Realisasi Relokasi Korban Pergerakan Tanah Tunggu Kajian

0
72 views

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Selasa, 22/03 – 2016 ).

Warga Kampung Selaawi Terpaksa Masih Menempati Rumah Berkondisi Nyaris Rubuh Lantaran Pergerakan Tanah.
Warga Kampung Selaawi Terpaksa Masih Menempati Rumah Berkondisi Nyaris Rubuh Lantaran Pergerakan Tanah.

Dikabarkan Pemkab Garut segera merelokasi penduduk korban dampak pergerakan tanah di Dusun Ciawi Kampung Sawah Hilir, dan Selaawi Desa Sindangsari Kecamatan Cisompet ke lokasi lain dinilai aman.

Terdapat tiga titik lokasi disurvei, serta dibidik Pemkab setempat guna dijadikan bakal lahan relokasi warga. Satu titik pada lahan milik Perkebunan PT Tatar Anyar Neglasari, dan dua titik lain di lahan milik masyarakat.

Tetapi merealisasikannya belum bisa dipastikan, lantaran masih menunggu pengkajian lembaga berkompeten terkait aman atawa tidaknya ketiga titik bakal lahan relokasi tersebut, dari kemungkinan terjadi pergerakan tanah.

“Memang rencana lokasi masih seputar Desa Sindangsari. Namun perlu kajian dulu. Jangan sampai lokasi itu juga ternyata masih rawan maupun labil,” ungkap Wakil Bupati Helmi Budiman, Senin (21/03-2016).

Ade Tunjukan Lintasan Rekahan Pergerakan Tanah.
Ade Ardiansyah Tunjukan Lintasan Rekahan Pergerakan Tanah.

Dikemukakan pula, Pemkab membangun rumah hunian sementara menampung warga pengungsi. Diharapkan, rumah semi permanen ini rampung dalam dua tiga pekan ini, katanya.

Kepala Pelaksana BPBD Dadi Zakaria membantah kekurangan fasilitas seperti tenda di lokasi pengungsian. Apalagi di sana terdapat petugas Puskesmas selalu siap bertugas. Pihaknya juga akan mengirimkan lagi beberapa tenda tambahan ke lokasi.

Dia katakan, di lokasi pengungsian terdapat empat unit tenda berukuran 40 m2. Masing-masing tenda bisa menampung sekitar 30 pengungsi. Terdapat juga satu unit dapur umum berukuran 20 m2, serta dua unit MCK berukuran 2 x 6 meter per-unit.

Kepala Seksi Bantuan Perlindungan Sosial pada Dinsosnakertrans Budiyana menyatakan, di kantornya tersedia terpal 60 buah. Namun terpal tersebut belum dikirimkan ke lokasi pengungsian sebab masih menunggu datangnya kiriman beras dari Ciamis.

“Kalau hanya membawa tenda dan terpal tak sambil membawa logistik, rasanya kurang baik juga,” katanya pula berkilah.

Kepala Desa Sindangsari Agus Susanto mengaku, di desanya ada 84 rumah panggung dan 43 rumah permanen milik warga mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah.

Juga terdapat 116 rumah panggung maupun permanen tak mengalami kerusakan, namun mesti direlokasi karena lokasinya terbilang berada di lahan rawan pergerakan tanah.

Dijelaskan, penduduknya masih khawatir terus meluasnya pergerakan tanah mengancam rumah pemukiman mereka.

Ungkapan senada dikemukakan pemuka Kampung Selaawi Desa Sindangsari, Ade Ardiansyah. Meski kebanyakan warga masih menempati rumahnya, mereka kerap dihantui kian parahnya kerusakan bangunan rumah terjadi akibat meluasnya pergerakan tanah.

“Pergerakan tanah ini sebenarnya terjadi sejak 2010 lalu, namun semakin meluas pada tahun ini. Kita pernah mengajukan agar warga direlokasi melalui pemerintah kecamatan, namun sampai sekarang belum ada tanggapan,” ungkapnya.

Dikatakan, Kampung Selaawi dihuni 28 kepala keluarga dengan jumlah jiwa mencapai 140 penduduk.

********

( nz, jdh ).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here