RAPBD – RPJMD Garut Berjalan “Masing – Masing”

0
92 views

Garut News ( Ahad, 16/11 – 2014 ).

Menerabas Lintasan Berbahaya. (Foto : John Doddy Hidayat).
Menerabas Lintasan Berbahaya. (Foto : John Doddy Hidayat).

Sangat Besarnya defisit anggaran pada RAPBD Kabupaten Garut 2015, terindikasi terdapat potensi inkonsistensi antara RAPBD 2015 dengan Rencana RPJMD 2014-2019

Bahkan tak hanya itu, RAPBD juga dinilai tak sesuai Permendagri Nomor 37 /2014 tentang Pedoman Penyusunan APBD TA 2015.

“Pagu-pagu indikatif RPJMD sudah muncul dan tak ada defisit. Tetapi mengapa di nota pengantar tiba-tiba muncul defisit jumlahnya besar?” ungkap peneliti Masyarakat Peduli Anggaran Garut (MAPAG), Haryono, Ahad (16/11-2014).

Kata dia, pada RPJMD, besaran belanja APBD 2015 mencapai Rp3,1 triliun. Namun dalam nota pengantar Bupati disebutkan, belanja APBD Rp3,496 triliun.

Sehingga terjadi selisih cukup besar.

“Mestinya antara RPJMD dengan RAPBD itu nyambung. Baik tingkat pendapatan, belanja, maupun pembiayaan. Sebenarnya kita berharap salah satu dasar pertimbangan RAPBD 2015 itu RPJMD. dan Permendagri,” tandas Haryono.

Karena itu, dia berharap DPRD jangan ragu mengembalikan nota pengantar RAPBD 2015 pada bupati untuk dilakukan perbaikan.

Apalagi jumlah belanja pegawainya membengkak luar biasa.

Mantan anggota DPRD Garut tiga periode ini, memertanyakan pula peran pimpinan DPRD mencermati dan mengawasi kinerja eksekutif, bukan hanya menyangkut hal politis melainkan juga tataran administratif, seperti penyusunan APBD.

Sebelumnya, Fraksi Demokrat-Restorasi melalui juru bicaranya Dadang Sudrajat menyatakan Nota Keuangan RAPBD 2015 kudu dikembalikan ke eksekutif untuk ditinjau ulang.

Lantaran, belanja modal RAPBD hanya Rp662,5 miliar (18,8%) dari total anggaran belanja daerah Rp3,496 triliun.

Padahal belanja modal semestinya sekurang-kurangnya 29% dari belanja daerah, sesuai Perpres 5/2010 tentang RPJMN 2010-2014.

Besaran defisit pun mestinya mengacu pada Permenkeu 183/PMK.07/2014 tentang Batas Maksimal Kumulatif Defisit APBD berkisar 3,25%, berlaku untuk daerah berkapasitas fiskal katagori rendah, seperti halnya Garut, katanya.

*******

Noel, Jdh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here