Ribuan Pengunjung Taman Satwa Terkendala Kemacetan Lalu lintas

0
16 views

“Garut Dijadikan Tujuan Utama Wisata, Mendesak Segera Dibenahi Infrastruktur Sarana Jalan”

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Jum’at, 08/07 – 2016 ).

Ribuan Pengunjung Taman Satwa Terkendala Parahnya Kemacetan Arus Lalu Lintas.
Ribuan Pengunjung Taman Satwa Terkendala Parahnya Kemacetan Arus Lalu Lintas.

Sedikitnya delapan ribu pengunjung obyek wisata Taman Satwa Cikembulan Kadungora, Garut, Jawa Barat, mengalami kendala parahnya kemacetan arus lalu lintas berlangsungnya arus mudik Lebaran Idul Fitri 1437 H/2016 ini.

Mereka berdatangan sejak hari pertama Lebaran hingga hari ketiga, sepanjang Jum’at (08/07-2016), bersusah payah sangat sulitnya bisa menembus lokasi destinasi lembaga konservasi satwa langka dilindungi Undang-undang RI tersebut, lantaran dikepung kemacetan nyaris sepanjang lintasan jalan di Kabupaten Garut.

Taman satwa Cikembulan Juga Mengungkit Perkembangan Transaksi Produk Perekonomian Masyarakat Sekitarnya.
Taman satwa Cikembulan Juga Mengungkit Perkembangan Transaksi Produk Perekonomian Masyarakat Sekitarnya.

Demikian dikemukakan banyak wisatawan termasuk Budi Siregar yang mengaku dari Bengkulu kepada Garut News di Taman Satwa itu, juga mengemukakan harapannya jika Kabupaten Garut dijadikan tujuan utama wisatawan maka mendesak harus segera dibenahi kondisi infrastruktur sarana jalannya, agar benar-benar memadai.

Ungkapan serta harapan senada dikemukakan pula Ny. Astrid berasal dari Padang Sumatera Barat, dan katakan pembenahan serta peningkatan kualitas lintasan jalan menuju obyek wisata itu, tak bisa dengan upaya asal-asalan maupun setengah hati.

Menyusul Taman Satwa ini berlokasi di tengah pemukiman penduduk, sehingga keberadaannya dipastikan memberikan nilai tambah peningkatan perekonomian masyarakat sekitarnya, imbuh Ny. Astrid, antara lain mengingatkan.

aa43Manager Taman Satwa tersebut, Rudy Arifin, SE mengemukakan pada sepanjang hari pertama Lebaran ( Rabu, 06/07-2016), didatangi 1.500 pengunjung dari Kota/Kabupaten Bandung, Padang, Bengkulu, Jakarta, Purwakarta, Sumedang, termasuk dari Majalaya.

Kemudian pada sepanjang hari kedua dan ketiga Lebaran Idul Fitri, antara lain didatangi sekitar 6.500 pengunjung juga berasal dari Karawang, Cianjur, Bogor, Bandung, Sumedang, Tasikmalaya, Padang, Bengkulu, Jakarta, serta para pengunjung dari Sukabumi.

Pemudik Asal Luar Kota Berdatangan Ke Taman Satwa.
Pemudik Asal Luar Kota Berdatangan Ke Taman Satwa.

Jumlah kunjungan itu, dipastikan bisa melebihi delapan ribu wisatawan, apabila kondisi lintasan ruas jalan provinsi dan jalan kabupaten di Kabupaten Garut, tak mengalami kemacetan parah, tandasnya.

Diselenggarakannya pelbagai upaya penataan selama libur Puasa Ramadlan, guna menyajikan tampilan taman satwa agar benar-benar bisa dinikmati wisatawan dengan nyaman, aman, tertib, dan bersih.

Dengan target didatangi 35 ribu pengunjung optimis bisa terlampaui, lantaran kunjungan pada Lebaran Idul Fitri tahun lalu pun mencapai 30 ribu lebih, ungkapnya.

“Macan Kumbang”

Bahkan kini ditampilkan macan kumbang jantan atawa Panthera Pardus Melas dari Ordo Carnivora, Famili Felidae dengan jenis makanan daging.

Macan Kumbang.
Macan Kumbang.

Setibanya satwa itu dari Kabupaten Ciamis, Selasa (18/08-2015) sore, kemudian berlangsung penyerahan dari BKSDA Bidang III Ciamis termasuk penandatanganan berita acara.

Setelah turun dari Gunung Sawal, yang kemungkinan akibat kemarau panjang, atawa barangkali habitatnya terusik. Sehingga dikabarkan sempat memangsa ternak milik masyarakat. Sebelumnya satwa sangat langka dan dilindungi Undang-Undang RI itu,  terperangkap bambu penduduk di lokasi Lengsar Desa Cikupa Kecamatan Kawali, Ciamis.

Sebelum dievakuasi untuk dikarantinakan, menempati kerangkeng besi dan menjadi tontotan warga. Namun nyaris sejak sepekan terakhir satwa buas sepanjang sekitar dua meter, tinggi 0,5 meter berbobot sekitar 150 kilogram berusia sekitar empat tahun ini, berkondisi memprihatinkan.

Rudy Arifin katakan,  justru kini paling diutamakan, penyelamatan serta pemulihan kesehatannya, berbasiskan kesejahteraan satwa.Dengan beberapa luka pada bagian kepala serta kakinya. Bahkan dikabarkan sempat mengalami dehidrasi.

Sebab menyejahterakan satwa, berarti memerdekannya termasuk di lembaga konservasi Taman satwa Cikembulan.

Dengan jaminan pengamanan pada habitat menyerupai aslinya, proses pemulihan kesehatan, serta terpenuhinya hak satwa bisa berkembangbiak dengan baik dan sehat, imbuh dia kepada Garut News.

Diingatkan pula, patut dipahami setiap seluruh satwa langka yang dilindungi Undang-Undang RI. Merupakan aset bersama milik bangsa.

Tetapi juga paling patut disadari, upaya pengamanan, penyelamatan, pemulihan kesehatan, serta pemeliharaan dan pengembangbiakannya, justru kudu diutamakan.

Konsepsi juga aplikasinya selama ini, menjadi prioritas para pengelola Taman Satwa Cikembulan, mewujudkan kesejahteraan satwa sekaligus menjadi sarana penelitian dan pengembangan bernuansakan wisata ilmiah atawa bernilai edukatif khususnya bagi kalangan generasi muda kini, dan mendatang.

Dikemukakan pula, meningkatnya kualitas kepercayaan juga amanah terhadap Taman Satwa Cikembulan menerima “Macan Kumbang Jantan” diberinya nama “Lengsar”, maka total populasi koleksi taman satwanya menjadi 563 ekor lebih pada 114 spisies.

Keberadaan Lengsar, kini menjadi koleksi hunian baru Taman satwa Cikembulan, yang dibangun sejak 2009, sedangkan macan tutul terdapat di Taman Satwa Cikembulan mencapai enam ekor.

Sehingga Kita Semua Penduduk Kabupaten Garut Patut Berbangga, terdapat koleksi paling langka bahkan sangat terancam punah.

*********