Ratusan Hektar Sawah Garut Diranggas Wereng Merah

“Sangat Disesalkan Tak Ada Upaya Penyelamatan Dari Instansi Teknis Terkait”

Garut News ( Kamis, 02/01-2014 ).

Seorang Anak Terpaku, Saksikan Ibunya Bersihkan Wereng Merah di Sawah Kadungora. (Foto: John Doddy Hidayat).
Seorang Anak Terpaku, Saksikan Ibunya Bersihkan Wereng Merah di Sawah Kadungora. (Foto: John Doddy Hidayat).

Seluas ratusan hektare sawah pada empat desa di wilayah Kecamatan Kadungora, Garut, Jawa Barat, hancur lantaran diserang hama “wereng merah”.

Mengakibatkan kerugian dialami masyarakat petani mencapai ratusan juta rupiah.
Mereka juga mengeluhkan, tak adanya upaya penyelamatan terhadap tanaman padi tersebut dari instansi teknis terkait.

Petani Beserta Istri dan Anaknya, Hanya Bisa Banyak Memanen Rumput Untuk Ternak Peliharaan, Lantaran Padi Mereka Banyak Diranggas Wereng Merah. (Foto: John Doddy Hidayat).
Petani Beserta Istri dan Anaknya, Hanya Bisa Banyak Memanen Rumput Untuk Ternak Peliharaan, Lantaran Padi Mereka Banyak Diranggas Wereng Merah. (Foto: John Doddy Hidayat).

Padahal serangan hama itu, berlangsung sejak Oktober lalu.

Sejak padi berusia berkisar 10-20 hari mendadak sontak menjadi layu, dan mengering.

Begitu pun tanaman padi berusia 2-3 bulan.

Meski tampak tumbuh buliran bijinya, tetapi tanaman ini terus menguning, kering, dan mati.

Salah seorang petani penduduk Kampung Kiara Goong Desa Mandalasari, Ateng Sutisna(51), katakan  hama tersebut meranggas tanaman padi sejak usia dini hingga pada masa siap panen.

Serangannya sporadis pada setiap wilayah, di antaranya di Desa Mandalasari, Hegarsari, Karang Mulya, dan Ranca Salak.

“Serangan hama ini, tak hanya meranggas tanaman padi di wilayah Kadungora, melainkan juga pada wilayah Kecamatan Leles,” katanya, Rabu (01/01-2014).

Dia pun mengaku bingung, terjadinya serangan hama tersebut.

Bahkan, sangat heran dengan sikap Pemkab Garut tak merespons nasib dialami masyarakat petani.

“Pernah ada bantuan obat pembasmi hama dari desa, tetapi datangnya sangat terlambat. Tanaman padinya juga hancur,” ungkap Ateng, kesal.

Andi Sopandi (57) petani Penduduk Kampung Bangbayang Desa Karang Mulya, Andi Sopandi(57) mengemukakan ungkapan senada.

Menurut dia, baru kali ini serangan hama wereng merah terjadi di daerahnya.

Kerugian dialaminya, dan para petani lain cukup besar.

Dijelaskan, dari lahan seluas 100 tumbak (1.400 m2) miliknya biasa dapat menghasilkan padi sekitar 1,2 ton, kini menjadi melorot drastis.

Produksinya hanya mencapai sekitar 50 kilogram.

“Memang ada bisa dipanen. Tetapi jika dihitung, sangat tak seimbang dengan biaya dikeluarkan. Belum lagi harga pupuk, dan obat-obatan mahal. Rugi,” bebernya.

Kini, Ateng atawa Andi termasuk masyarakat petani lainnya, sangat menyesalkan tak terdapat petugas penyuluhan pertanian mendatangi daerahnya.

“Kalau ada petugas penyuluhan, mungkin serangan hama seperti ini bisa diminimalisasi,” kata Ateng.

Hingga kini, masih belum terdapat tanggapan dari Pemkab setempat, terkait permasalahan tersebut.

******

Zainul, JDH.

Related posts