Reaktivasi Cibatu-Cikajang Tunjang Prosfektif Mobilitas KA

0
82 views

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Rabu, 13/04 – 2016 ).

Hari Winarno.
Hari Winarno.

Kabid Laut, Udara, “Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan” (ASDP) pada Dishub Kabupaten Garut, Hari Winarno berpendapat, reaktivasi lintasan rel KA menghubungan Cibatu-Garut-Cikajang bisa menunjang prosfektif mobilitas KA secara menyeluruh.

Lantaran jika hanya berhitung “cor busines” diaktifkannya kembali lintasan menghubunghkan Cibatu-Garut-Cikajang, dipastikan tak “visible”

Tetapi apabila reaktivasi tersebut, dijadikan analisis ekonomi sebagai sarana penunjang mobilitas transfortasi KA secara menyeluruh, dipastikan memiliki prosfektif ekonomi yang tinggi.

Bermanuver 180 Derajat, Dengan Kemiringan Sudut Elevasi Berkisar lima Hingga Sepuluh Derajat, Mendaki Menjelang Lebak Jero Garut.
Bermanuver 180 Derajat, Dengan Kemiringan Sudut Elevasi Berkisar lima Hingga Sepuluh Derajat, Mendaki Menjelang Lebak Jero Garut.

Menyusul, bisa memerpanjang mobilitas KA dari Jakarta-Bandung-Cibatu-Garut-Cikajang, serta Cikajang hingga Surabaya, Jawa Timur, katanya.

Kepada Garut News di ruang kerjanya, Rabu (13/04-2016), Hari Winarno juga mengemukakan reaktivasi atawa pengaktifan kembali lintasan rel KA sepanjang 47,4 kilometer menghubungkan wilayah Kecamatan Cibatu dengan Kecamatan Cikajang itu, diagendakan segera diuji kelayakannya oleh Kemenhub, selama lima bulan, katanya pula.

“Lintasan KA Tertinggi Indonesia”

Kereta Api (KA), sejak dahulu diwujudkan antara lain guna memenuhi kebutuhan wahana angkutan massal penumpang umum, atawa barang dari suatu tempat menuju tujuan lokasi tertentu.

Menawan.
Menawan.

Ternyata fenomena tersebut, jika difungsikan maksimal juga terencana, terukur serta berkesinambungan, dipastikan bisa menanggulangi permasalahan kemacetan arus lalu lintas sepanjang lintasan ruas badan jalan raya.

Kemacetan arus lalu lintas, yang kini nyaris kerap terjadi dimanapun bahkan kian “menggila”.

Padahal Kabupaten Garut, Jawa Barat, juga pernah menjadi nominasi pemilik lintasan jalan KA pada dataran tertinggi di negeri Bernama Indonesia.

Lantaran titik lokasi Stasiun KA Cikajang terbaring bisu pada hamparan berketinggian 1.246 mdpl.

Melintas Jembatan Kokoh Peninggalan Kaum Penjajah.
Melintas Jembatan Kokoh Peninggalan Kaum Penjajah.

Sebagai terminal terakhir pemberhentian rangkaian gerbong kayu yang “dihela” lokomotif uap jenis CC50 berkekuatan 1.200 tenaga kuda.

Jenis lokomotif bernama “Paksengok”, demikian sebutan akrab penduduk Kampung Cikurantung Desa Padamukti Kecamatan Pasirwangi atawa pemekaran dari Kecamatan Samarang itu, bisa menarik rangkaian gerbong kayu berbobot total 1.300 ton.

Malahan bisa melaju 55 km per jam pada tikungan menukik sekalipun, didatangkan pada 1927 produk Werkspoor Belanda, serta Schweizerische Lokomotiv-und Maschinenfabrik Swiss.

Menerabas Lintasan Berbahaya.
Menerabas Lintasan Berbahaya.

Ternyata “Paksengok” lebih unggul melintasi Cibatu – Garut – Cikajang sejauh sekitar 47,4 kilometer, sebab berbadan berat.

Dibandingkan lokomotif Diesel jenis CC200 produk General Electric 1953 kendati kapasitasnya 1.750 tenaga kuda.

Namun lintasan Garut-Cikajang resmi menjadi pupus September 1982, disusul kemudian Cibatu-Garut pun ditutup pada Desember tahun berikutnya.

Berdasar Perda Nomor 23/2011 Tentang “Rencana Tata Ruang Wilayah” (RTRW) Kabupaten Garut 2011-2031.

Sama-sama Moda Angkutan Barang.
Sama-sama Moda Angkutan Barang.

Terdapat “asa” atawa harapan terwujudnya kembali reaktivasi nostalgia beraktivitasnya lintasan KA Cibatu – Cikajang.

“Tetapi hingga kini asa tersebut, masih timbul tenggelam juga sarat opini pro dan kontra, atawa kian samar nyaris menyerupai bayangan dan mimpi malam”

 

*******

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here