Ribuan Pengunjung Saksikan Titanic Taman Satwa Cikembulan

“Sarana Hiburan Sehat dan Edukatif Bagi Keluarga”

Garut News ( Senin, 28/07 – 2014 ).

Miniatur Titanic di Taman Satwa Cikembulan, Garut, Jabar.
Miniatur Titanic di Taman Satwa Cikembulan, Garut, Jabar.

Pada Senin (28/07-2014) atawa Lebaran Idul Fitri 1435 H/2014 hingga pukul 14.00 waktu setempat, sekurangnya “dua ribu” pengunjung saksikan miniatur “Titanic” di Taman satwa Cikembulan, Garut, Jawa Barat.

Miniatur berupa sarana bermain anak-anak tersebut, mengingatkan banyak di antara pengunjung pada sebuah kapal penumpang super Britania Raya, tenggelam di Samudra Atlantik, 15 April 1912.

Lantaran menabrak sebuah gunung es.

Sarana Makan Lesehatan Taman Satwa Cikembulan.
Sarana Makan Lesehatan Taman Satwa Cikembulan.

Sehingga pada pelayaran perdananya dari Southampton, Inggris ke New York City, menyebabkan kematian 1.514 penumpang, beserta awak kapal.

Kapal ini dibangun 1909 selama dua tahun oleh galangan kapal Harland and Wolff di Belfast, bisa mengangkut 2.224 penumpang.

Para penumpangnya terdiri sejumlah penduduk terkaya di dunia, serta lebih dari seribu emigran dari Britania Raya, Irlandia, Skandinavia, dan negara lain mencari kehidupan baru di Amerika Utara.

Nikmati Panorama Hamparan Sawah, dan Gunung Haruman.
Nikmati Panorama Hamparan Sawah, dan Gunung Haruman.

Kapal tersebut, dirancang senyaman dan semewah mungkin, dilengkapi gimnasium, kolam renang, perpustakaan, restoran kelas atas dan kabin mewah.

Juga memiliki telegraf nirkabel mutakhir dioperasikan untuk keperluan penumpang, dan operasional kapal.

Meski Titanic mempunyai perlengkapan keamanan maju seperti kompartemen kedap air, serta pintu kedap air bisa dioperasikan dari jarak jauh.

Burung Unta, Salah Satu Koleksi Taman Satwa Cikembulan.
Burung Unta, Salah Satu Koleksi Taman Satwa Cikembulan.

Tetapi kapal itu tak memiliki sekoci cukup menampung seluruh penumpang kapal.

Sebab regulasi keamanan laut sudah kuno, Titanic hanya mengangkut sekoci hanya mampu menampung 1.178 penumpang – sepertiga dari total penumpang, beserta awak kapalnya.

Setelah meninggalkan Southampton 10 April 1912, Titanic berhenti di Cherbourg, Perancis dan Queenstown (sekarang Cobh), Irlandia sebelum berlayar ke barat menuju New York.

Burung Surga dari Papua, di Taman Satwa Cikembulan.
Burung Surga dari Papua, di Taman Satwa Cikembulan.

Pada 14 April 1912, empat hari pasca pelayaran, tepatnya 375 mil di selatan Newfoundland, kapal menabrak sebuah gunung es pukul 23:40 (waktu kapal; UTC-3).

Tabrakan agak menggesek ini, mengakibatkan pelat lambung Titanic melengkung ke dalam di sejumlah tempat sisi kanan kapal, dan mengoyak lima dari enam belas kompartemen kedap airnya.

Selama dua setengah jam selanjutnya, kapal perlahan terisi air, dan raib lantaran tenggelam.

“Sarana Hiburan Sehat dan Edukatif Bagi Keluarga”

Puncak Gunung Kaledong Diselimuti Kabut, dari Taman Satwa Cikembulan.
Puncak Gunung Kaledong Diselimuti Kabut, dari Taman Satwa Cikembulan.

Sedangkan Taman satwa Cikembulan, antara lain pula menyediakan sarana makanan lesehan pada bangunan loteng atawa bertingkat.

Sehingga pengunjung bisa langsung menyaksikan hamparan panorama areal persawahan, juga Gunung Haruman, serta Gunung Kaledong.

Semilir angin bercuaca teduh, mengingatkan pula pada pelayaran, tetapi yang aman dan nyaman, ungkap Manager taman satwa tersebut, Rudy Arifin, kepada Garut News, antara lain menambahkan.

Selain tersedia beragam koleksi satwa langka dilindungi Undang-Undang RI, terdapat pula wahana edukasi, yang sehat dan perlu.

*******

Esay : Wikipedia, JDH.

Fotografer : John Doddy Hidayat.

Related posts

Leave a Comment