Ribuan Santri Garut Turun Ke Jalan Berunjukrasa

0
76 views
Aksi Turun Ke Jalan Ribuan Santri Garut, Jum’at (20/01-2017).

“Musuh Santri : PKI/Syiah/Ahmadiyah/Liberal/Kafir Harobi/Kafir Ektrim”

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Ahad, 22/01 – 2017 ).

Aksi Turun Ke Jalan Ribuan Santri Garut, Jum’at (20/01-2017).
Aksi Turun Ke Jalan Ribuan Santri Garut, Jum’at (20/01-2017).

Foto berita Garut News pekan ini, Ahad (22/01-2017), memotret solidaritas positip ribuan santri di Kabupaten Garut, yang terpaksa turun ke jalan.

Mereka menggelar aksi unjuk rasa, termasuk antara lain berorasi serta mendatangi wakil rakyat di ruang rapat paripurna DPRD kabupaten setempat, seusai shalat Jum’at (20/01-2017).

Ribuan santri tergabung “Himpunan Santri Garut” (Hisgar) dengan Koordinator Aksi Lukmanul Hakim tersebut, mendesak DPR segera merekomendasikan agar melengserkan Kapolda Jawa Barat, Irjen Anton Charliyan.

Antara Tulisan Poster yang Diusung Para Santri.
Antara Tulisan Poster yang Diusung Para Santri.

Mereka juga segera mendesak supaya “Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia” (GMBI) dibubarkan.

Desakan Hisgar itu lantang dikemukakan perwakilan mereka kepada Komisi A dan Komisi D di ruang rapat paripurna DPRD yang juga dihadiri Kepala “Badan Kesatuan Bangsa dan Politik” (Bakesbangpol) kabupaten ini, Wahyudijaya.

Sebanyak 12 pernyataan dan sikap Hisgar yang mengemuka pada aksi berlangsung seusai shalat Jum’at (20/01-2017) tersebut, mendesak pula bisa tuntas dibahas melalui kelembagaan DPRD Kabupaten Garut selama sepekan, kemudian secepatnya antara lain bisa direkomendasikan kepada DPR RI serta Kemendagri.

“Berorasi Sepanjang Perjalanan”

Long Mach Datangi Gedung DPRD Garut.
Long Mach Datangi Gedung DPRD Garut.

Ribuan santri (Hisgar) itu, seusai menunaikan shalat Jum’at di Masjid Agung Garut, mereka dengan tertib menyelenggarakan “long mach” sejauh sekitar lima kilometer menuju gedung DPRD sambil bergantian berorasi menyuarakan pernyataan dan sikapnya, sekaligus mengusung poster beragam tulisan kecaman keras.

Terdiri ; bubarkan GMBI Garut dan GMBI Nasional Karena Garut kota santri, Kota Ulama, bukan kota premanisme.

Lengserkan Kapolda Jabar karena terbukti membiarkan penganiayaan terhadap anggota FPI, perusakan mobil anggota FPI sewaktu pengawalan pemeriksaan Al Habib Muhammad Rizieq Shihab, yang dilakukan LSM GMBI.

Hormati ulama dan Fatwa MUI Pusat terhadap penista agama yang dilakukan Basuki Tjahaya Purnama (Ahok).

Santri Garut tidak pernah mendukung Kapolda atau GMBI untuk membubarkan Ormas Islam.

Kapolda Jabar jangan adu dombakan LSM/ormas Islam beserta Umat Islam.

Musuh santri bukan Umat Islam tetapi musuh santri adalah : PKI/Syiah/Ahmadiyah/Liberal/Kafir Harobi/Kafir Ektrim. Santri siap jaga Keutuhan NKRI, Santri tidak anti Pancasila, Santri siap menjadi garda terdepan membela Agama Islam.

Ribuan Santri Garut.
Ribuan Santri Garut.

Santri meminta GMBI jangan mau diadudombakan dengan Ormas Islam, Ulama dan umat Islam, serta membubarkan diri, Bersihkan birokrasi pemerintah Kabupaten Garut dari semua bentuk premanisme.

Copot pejabat yang berafiliasi/bekerja sama dengan Preman GMBI, demikian pernyataan Hisgar yang antara lain lantang dikemukakan Lukmanul Hakim.

Kalangan legislatif setempat antara lain menyatakan menerima dan apresiasi terhadap penyampaian pernyataan dan sikap Hisgar.

Kemudian bakal segera dibahas pada kelembagaan DPRD Kabupaten Garut, termasuk dibahas bersama unsur pimpinan dewan.

DPRD juga memerintahkan Bakesbangpol segera mengevaluasi LSM, tak hanya GMBI terkait dengan perijinannya.

Sekretaris Komisi D DPRD setempat, Karnoto juga antara lain mengemukakan bisa merasakan kekecewaan dialami Hisgar, sehingga pihaknya pun memiliki komitmen yang sama.

Dia menyampaikan keprihatinannya, jika Islam dinistakan, ulama dan santri diancam, juga sangat prihatin terjadinya kegaduhan selama ini.

Dalam pada itu, Lukmanul Hakim mengingatkan apabila tuntutannya tak segera terpenuhi. Maka tak mustahil bisa menggelar aksi yang lebih besar lagi.

Diingatkan pula, Al Habib Muhammad Rizieq Shihab, kini bukan hanya sebagai Pimpinan FPI, melainkan juga Pemimpin Umat.

“Jangan sampai kasus Ahok dimanipulasi, diperlambat, direkayasa, kasus Ahok harus segera diselesaikan,” tandas Lukmanul Hakim, antara lain menambahkan.

*********

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here