Ratusan Penduduk Korban Banjir Bandang Mendesak Direlokasi

0
166 views
Maman Terpaksa Kembali Huni Rumah Korban Banjir, Meski Berkondisi Membahayakan.

“Ratusan Pengungsi Mendesak Direlokasi, Setelah Bupati Serahkan Rumah Tapak Kopi Lombong”

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Kamis, 28/09 – 2017 ).

Maman Terpaksa Kembali Huni Rumah Korban Banjir, Meski Berkondisi Sangat Membahayakan.

Seluruh 44 kepala keluarga (KK) atau 300 lebih penduduk korban banjir bandang puncak amuk Sungai Cimanuk Garut, Jawa Barat, kini semakin mendesak bisa segera direlokasi pada hunian tetap, lantaran menjalani kehidupan sebagai pengungsi di hunian sementara (Huntara) dinilai berkondisi kian lama sangat menjenuhkan.

Sehingga beberapa kepala keluarga di antaranya, terpaksa kembali menempati rumah miliknya pada lokasi rawan banjir bekas bencana di Kampung Kikisik Kelurahan Sukakarya Kecamatan Tarogong Kidul, meski rumah yang ditempati tersebut berkondisi nyaris rubuh terdampak banjir bandang, 20 September 2016 silam.

Sugianto.

“Nyaris setiap hari didatangi warga yang mendesak segera direlokasi, saya hanya bisa menjawab sabar dan terus bersabar hingga ada keputusan dari Pemkab setempat,” ujar Ketua RW. 12 Kelurahan Sukakarya ini, Sugianto kepada Garut News, Kamis (28/09-2017).

Setiap seluruh 44 kepala keluarga warganya tersebut, semakin mendesak bisa segera direlokasi setelah mereka mendengar informasi Bupati Rudy Gunawan menyerahkan 42 unit rumah tapak bagi korban terdampak puncak amuk Sungai Cimanuk, yang berlokasi di Blok Kopi Lombong Keluarahan Sukagalih Tarogong Kidul pada Rabu (20/09-2017) lalu.

Bantaran Lintasan DAS Cimanuk Garut, Hingga Kini Masih Sarat Dengan Pemukiman Penduduk.

Sedangkan 42 unit rumah tapak di Blok Kopi Lombong tersebut, terdapat sekitar 30 unit di antaranya dihuni para korban terdampak banjir bandang berasal dari Asrama Tarumanagara, depan Lapangan Paris Garut.

Selebihnya antara lain dihuni korban dari Kampung Cimacan, serta asal Kecamatan Tarogong.

Sugianto juga sangat mengharapkan agar pimpinan daerah atau diwakili aparat Pemkab/Setda Garut, bisa segera menyosialisasikan kepada warganya antara lain mengenai penyebab korban terdampak dari Kampung Kikisik, serta asal daerah lainnya hingga kini satu tahun pascabencana, masih pula belum direlokasi.

Berkondisi Padat Penduduk.

Harapan senada dikemukakan pula oleh Maman(45), ayah lima anak berprofesi sebagai buruh bangunan juga katakan terpaksa kembali menempati rumahnya yang nyaris rubuh lantaran terlalu lama mengungsi di huntara Islamic Center, sangat menjenuhkan bagi seluruh keluarganya.

Sehingga diharapkan segera direlokasi pada hunian tetap, imbuhnya dengan nada memelas.

 

*********

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here