dalam naungan Khilafah Islamiyyah, insya Allah. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar!.

[MI Garut]

Related posts