Kebakaran Cagar Alam Papandayan Bisa Semakin Meluas

0
173 views

Garut News ( Senin, 07/09 – 2015 ).

Para Pendaki dan Pecinta Alam Bergegas Turun Gunung. (Foto : John Doddy Hidayat).
Para Pendaki dan Pecinta Alam Bergegas Turun Gunung. (Foto : John Doddy Hidayat).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut, Dadi Djakaria menyatakan terbakarnya seratusan hektare areal hutan Gunungapi Papandayan dimungkinkan bakal bertambah, atawa meluas.

Lantaran kobaran titik api belum sepenuhnya bisa dipadamkan, diperparah sangat kencangnya tiupan angin pada kemarau panjang ini.

Peristiwa yang diketahui Ahad (06/07-2015) Pukul 23.00 WIB tersebut, berlokasi pada hutan Blok Tegal Alun Cagar Alam Papandayan “Konservasi Wilayah Alam” (KWA) V BKSDA Provinsi Jawa Barat.

Sedangkan upaya dilakukan, membuat sekat-sekat petak bakar, menyusul antara lain terbakarnya tanaman cantigi, hamparan tanaman bunga  endelwase, termasuk vegetasi paku-pakuan, berikut hamparan alang-alang kering.

Dadi Djakaria Bersama Kabid Rehabilitasi dan Rekontruksi, Heri Gunawan.
Dadi Djakaria Bersama Kabid Rehabilitasi dan Rekontruksi, Heri Gunawan.

Dia menyerukan, agar para pendaki atawa pecinta alam termasuk wisatawan hendanya berhati-hati di lokasi Papandayan.

Semua pihak juga agar meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap bahaya kebakaran, selain itu masyarakat diserukan supaya bersahabat dengan alam.

Dadi Djakaria katakan pula, penyebab kebakaran itu, faktor alam, katanya.

DARI LAPANGAN DILAPORKAN PULA, TERBAKARNYA RATUSAN HEKTAR DI KAWASAN GUNUNGAPI PAPANDAYAN, HINGGA SENIN (07/09-2015) SIANG MENJELANG PETANG MASIH TERUS BERLANGSUNG.

LUASNYA AREAL HUTANTERBAKAR, SERTA MINIMNYA PERALATAN SERTA TERBATASNYA JUMLAH PERSONIL PETUGAS, MENJADIKAN KOBARAN API SULIT PADAMKAN.

SEBAB DINILAI BERBAHAYA, PARA PENGUNJUNG DAN PENDAKI GUNUNG TERPAKSA DIMINTA MENINGGALKAN KAWASAN PAPANDANYAN.

SEDANGKAN AKIBAT PERISTIWA KEBAKARAN DI BLOK TEGAL ALUN/ PONDOK SALADAH DAN TEGAL PUNCAK// KAWASAN WISATA GUNUNGAPI PAPANDANYAN SEMENTARA WAKTU DITUTUP SAMPAI BATAS YANG DITENTUKAN.

MINIMNYA PERALATAN MENJADI KENDALA DIKELUHKAN PARA RELAWAN DALAM MEMADAMKAN API.

LANTARAN DINILAI MEMBAHAYAKAN JIWA, SEJUMLAH PENGUNJUNG SEDANG BERKEMAH DI KAWASAN PAPANDAYAN TERPAKSA DIMINTA MENINGGALKAN KAWASAN PAPANDAYAN.

PARA PENGUNJUNG DARI PELBAGAI KOTA DI JAWA BARAT INIPUN, TERPAKSA KUDU BERGEGAS SEBAB KONDISI KEBAKARAN SEMAKIN MELUAS.

HASBI DAN MAHFUD PECINTA ALAM ASAL SUKABUMI, SERTA BOGOR JUGA TERPAKSA SEGARA BERGEGAS MENINGGALKAN PAPANDAYAN KARENA DIHIMBAU PETUGAS AGAR MENINGGALKAN LOKASI KEMAH MEREKA.

MENURUT KEDUANYA TIUPAN ANGIN DI LOKASI KEBAKARAN MENJADIKAN KOBARAN API SEMAKIN MEMBESAR, BAHKAN MENJALAR KE SEJUMLAH LOKASI LAIN.

KEBAKARAN INI HINGGA SEPANJANG SENIN, MASIH TERUS BERLANGSUNG, TITIK API PERTAMA KALI TIMBUL DI BLOK TEGAL ALUN PONDOK SALADAH, DAN TERUS MERANGGAS KE BLOK TEGAL PUNCAK.

MENURUT PETUGAS BERWENANG, PENYEBAB PASTI KEBAKARAN HINGGA SAAT INI MASIH BELUM DIKETAHUI.

Sedangkan masalah lingkungan lainnya di Kabupaten Garut, antara lain pelaksanaan PHBM selain banyak ditanami sayuran, menjadikan tanah semakin gembur.

Juga banyaknya menerapkan pola tanam menggunakan mosa, atawa menutupi tanaman dengan bentangan plastik, sehingga penyerapan air jika diguyur hujan sangat minim, bisa berakibat gerusan air bersama lumpur meluncur ke arah hilir.

*********

Nugraha, Jdh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here