Realisasi Pencairan Program Kemitraan Mitra Binaan PT Asuransi Jiwasraya (Persero)

0
187 views

Garut News ( Senin, 18/12 – 2017 ).

Gema Arief Pramuji.

PT Asuransi Jiwasraya (Persero) sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang jasa asuransi, memiliki kewajiban untuk memajukan ekonomi masyarakat para pelaku usaha mikro dan kecil (UMK). Hal tersebut dilakukan dengan memberikan dukungan permodalan dan pembinaan melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL).

“PT Asuransi Jiwasraya (Persero) selalu aktif melakukan pembinaan kepada para pelaku UMK khususnya yang terkait dengan pengembangan produk-produk lokal dan penciptaan peluang kerja,” kata Dhanny Bachtazar, Kepala Bagian PKBL Head Office PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Hal tersebut disampaikan saat melakukan realisasi pembiayaan kepada kelompok usaha konveksi jaket Bogana I di Garut, Rabu pekan lalu (13/12-2017).

Jalinan “Program Kemiteraan dan Bina Lingkungan” (PKBL).

Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan penandatanganan perjanjian pembiayaan antara Kelompok Usaha Bogana I dengan PT Asuransi Jiwasraya. Sebanyak 10 pelaku usaha di bidang konveksi jaket di Kelurahan Sukamentri, Kecamatan Garut Kota, yang tergabung dalam kelompok itu mendapatkan pembiayaan dari PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Masing-masing pengusaha mendapatkan pinjaman sebesar Rp 50 juta, dengan total seluruhnya Rp 500 juta. Jangka waktu pinjaman selama tiga tahun (36 bulan) dengan tingkat bunga hanya 3% pertahun.

Dalam melaksanakan program ini, pihak PT Asuransi Jiwasraya (Persero) menjalin kerjasama dengan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) sebagai fasilitator dan mediator.

Penandatanganan Perjanjian.

Dalam hal ini PNM membantu menyiapkan kelompok calon mitra binaan, melakukan survey dan analisa kelayakan usaha, melakukan pelatihan (capacity building), hingga pendampingan dan monitor selama pembiayaan masih berlangsung.

Kegiatan ini pun dilakukan langsung oleh PNM Kantor Pusat melalui Divisi Jasa Manajemen, Kemitraan dan LKMS (JML) dan PNM Cabang Garut.

Melalui kerjasama di antara kedua BUMN ini diharapkan kualitas pelaksanaan program kemitraan bisa lebih baik yaitu tepat sasaran, dan bisa dikembalikan secara lancar.

Meskipun dana yang disalurkan tergolong sangat murah (hanya 3% per tahun), tetapi dana tersebut tetap harus dikembalikan agar bisa digulirkan untuk pelaku UMK lainnya. Karena itu pihak BUMN tetap mensyaratkan adanya jaminan bagi para mitra binaan, baik secara individu maupun kolektif.

Artinya, bisa saja jaminan itu disediakan oleh salah seorang anggota sepanjang bisa meng-cover seluruh pinjaman dari kelompok tersebut.

Terkait dengan dipilihnya “Kelompok Usaha Bogona I” sebagai mitra binaan karena didasarkan pada kenyataan bahwa jenis usaha konveksi jaket ini sangat potensial untuk terus dikembangkan.

“ Bahkan produk jaket yang sebagian besar untuk ekspor ini sudah menjadi icon Kota Garut. Para pengrajin ini sudah memiliki jaringan ekspor ke berbagai negara. Dengan demikian usaha ini tidak hanya membantu penciptaan lapangan kerja tetapi juga bisa menghasilkan devisa bagi negara, “ ungkap Gema Arief Pramuji, Pemimpin PNM Cabang Garut. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here