RGHB Apresiasi Obsesi Warga Wujudkan Wisata ‘Ampel’

0
69 views
Pasangan Nomor Urut Satu (1).

“Segera Dikaji Menjadikan Amazing Garut”

Garut News ( Rabu, 07/03 – 2018 ).

Pasangan Nomor Urut Satu (1).

Pasangan  ‘Rudy Gunawan dan Helmi Budiman’ (RGHB) sangat mengapresiasi positip pada obsesi maupun keinginan besar masyarakat mewujudkan Lapangan Ampel Panawuan Sukajaya menjadi wahana eko wisata.

“Lantaran areal lapangan ampel seluas sekitar lima hektare tersebut, bekas tanah carik yang kini menjadi aset Pemkab Garut yang selama ini masih mengesankan dibiarkan terlantar,” ungkap Helmi Budiman kepada Garut News, Rabu (07/03-2018).

Panorama Seputar Kawasan Ampel Panawuan Sukajaya.

Sehingga mendesak segera dilakukan kajian yang terukur dan menyeluruh, yang bisa semakin menjadikan ‘Amazing Garut’, imbuh Helmi Budiman pula menyikapi kian merebak – maraknya asa masyarakat memiliki sarana wisata di wilayah mereka.

Sebagaimana selama ini kerap mengemuka dari kalangan pemuka warga setempat, termasuk tokoh pemudanya antara lain Ujang Wahyat, dia katakan Lapangan  Ampel merupakan potensi yang sangat prosfektif di wilayah Kecamatan Tarogong Kidul.

Ujang Wahyat (Nomor Dua Dari Kanan) Beserta Rekan.

“Selain sebagai ruang terbuka hijau, juga bisa diberdayakan menjadi wahana eko wisata serta fasilitas umum lainnya,” ujar Ujang Wahyat.

Apalagi ungkapnya pula, bakal segera dibangunnya Jembatan Ampel beserta penataan ruas badan jalannya, sehingga lokasi Lapangan Ampel bisa ditempuh dari Panawuan Sukajaya, dan dari Rancamaya, imbuh Ujang Wahyat.

“Prioritaskan Pembangunan Infrastruktur”

Pembangunan infrastruktur, salah – satu prioritas Pemkab Garut. Di antaranya melalui pasokan pembiayaan 18,97 persen atau Rp882.414.724.098 dari totalitas volume APBD 2017 lalu bernilai Rp4.651.090.960.780,-

Sedangkan jalur wisata/jalan alternatif bernilai Rp6.279.520.000, juga merupakan satu dari sekitar 22 kegiatan proyek Amazing Garut yang dilaksanakan selama 2017 ilam.

Sebagai komitmen Pemerintah Daerah menuju Kabupaten Garut bermartabat, melalui pembangunan pelbagai bidang infrastuktur guna menunjang kesejahteraan, dan perekonomian masyarakat.

Sehingga, memprioritaskan membangunan di pelbagai sektor infrastuktur, di antaranya rehabilitasi jalan, pembuatan jalan baru, pembangunan puskesmas dan banyak lagi.

Agar bisa dimanfaatkan dan bermanfaat bagi masyarakat menunjang kesejahteraan, dan peningkatan perekonomian.

Selain itu berlangsung pula Grand Launching dengan penandatanganan kontrak pekerjaan peningkatan ruas Jalan Bantarpeundeuy – Cilaut pada km. 0+000 hingga km. 5+400 di Desa Sukanegara Kecamatan Cisompet  pun ditandai peletakan batu pertama, Senin (05/02-2018).

Sedangkan terselenggaranya pekerjaan peningkatan ruas jalan ini menghasilkan lima ruas jalan sepanjang 29 km di kecamatan Cisompet, kemudian 6.5 km di Bantarpeundeuy, dan Jalan Sukanegara – Panyindangan sepanjang 5.4 km selebar 4 m.

Peningkatan ruas jalan Bantar Peundeuy – Cilaut itu, guna memermudah akses masyarakat di kedua wilayah ini, sekaligus memercepat laju pertumbuhan ekonominya.

Membuka dan Memerlancar Akses Perekonomian Masyarakat.

Lantaran pembangunan infrastruktur merupakan prioritas, yang diselenggarakan karena dengan kualitas infrastruktur yang baik, bisa mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi, serta dipastikan mendorong “Indek Pembangunan Manusia” (IPM) nya.

“Jika jalan, jembatan, perumahan baik maka semua sektor kehidupan masyarakat akan ikut terdorong, sebab transportasinya cepat dan murah”

Launching ruas Jalan Bantarpeundeuy – Cilaut bersumber DAK senilai Rp9.5 Miliar, menggunakan anggaran tahun 2017 dan 2018.

Kepala Bidang Bina Program pada Dinas PUPR, Jujun Juansyah katakan, untuk di Kecamatan Cisompet panjang jalan kabupaten 29 km berkondisi rusak sedang dan berat sepanjang 21 km, sedangkan berkondisi baik hanya 7 km.

Apabila jalan Bantar Peundeuy – Cilaut selesai dikerjakan berarti baru 50 persen kondisi jalan kabupaten di Kecamatan Cisompet, dan pekerjaan dilanjutkan pada tahun mendatang rencananya dibangun hingga menembus Pamalayan di Kecamatan Cikelet.

Terselenggaranya pekerjaan peningkatan ruas jalan ini menghasilkan 5 Ruas jalan sepanjang 29 km di kecamatan Cisompet, 6.5 km di Bantarpeundeuy, dan jalan Sukanegara – Panyindangan sepanjang 5.4 km dan lebar 4 m.

Kepala Seksi Penelitian dan Pengembangan Bina Program pada Dinas PUPR, Gun Gun Sukma Utama, ST antara lain menambahkan keterangannya pada 2018 ini dilanjutkannya pembangunan pengerasan  lapisan penetrasi jalan baru Cangkuang – Leles.

Kemudian Kadungora – Leles, ruas jalan Lingkar Cipanas dari Kubang, melanjutkan pembangunan jalan by pass, termasuk jembatan dan flyover, serta peningkatan sejumlah ruas jalan di wilayah Selatan Garut.

‘Garut Amazing’

Penguatan dan pemantapan kualitas program ‘Garut Amazing’ yang digelindingkan ‘Rudy Gunawan dan Helmi Budiman’ (RGHB) tahun ini, antara lain dengan memaksimalkan pemanfaatan alokasi dana Rp271 miliar. 

Masing – masing bersumber APBD 2018 bernilai Rp233 miliar, ‘Dana Alokasi Khusus’(DAK) Rp26 miliar, serta dana lainnya Rp12 miliar, yang segera diwujudkan pada 73 kegiatan dengan 695 paket pekerjaan, ungkap dr H. Helmi Budiman di sela jeda kesibukan cuti kampanyenya di Zona 4, Rabu (28/02-2018).

Jujun Juansyah Nurhakim.

Sebagai upaya bisa segera memenuhi harapan masyarakat termasuk para pengguna jasa jalan mendapatkan solusi efektif mengurai kemacetan arus lalu lintas dari dan ke Kabupaten Garut.

Sekaligus terdongkraknya perekonomian masyarakat melalui pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, serta terwujudnya kenyamanan seluruh kalangan, ungkapnya ketika didesak pertanyaan Garut News.

Ditemui terpisah Plt. Sekretaris Dinas “Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat” (PUPR) kabupaten setempat, Jujun Juansyah Nurhakim, ST, MT di ruang kerjanya katakan, tahun anggaran 2018 ini, ‘memang paling memprioritaskan Program Amazing Garut’.

Lintasi jalan Poros jalan Desa yang Mulus.

Di antaranya pembangunan jalan Lingkar Cipanas sepanjang 3 km selebar 14 meter berkonstruksi pembentukan badan jalan dengan alokasi dana APBD bernilai Rp4,8 miliar.

Kemudian lintasan jalan By Pass Kubang sepanjang 500 meter antara Maleer – Copong berkonstruksi pembentukan badan jalan dengan dana APBD bernilai Rp973 juta.

Selanjutnya pembangunan jalan alternatif Kadungora pada KM 6,5 hingga KM 9,2 sejauh 2,7 kilometer berkonstruksi pembangunan badan jalan dengan dana APBD bernilai Rp5,8 miliar.

Mengemas Rancangan Program Lanjutan.

Kemudian masih di Kadungora pada 0 – 6,5 kilometer berkonstruksi pembangunan badan jalan dan penetrasi dengan APBD bernilai Rp8,4 miliar.

Disusul pembangunan Jalan Cangkuang – Leles berkonstruksi lapisan penetrasi beserta pembangunan pelengkapnya dengan dana Banprov bernilai Rp2 miliar.

Digarap pula pembangunan flyover Kadungora – Leles dengan panjang bentangan 40 meter berketinggian 8 meter berkonstruksi komposit baja beton dilengkapi lebih 10 tiang pancang masing – masing bergaris tengah 30 centimeter berkedalaman 6 meter dengan dana APBD bernilai Rp9,5 miliar.

Diselenggarakan juga pembangunan jembatan Cikembulan sepanjang 25 meter berketinggian 6 meter dengan konstruksi beton prestess dibiayai APBD bernilai Rp2 miliar.

Peningkatan Jalan Limbangan – Margamukti sejauh 4 km berkonstruksi beton redimix dengan DAK bernilai Rp6,3 miliar.

Serta peningkatan ruas jalan Bantar Peundeuy – Cilaut Cisompet sejauh 5,4 kilometer dengan DAK bernilai Rp9,5 miliar berkonstruksi beton redimix.

Masih menurut Jujun Juansyah Nurhakim, kegiatan bersumber DAK sudah sedang berjalan, sedangkan yang bersumber dana lainnya pengumuman lelangnya hari ini, ungkapnya.

Sehingga seluruh kegiatan bisa berjalan mulai pertengahan Maret mendatang, sedangkan kegiatan bernilai di bawah Rp200 juta berupa hibah ke desa masih menunggu proses penyelesaian administrasi hibah termasuk kelengakapan profosal.

Mengenai perencanaan program pembangunan 2019 mendatang tetap mengacu pada RPJMD Kabupaten Garut, ungkap Jujun Juansyah Nurhakim yang juga Kepala Bidang Bina Program pada Dinas PUPR.

Dia menambahkan pada tahun anggaran 2018, idealnya alokasi pendanaan kegiatan lingkup Dinas PUPR mencapai 20 persen, namun hanya dialokasikan di bawah 10 persen, namun demikian Program Amazing juga berlangsung pada seluruh tujuh SOPD.

Garut Amazing juga indikatornya bukan hanya dengan alokasi dana yang sangat besar, melainkan antara lain berupa kegiatan inovasi yang bernilai menakjubkan maupun luar biasa, ungkap Jujun Juansyah Nurhakim pula.

*******

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.