Reaktor Nuklir Berbiaya 1,6 Triliun Akan Dibangun di Serpong

Garut News ( Kamis, 21/08 – 2014 ).

Ruang reaktor nuklir milik Badan Tenaga Nuklir Nasional di Kompleks Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Serpong, Tangerang, Banten, Selasa (23/4/2013). Reaktor nuklir serba guna yang dikembangkan untuk kepentingan penelitian sejak 1972 tersebut memiliki daya 30 megawatt. (HANDOUT / BNPT).
Ruang reaktor nuklir milik Badan Tenaga Nuklir Nasional di Kompleks Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Serpong, Tangerang, Banten, Selasa (23/4/2013). Reaktor nuklir serba guna yang dikembangkan untuk kepentingan penelitian sejak 1972 tersebut memiliki daya 30 megawatt. (HANDOUT / BNPT).

– Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) berencana membangun reaktor nuklir di Serpong. Reaktor yang dibangun adalah reaktor daya eksperimen, bukan reaktor nuklir komersial.

“Kapasitasnya 30 Megawatt,” kata Kepala Batan, Djarot Wisnubroto, dalam pertemuan dengan wartawan, Kamis (21/08-2014) di Jakarta.

Lantaran sifatnya eksperimental, maka reaktor dibangun tak ditargetkan menghasilkan listrik konsumsi publik.

“Tujuannya demosntrasi pada masyarakat tentang cara menghasilkan listrik nenggunakan nuklir,” kata Djarot.

Selain itu, reaktor dibangun diharapkan bisa menunjukkan kepada publik bahwa reaktor nuklir juga bisa menghasilkan bahan lain, misalnya hidrogen.

Reaktor dibangun di wilayah Serpong, di kawasan Puspiptek. “Biayanya 1,6 triliun,” ujar Djarot.

Sejauh ini, disepakati dana pembangunan reaktor daya itu diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Djarot katakan, dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2015-2019 bidang iptek, dana pembangunan reaktor daya eksperimen juga dimasukkan.

Meski demikian, realisasi pembangunan reaktor daya eksperimen itu tergantung pada keputusan pemerintah baru nanti.

Dalam pertemuan hari ini, hadir pula Deputi Dirjen Badan Atom Internasional (IAEA), Alexander Bychkov dan pihak Bapeten.

Dalam pembangunan reaktor daya eksperimen nanti, IAEA bersedia memberikan bantuan teknis dan ahli.

Jenis bantuan spesifik dibahas pada pertemuan Batan dan IAEA besok (22/08-2014).

Penulis : Yunanto Wiji Utomo
Editor : Yunanto Wiji Utomo//Kompas.com

Related posts