Ribuan Pengungsi Amuk Cimanuk Perlu Didampingi Psikolog

0
33 views
Sementara Dihuni Sekitar 339 Pengungsi.

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Selasa, 27/09 – 2016 ).

Sementara Dihuni Sekitar 339 Pengungsi.
Sementara Dihuni Sekitar 339 Pengungsi.

Sekitar 1.260 pengungsi korban terdampak amuk Sungai Cimanuk, yang kini tersebar pada belasan lokasi pengungsian. Termasuk sekitar 87 kepala keluarga atawa 339 pengungsi di antaranya menempati gedung berlantai lima Rusunawa di Kecamatan Cilawu, terdiri 187 laki-laki dan 152 perempuan. Mereka memerlukan pendampingan dari para psikolog, 

Meski saat ini kondisinya rata-rata bisa menerima takdir yang mereka alami, tetapi lebih baik jika didampingi psikolog guna lebih memandirikan mereka, lantaran tak selamanya korban bencana tersebut mendapatkan pasokan bantuan.

Mulai Banyak Merenung Sendiri.
Mulai Banyak Merenung Sendiri.

Dinilai para pengungsi lebih baik senantiasa mendapatkan advokasi dari kalangan psikolog itu, dikemukakan Koordinator Posko Kesehatan Dinkes Garut di Pengungsian Rusunawa, dr Hj. Nia Soniawaty yang juga Kepala Puskesmas Cilawu.

Kepada Garut News, Selasa (27/09-2016), juga mengemukakan hingga Selasa siang terdapat 353 pengungsi yang berobat termasuk yang berkunjung ulang ke Pos Kesehatan.

Mereka meski hanya mengeluh badan pegel, batuk dan pilek, namun dianjurkan agar senantiasa meningkatkan kualitas “Perilaku Hidup Bersih dan Sehat” (PHBS), di antaranya agar bersih mencuci tangan sebelum mengonsumsi makanan, serta tak sembarangan membuang ragam jenis sampah, imbuh Soniawaty.

Banyak Merenung di Pengungsian.
Banyak Merenung di Pengungsian.

Dikatakan, sejauh ini masih belum terdapat pengungsi yang dinilai mendesak memerlukan pendampingan psikiater. Tetapi kehadiran kalangan psikolog bisa menjadi upaya pencegahan yang dinilai efektif. Lantaran para pengungsi sangat perlukan motivasi hidup pasca bencana.

Sedangkan Posko Kesehatannya mulai hari ini memberikan jasa layanan selama 12 jam mulai pukul 08.00, sedangkan sebelumnya selama 24 jam, sebab kondisi lingkungan pengungsian kian beranjak membaik.

Dr Hj. Nia
Dr Hj. Nia Soniawaty.

Posko Kesehatan tersebut, dikelola secara bergiliran oleh personil dari sepuluh Puskesmas dengan koordinator Puskesmas Cilawu selaku tuan rumah.

Pengungsian di Rusunawa mendesak pula bisa lancarnya pasokan air bersih setiap hari, ungkap Nia Soniawaty, antara lain menyerukan.

Bencana banjir bandang ini, data sementara menelan 1.322 korban. Di antaranya menewaskan sekitar 34 korban, 19 korban dilaporkan hilang, serta sembilan korban dirawat di RS Guntur.

Kemudian juga memporak-porandakan 93 hektare areal pertanian, serta merusak delapan hektare areal perkebunan.

Pengungsi Korban Amuk Cimanuk.
Pengungsi Korban Amuk Cimanuk.

Total kerusakan rumah penduduk mencapai 2.511 unit, terdiri rusak berat 858 unit, rusak sedang 207 unit, serta rusak ringan 1.446 unit rumah.

Camat Cilawu Ahmad Mawardi mengatakan, para pengungsi menempati Rusunawa berasal dari wilayah Kecamatan Tarogong Kidul, dan Kecamatan Garut Kota.

Antara lain yang kini diperlukan pasokan bantuan dana operasional sekitar 72 relawan.

Mereka meliputi kalangan pemuda serta kaum ibu dari Gandasari Kecamatan Cilawu.

Terdapat 30 di antaranya mengelola dapur umum, serta 42 relawan operasional.

Pengungsi.
Pengungsi.

Wakil Bupati dr H. Helmi Budiman menyatakan, Pemkab setempat mencarikan solusi merelokasi korban bencana banjir bandang, yang kini di pengungsian maupun masih di bantaran Sungai Cimanuk. Terdapat beberapa lokasi direkomendasikan menjadi tempat relokasi.

Masing-masing antara lain di Kecamatan Karangpawitan, Margawati Garut Kota, dan Lapangan Sukagalih Tarogong Kidul, yang  direkomendasikan dan diteliti kontur tanahnya.

“KRS Cimanuk Paling Tinggi”

Sungai Cimanuk memiliki angka “Koefisien Regim Sungai” (KRS) maupun angka kritis tertinggi dibanding sungai lain di Pulau Jawa. Makin tinggi angka KRS itu maka makin berpotensi menyebabkan banjir dan longsor.

Amuk Cimanuk Porak-porandakan Areal Persawahan.
Amuk Cimanuk Porak-porandakan Areal Persawahan.

Koefisien Regim Sungai/KRS, bilangan menunjukkan perbandingan antara nilai debit maksimum (Qmaks) dengan nilai debit minimum (Qmin) pada suatu DAS/sub DAS. Dari pelbagai hasil penelitian menunjukkan DAS Cimanuk memasuk kritis dan tidak sehat sejak 1980 an.

Ambang batas kritis berada di angka KRS 80, namun kini DAS Cimanuk berangka 713 atau ada perbedaan debit yang tajam sampai 713 kali antara debit terendah dan debit tertinggi.

Angka tinggi KSR tinggi menunjukkan hujan turun tidak mampu ditahan vegetasi di gunung dan bukit, akibatnya meluncur ke sungai-sungai menyebabkan debit air melimpah dalam waktu singkat.

Renungi Kondisi sawah Dimiliki.
Renungi Kondisi sawah Dimiliki.

Daerah lain perlu meningkatkan kewaspadaan karena sungai mereka mempunyai angka KRS melebihi 80 yaitu Sungai Citarum Bandung (92), Sungai Citanduy Tasikmalaya (111), Sungai Cisadane Tangerang (143), Sungai Serayu Wonosobo (165), Sungai Ciujung Banten (189,5), Sungai Brantas Malang (205) dan Sungai Bengawan Solo, Solo (541).

Menyusul sempat selama sekitar empat jam terjangan puncak ketinggian permukaan air Sungai Cimanuk mencapai delapan meter, berkecepatan sekitar 50 kilometer per jam.

Padahal pada kondisi normal berketinggian air berkisar 50 cm hingga 60 cm, bahkan lebih rendah atawa 40 cm berdebit air 6 m3/detik maupun 6.000 liter/detik.

Wabup Helmi Budiman Lintasi Tanggul/Keermer DAS Cimanuk Pasca Bencana.
Wabup Helmi Budiman Lintasi Tanggul/Keermer DAS Cimanuk Pasca Bencana.

Kepada Garut News, Senin (26/09-2016) dia mengemukakan, sebelumnya pada Selasa, 20/09-2016 pukul 19.00 ketinggian permukaan Sungai Cimanuk dibawah empat meter.

Dua jam kemudian maupun pukul 21.00 ketinggiannya menjadi diatas empat meter.

“Terjangan puncak amuk sungai tersebut, berlangsung sejak pukul 23.20 hingga menjelang pukul pukul 24.00 (Selasa, 20 September 2016), kemudian menurun pada ketinggian sekitar 4,5 meter pada pukul 04.15 (Rabu, 21 September 2016),” ungkap Ayi Solihin (52), Mandor Pos Duga Air Otomatik Leuwidaun Sungai Cimanuk di Desa Paminggir Kecamatan Garut Kota.

Amuk Cimanuk Berdampak Sangat Tragis.
Amuk Cimanuk Berdampak Sangat Tragis.

Masih menurut Ayi Solihin, meski selama ini pada kondisi normal berketinggian berkisar 50 cm hingga 60 cm, tetapi setelah dibangun Bendung Copong, ketinggian normalnya menjadi berkisar 80 cm hingga 90 cm, maupun terjadi peningkatan setinggi 30 cm.

Disusul pada pukul 22.00 terus meningkat menjadi 4,3 meter hingga 4,5 meter, serta meningkat lagi pada pukul 23.20 menjadi berketinggian 7,7 meter hingga setinggi delapan meter menjelang tengah malam.

Dikatakan, pemeriksaan muka air secara manual itu, setiap hari tiga kali dilaksanakan Ayi Solihin. Masing-masing pada pukul 07.00, pukul 12.00, serta pukul 17.00 serta rekapitulasinya dilaporkannya setiap bulan.

 

**********

Pelbagai Sumber.