Ratusan Bangunan Kios Dinilai Liar Terpaksa Dibongkar

0
28 views

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Senin, 28/12 – 2015 ).

Malangbong.
Malangbong.

Sekitar 11 unit kios permanen, juga 285 unit kios semi permanen selama ini dibangun bertengger pada areal seputar Alun-alun Kecamatan Malangbong.

Terpaksa dibongkar paksa petugas “Satuan Polisi Pamong Praja” (Satpol PP) Kabupaten Garut, Senin (28/12-2015).

Banyaknya bangunan kios tersebut dibongkar, lantaran dinilai menyalahi peruntukkan. Demikian pula satu bangunan Pos Polisi terpaksa pula sekaligus dibongkar.

Pembongkaran ratusan bangunan kios itu pun, sempat diwarnai kericuhan antara pedagang dengan petugas Satpol PP, meski kemudian bisa diredam.

Alun-alun Malangbong.
Alun-alun Malangbong.

Tetapi proses pembongkarannya sempat pula menimbulkan kemacetan arus lalu lintas kendaraan pada ruas badan jalan nasional menghubungkan Nagreg-Limbangan Garut-Tasikmalaya.

Sedangkan proses pembongkaran kios dinilai liar tersebut, Satpol PP menurunkan sekitar 90 personil berpakaian lengkap dipimpin langsung Kepala Satpol PP Firman Karyadin, dibantu 70 anggota Polres Garut, dan 22 aparat TNI, enam petugas Dishub, sepuluh petugas Kecamatan Malangbong, dan 11 petugas Dinas Binamarga.

“Dua alat berat bantuan Dinas Bina Marga kita terjunkan membongkar kios milik pedagang dengan penjagaan ketat dari petugas di lokasi. Saat pembongkaran sempat ada riak dengan pedagang. Tetapi bisa diatasi lagi. Alhamdulillah, semua berjalan sesuai rencana,” ungkap Firman.

Dia mengklaim, sebelum pembongkaran dilakukan, pihaknya sejak jauh hari melakukan konsolidasi dengan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan Malangbong, dan sosialisasi terhadap para pedagangnya.

Paska pembongkaran, para pedagang kiosnya dibongkar itu dipindahkan menempati lantai dua bangunan Pasar Malangbong.

Diperuntukan Ruang Terbuka Hijau.
Diperuntukan Ruang Terbuka Hijau.

Dalam pada itu, relokasi para pedagang kaki lima (PKL) mendirikan kios permanen serta semi permanen, serta satu Pos Polisi itu, direncanakan sejak 2013 lalu.

Persoalan menjadi kian runyam akibat ketidaktegasan Pemkab setempat menangani persoalan tersebut, serta masih ada konflik status kepemilikan tanah Alun-alun antara ahli waris keluarga Rd Surayuda dengan Pemkab.

Pemkab menunjuk PT Trie Mukty Pratama Putra selaku pihak pengembang pembangunan Pasar Malangbong. Perusahaan itu mengambil alih pembangunan pasar dari pengembang sebelumnya, yakni CV Panji Wulung.

Namun meski pembangunannya rampung, para pedagang menolak dipindahkan ke lantai dua bangunan pasar ini, mereka beralasan sepi pembeli.

Karena itu, para pedagang nekat memilih mendirikan bangunan kios, dan berdagang di kawasan Alun-alun, sebenarnya diperuntuukan sebagai areal ruang terbuka hijau. Bangunan kios itu pun tanpa dilengkapi “Izin Mendirikan Bangunan” (IMB), katanya.

********

Noel, Jdh.