Rancangan Proyek Perubahan Peningkatan Kualitas Infrastruktur Melalui Formula 3 In 1 (SIRIB, RABWAL dan PKBK) Pada Dinas PUPR Kabupaten Garut

0
49 views
Gun Gun Sukma Utama, ST (Fotografer : John Doddy Hidayat).

Garut News ( Kamis, 18/04 – 2019 ).

Gun Gun Sukma Utama, ST (Fotografer : John Doddy Hidayat).

Oleh : Gun Gun Sukma Utama, ST ( NIP. 19760526 200701 1 010 ).

Pendidikan Dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat III (DIKLATPIM TINGKAT III) Angkatan Ke -1 

Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kementerian Dalam Negeri Regional Bandung Jatinangor 2019.

Rancangan Proyek Perubahan

Pertama, Diagnosis Permasalahan Organisasi

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Garut merupakan instansi leading sector dalam pengelolaan Infrastruktur di wilayah Pemerintah Kabupaten Garut. Infrastruktur sebagai sektor andalan dalam pembangunan daerah, perlu mendapat perhatian yang serius dari Pemerintah Kabupaten Garut.

Sehubungan dengan itu maka diperlukan adanya kebijakan Pemda dalam hal pengalokasian APBD (Anggaran, Regulasi, SDM dan komitmen) yang mendukung tujuan pengelolaan Infrastruktur itu sendiri, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan PAD yang menunjang pendapatan Pemerintah Kabupaten.

Untuk mendukung pencapaian tujuan pengelolaan Infrastruktur tersebut, maka salah satunya diperlukan organisasi pengelolaan yang kuat mulai dari organisasi struktural maupun organisasi wilayah (UPT).

Disadari bahwa seiring kemajuan jaman, tuntutan terhadap kualitas infrastruktur yang berkualitas baik sangat tinggi, mobilisasi pergerakan orang dan barang sangat pesat, ini tentu harus di dukung dengan tersedianya sarana dan prasarana infrastruktur yang mantap dan berkualitas, sehingga membantu lancarnya pergerakan masyarakat.

Dalam pelaksanaan pengelolaan infrastruktur di Kabupaten Garut, ada beberapa faktor kunci yang berpengaruh terhadap kualitas infrastruktur yang di hasilkan di antaranya :

  1. Ketersediaan Bahan Konstruksi
  2. Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai
  3. Peralatan dan Alat bantu yang berkualitas baik, dan
  4. Metoda Pelaksanaan

Hal ini menjadi issue strategis di Kabupaten Garut terkait sorotan masyarakat terhadap rendahnya kualitas infrastruktur yang di kelola oleh Dinas PUPR. Kualitas Infrastruktur di kerjakan asal – asalan dan tidak sesuai dengan spesifikasi teknik, selain itu dikerjakan tidak sesuai jadwal waktu pelaksanaan.

Kabupaten Garut 2019-2024 Bervisikan Garut yang Bertaqwa, Maju dan Sejahtera”

Sedangkan Visi Misi Dinas PUPR “Terwujudnya Infrastruktur yang berkualitas dalam mendukung Kabupaten Garut yang ber- Taqwa, Maju dan Sejahtera.”

Pada 2019 Dinas PUPR Kab. Garut melalui Bidang Bina Program menyelenggarakan Program Pembinaan Pengembangan dan Pengawasan Jasa Konstruksi, dengan melakukan Kegiatan untuk mencapai terlaksananya pembinaan, pengembangan dan pengawasan terhadap jasa konstruksi untuk menunjang kegiatan pada bidang jalan, jembatan, irigasi, bangunan dan infrastruktur permukiman.

Kegiatan ini berupa Penyelenggaraan Pelatihan dan Bimbingan Teknis, Penyediaan Data dan Pengolahan Data melalui Program Aplikasi.

Selain itu Bina Program melalui Seksi Pengolahan Program dalam setiap tahunnya menyusun Rencana Kerja Dinas dituangkan dalam RENSTRA Dinas yang menjadi pedoman dalam pelaksanaan kegiatan pengelolaan Infrastruktur daerah.

Berikut komponen data yang diperlukan dalam proses pengolahan perencanaan program (Sumber : Data Hasil Analisis Proyek Perubahan, 2019).

Kesiapan Data Dalam Perencanaan Program berupa Data Manager (Pengelolaan Data) terdiri, Data Usulan Program/ Kegiatan, Data Teknis Program/Kegiatan, serta Data Harga Satuan.

Data Usulan Program/ Kegiatan meliputi, Pendekatan Atas – Bawah, Musrenbang Desa, Musrenbang Kecamatan, Musrenbang Kabupaten, RPTK, Teknokratik, Politis, dan Aspirasi.

Data Teknis Program/Kegiatan meliputi pula, Tersediannya Volume dan Jenis Pekerjaan, Study Pendahuluan, Analisis Dampak Lingkungan, Detail Engineering Desain, serta Survey Team Teknis.

Data Harga Satuan meliputi Tersedianya Harga Satuan Pekerjaan, Harga Dasar Bahan,  Harga Dasar Upah, Harga Dasar Alat, dan Analisa Harga Satuan.

Berikut beberapa Permasalahan umum dalam pengelolaan Infrastruktur di Kabupaten Garut:

  1. Rendahnya mutu / kualitas Infrastruktur
  2. Rendahnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga dan mengamankan Infrastruktur
  3. Lemahnya Pengawasan dan penegakan hukum
  4. Tekanan penduduk sehingga terjadi defisit lahan Infrastruktur
  5. Kurangnya Sarana prasarana operasional pembangunan Infrastruktur
  6. Kualitas dan kuantitas SDM yang kurang memadai

Permasalahan yang akan diselesaikan dalam proyek perubahan ini tidak dapat dilakukan seluruhnya dikarenakan adanya keterbatasan waktu, sehingga dalam menetapkan urutan prioritas masalah digunakan Metode USG (Urgency, Seriousness, Growth) yaitu dengan metode teknik scoring berskala 1 hingga 5 untuk setiap unsur.

Isu yang memiliki total skor tertinggi merupakan isu prioritas. Hal tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

  • Urgency mengandung makna seberapa mendesak isu tersebut harus dibahas dikaitkan dengan waktu yang tersedia, serta seberapa keras tekanan waktu itu untuk memecahkan masalah yang menyebabkan isu tadi.

Dapat disimpulkan Urgency atau urgensi dilihat dari tersedianya waktu, mendesak atau tidaknya masalah ini segera diselesaikan

  • Seriousness, seberapa serius isu tersebut perlu dibahas dikaitkan dengan akibat yang timbul dengan penundaan pemecahan masalah yang menimbulkan isu itu, atau akibat menimbulkan masalah-masalah lain jika masalah penyebab isu tidak dipecahkan. Perlu dimengerti bahwa dalam keadaan sama, suatu masalah yang dapat menimbulkan masalah lain adalah lebih serius bila dibandingkan dengan suatu masalah lain yang berdiri sendiri.

Dapat disimpulkan Seriousness atau tingkat keseriusan dari masalah, dengan melihat dampak masalah ini terhadap produktifitas kerja, pengaruh terhadap keberhasilan, membahayakan system atau tidak.

  • Growth mengandung arti seberapa besar kemungkinan-kemungkinan isu tersebut menjadi berkembang dikaitkan kemungkinan masalah penyebab isu akan makin memburuk kalau dibiarkan.

Dapat disimpulkan Growth atau tingkat perkembangan masalah yakni apakah masalah tersebut berkembang sedemikian rupa sehingga sulit untuk dicegah.

Tabel 1 Penentuan Isu Prioritas

 

NO

PENILAIAN

MASALAH

KRITERIA PERINGKAT
U S G
 

1

 

Rendahnya mutu / Kualitas infrastruktur

3 4 3 10 1
 

2

 

Rendahnya Pengawasan dan Penegakan Hukum

 

3 3 2 8 3
 

3

 

Rendahnya Keterlibatan masyarakat dalam menjaga dan mengamankan Infrastruktur

 

2 2 3 7 4
 

4

 

Tekanan Penduduk sehingga terjadi defisit lahan infrastruktur

 

2 2 2 6 6
 

5

 

Sarana Prasarana Operasional pembangunan infrastruktur yang kurang memadai

 

2 2 1 5 5
 

6

 

Kualitas dan kuantitas SDM yang kurang memadai

 

3 4 2 9 2

Sumber : Data Hasil Analisis Proyek Perubahan, 2019

Indikator USG : Sangat Penting =   5, Penting  =   4, Cukup Penting =   3, Kurang Penting =   2, Tidak Penting =   1.

Berdasar hasil identifikasi USG pada tabel diatas didapatkan prioritas permasalahan yang perlu dipecahkan yaitu masalah Rendahnya Mutu / Kualitas Infrastruktur, sehingga area perubahan yang akan diintervensi adalah dalam hal regulasi, sistem manajemen / tata kelolanya, dan Sumber Daya Manusia.

Adapun Kondisi Saat Ini dan Kondisi yang diharapkan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Garut dalam melaksanakan pelayanan penyelenggaraan infrastruktur daerah dalam masalah “Rendahnya Kualitas Infrastruktur”, sebagai berikut :

Table 2 Kondisi Saat Ini (Existing) dan Kondisi Yang Diharapkan (Ideal)

 

Kondisi saat ini (Existing)

 

Kondisi Ideal

·         Belum optimalnyaketersediaan Data Dasar Infrastruktur seperti data kondisi Jalan, Jembatan, Bangunan Irigasi, Bangunan Gedung, dan Infrastruktur Permukiman ·         Tersedianya Data Dasar yang akurat dan lengkap sebagai bahan rujukan dalam pelaksanaan perencanaan, dengan tersedianya data kondisi infrastruktur akan mempermudah proses perencanaan
·         Keterbatasan  Kuantitas dan KualitasSumber Daya Manusia (SDM)yang memadai dalam hal perencanaan program dan rendahnya Budaya Kerja ·         Tersedianya Sumber Daya Manusia yang memadai baik secara kualitas dan kuantitas, juga di tunjang dengan sistem budaya kerja yang baik, hal ini akan mendukung pelaksanaan pekerjaan
·         Belum sinkronnya antara program program berbasis pendekatan Teknokratik, Politis, Aspirasi dan pendekatan atas – bawah, bawah – atas ·         Meningkatkan peran dan kolaborasi berbagai stakeholder terkait dan masyarakat dalam penyelenggaraan perencanaan program, sehingga program terpenuhi kebutuhannya
·         Kesenjangan  antara kebutuhan dengan kemampuan pembiayaan APBD dalam pembangunan dan pemeliharaan Infrastruktur ·         Terpenuhinya Optimalisasi anggaran dan kebutuhan, pengganggaran dapat di laksanakan dengan efektif dan efisein, sehingga output yang dihasilkan lebih berkualitas.

Sumber : Data Hasil Analisis Proyek Perubahan, 2019

Fokus Area Gagasan, dan Inovasi

Dengan latar belakang kondisi rendahnya kualitas Infrastruktur dikelola Dinas PUPR Garut, baik Infrastruktur Jalan, Jembatan, Irigasi, bangunan gedung atau Infrastruktur Permukiman.

Maka muncullah gagasan dalam area proyek perubahan ini dengan memperbaiki Tata Kelola PERENCANAAN PROGRAM di Dinas PUPR Garut dimulai dengan Penyusunan Rencana, Penetapan Rencana, Pengendalian Rencana dan Evaluasi Rencana dengan menggagas inovasi Formula 3 in 1.

Yaitu : “SIRIB (Standar/regulasi), RABWAL (Sarana&Prasarana) dan PKBK (Budaya Kerja & SDM), inovasi ini digagas untuk membantu Aparatur PUPR khususnya Bidang Bina Program dalam menetapkan program – program untuk peningkatan Kualitas Infrastruktur.

No. Nama Inovasi   Uraian Inovasi
1 SIRIB (Standar / Regulasi). : Merupakan Standar / Regulasi yang ditetapkan utk setiap Penetapan Prioritas Usulan akan di jaring dalam suatu pengujian antara lain :

a. Uji Stategis

b. Uji Prioritas

c. Uji Superwill (perintah)

d. Uji Audisi

pengujian dengan memberikan indikator warna sesuai cara pengujian, sehingga memberikan indikator terhadap setiap lokasi usulan, apakah lokasi sudah memenuhi 4 pengujian tersebut.

 

2 RABWAL (Sarana & Prasarana) : Merupakan pengelolaan Data By Sistem aplikasi untuk memudahkan pembuatan Rencana Anggaran Biaya awal (sumir) sebagai bahan kelengkapan dokumen perencanaan. aplikasi ini memuat daftar harga satuan dan format rencana anggaran biaya, sehingga user tinggal mengisi peruntukannya apakah utk peningkatan, rehabilitasi, pembangunan atau pemeliharaan rutin.

 

3 PKBK (Budaya Kerja & SDM) : Peningkatan Sumber Daya Manusia melalui peningkatan Budaya Kerja, Tujuannya untuk membentuk sosok aparatur pemerintah yang mampu melaksanakan tugas secara profesional dengan di landasi kaidah, nilai dan norma dalam rangka terciptanya etika kerja yang penuh tanggung jawab sebagai suatu budaya kerja aparatur dengan metoda EFT (emotional Freedom teknik), merupakan program :

Memaksimalkan potensi pikiran bawah sadar

memprogram ulang emosi, kebiasaan dan perilaku, memberikan Program Positif dll

 

Tujuan Inovasi

Tujuan dari inovasi yang dilakukan adalah sebagai berikut :

  1. Tujuan Jangka Pendek (April 2019 – Juni 2019)
  • Tersusunnya Standar / Regulasi Penetapan Prioritas Usulan (SIRIB)
  • Terlaksananya Uji Coba Aplikasi RABWAL secara Offline
  • Tujuan Jangka Menengah (Juni 2019 –April 2020)
  • Terbangunnya Aplikasi RABWAL secara Online
  • Terlaksananya Pelatihan EFT utk peningkatan Budaya kerja

2. Tujuan Jangka Panjang (2 tahun ke depan)

  • Terintegrasikannya Program Aplikasi kedalam sistem pengelolaan program di PUPR Garut.
  • Terwujudnya perencanaan Infrastruktur (Jalan, Jembatan, Irigasi, Bangunan Gedung dan Infrastruktur Permukiman) yang berkualitas

Manfaat Inovasi

Bagi Dinas PUPR : Formula 3 in 1 ini merupakan langkah Inovasi dalam upaya peningkatan kualitas infrastruktur ini akan memberikan kemudahan dalam pelaksanaan tugas – tugas kedinasan sehingga akan mempercepat dalam pelaksanaan program – program dan meningkatkan kualitas infrastruktur dengan peningkatan budaya kerja sehingga Perencanaan Program dapat dilaksanakan secara cepat, tepat dan biaya yang efektif dan efisien.

Bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Garut : akan membantu PEMKAB Garut dalam mewujudkan Visi dan Misi Kabupaten Garut Mewujudkan pemerataan pembangunan yang berkeadilan serta kemantapan infrastruktur sesuai daya dukung dan fungsi ruang

Manfaat untuk Nasional : PEMDA Garut sebagai kepanjangan tangan Pemerintahan Pusat dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan infrastruktur yang mantap dan berkualitas.

Manfaat untuk masyarakat : memberikan keyakinan kepada masyarakat terkait pemenuhan kebutuhan akan infrastruktur yang berkualitas, sehingga memberikan kelancaran dalam aktivitas masyarakat.

Output Kunci yang Dihasilkan 

Output kunci dari proyek perubahan ini, didasarkan pada tujuan – tujuan yang ingin di capai dalam pelaksanaan / implementasi proyek perubahan, dasar output kunci yang dihasilkan terkait erat dengan tujuan jangka pendek yang ingin dicapai, sesuai tujuan jangka pendek, maka output kunci dalam pembuatan Standar / Regulasi Penetapan Prioritas Usulan, Aplikasi RABWAL (untuk pembuatan Rencana Anggaran Biaya Awal), dan Peningkatan Budaya Kerja melalui EFT (emotional Freedom Technique) adalah :

Table 3 Output Kunci

Nama Deskripsi
Output Jangka Pendek
1)   Standar / Regulasi Indikator Penetapan Prioritas Usulan dengan Uji SIRIB Menyusun dan merancang standar dalam indikator penetapan prioritas perencanaan program
2)   Aplikasi RABWAL Offline Melaksanakan perancangan desain (mebuata Prototype, Manual Book)
3)   Uji Coba Melakukan Uji coba terhadap Aplikasi yang sudah di rancang
Output Jangka Menengah
1.   Aplikasi Online Melanjutkan pengoperasian Aplikasi RABWAL secara online
2.   Sosialisasi Melakukan sosialisasi mengenai formula 3 in 1
3.   Melaksanakan Pelatihan EFT (Emotional Freedom Techique) Melaksanakan pelatihan EFT, dengan peserta dari ASN PUPR Garut, terutama untuk ASN yang terlibat penuh dalam proyek perubahan ini, dalam upaya peningkatan budaya kerja ASN Dinas PUPR Garut
Output Jangka Panjang
1.   integrasi Melaksanakan pengintegrasian Aplikasi kedalam Sistem Pengelolaan Program Dinas PUPR Garut, sehingga terjadi sinergitas dengan program – program aplikasi lain yang terkait dalam PERENCANAAN PROGRAM
2.   Melakukan Evaluasi dan Monitoring

 

Melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap hasil pelaksanaan proyek perubahan penyusunan penetapan Prioritas (SIRIB), pembuatan Aplikasi RABWAL dan peningkatan Budaya Kerja melalui EFT
3.   Terwujudnya perencanaan Infrastruktur (Jalan, Jembatan, Irigasi, Bangunan Gedung dan Infrastruktur Permukiman) yang berkualitas Dengan formula 3 in 1, di harapkan adanya perubahan kualitas hasil perencanaan program yang laksanakan melalui uji SIRIB, Aplikasi RABWAL dan pelatihan EFT utk peningkatan budaya kerja

Sumber : Data Hasil Analisis Proyek Perubahan, 2019

Pentahapan Kegiatan / Milestone 

Untuk mewujudkan proyek perubahan tersebut diperlukan langkah – langkah serta tahapan – tahapan yang diperlukan, antara lain

Table 4 Tahapan – Tahapan Proyek Perubahan (Milestone)

 

No

 

Tahapan Kegiatan

 

Waktu

 

Output

 

Evidence

 

A Jangka Pendek
1 Persiapan
a. Koordinasi dengan Mentor Minggu ke I arahan foto  / video
b. pembuatan SK Tim Efektif Minggu ke I tim efektif surat keputusan, foto
c. Rapat tim efektif Minggu ke II pembagian tugas notulen, daftar Hadir &foto/video
2 Menyusun standar uji SIRIB
a. Merancang Standar pengujian prioritas usulan Minggu ke II Standar uji SIRIB pernyataam tim penyusunan SIRIB
b. Rapat Tim efektif membahas standar Minggu ke III masukan dari peserta notulen, daftar hadir & Foto / Video
c. Koordinasi dg tim penyusunan standar penetapan prioritas usulan dg uji SIRIB Minggu ke III Penetapan uji SIRIB fix Foto / Video
d. Koordinasi ke pimpinan utk pengesahan rancangan Penilaian Uji SIRIB Minggu ke IV dukungan / arahan pernyataan dukungan, foto / video
3 Membuat Desain Aplikasi
a. Merancang Desain Aplikasi RABWAL Minggu ke II desain aplikasi pernyataam tim IT
b. Rapat Tim efektif membahas Desain Aplikasi RABWAL Minggu ke III masukan dari peserta notulen, daftar hadir & Foto / Video
c. Koordinasi dg tim IT Minggu ke III desain aplikasi fix Foto / Video
d. Koordinasi ke pimpinan utk pengesahan aplikasi RABWAL Minggu ke IV dukungan / arahan pernyataan dukungan, foto / video
4 Membuat Prototype Aplikasi
a. Membuat prototype aplikasi RABWAL Minggu ke IV aplikasi mou dengan tim IT
b. Melaksanakan expose Minggu ke V expose aplikasi file presentasi
c. Koordinasi ke pimpinan Minggu ke V dukungan / arahan foto / video
5 Membuat manual book pengoperasian
a. Membuat manual book Minggu ke V tampilan expose manual file presentasi, foto
b. Koordinasi ke pimpinan Minggu ke VI dukungan / arahan foto / video
c. Pencetakan Minggu ke VI buku manual spesifikasi buku manual & foto
 

6

 

Uji coba  implementasi aplikasi

a. Pengarahan kepada tim efektif Minggu ke VI masukan dari peserta rapat notulen, daftar hadir & foto
b. Input dokumen / eksekusi aplikasi Minggu ke VII file kompilasi data lembar verifikasi, foto
c. Melaporkan hasil pelaksanaan kepada pimpinan Minggu ke VIII laporan hasil kegiatan foto, lembar laporan kegiatan
7 Pengendalian
a. Monitoring dengan tim efektif tentang capaian jangka pendek Aplikasi RABWAL dan Pengesahan formula untuk pengujian prioritas usulan melalui Uji SIRIB Minggu ke VIII Foto, lembar check list
B Jangka Menengah
1 Aplikasi Online
a. Koordinasi dengan pihak IT Bulan ke I Aplikasi Online RABWAL pernyataam tim IT
b. Rapat pembahasan pengembangan aplikasi Bulan ke I masukan dari peserta notulen, daftar hadir & Foto / Video
c. Penyediaan sarana dan prasarana utk aplikasi Bulan ke II Penetapan uji SIRIB online Foto / Video
d. Koordinasi ke pimpinan Bulan ke II dukungan / arahan pernyataan dukungan, foto / video
2 Sosialisasi dan publikasi
a. Persiapan bahan sosialisasi Bulan ke III Materi Sosialisasi Pernyataan Tim Sosialisasi
b. Rapat internal utk pelaksanaan sosialisasi Bulan ke III masukan dari peserta notulen, daftar hadir & Foto / Video
c. Pelaksanaan sosialisasi Bulan ke IV Pelaksanaan sosialisasi Foto / Video
 

d.

 

Pelaporan hasil sosialisasi

 

Bulan ke IV

 

dukungan / arahan

 

pernyataan dukungan, foto / video

3 Melaksanakan Pelatihan EFT untuk Peningkatan Budaya Kerja
a. Persiapan bahan Pelatihan EFT Bulan ke V materi pelatihan Pernyataan Instruktur
b. Rapat internal utk pelaksanaan Pelatihan EFT Bulan ke VI masukan dari peserta notulen, daftar hadir & Foto / Video
c. Pelaksanaan Pelatihan EFT Bulan ke VII pelaksanaan pelatihan Foto / Video
d. Pelaporan hasil Pelatihan EFT Bulan ke VIII dukungan / arahan pernyataan dukungan, foto / video
C Jangka Panjang
Aplikasi yang terintegrasi
a. Koordinasi ke pimpinan Tahun I Dukungan / arahan pernyataan dukungan, foto / video
b. Koordinasi dengan pihak IT Tahun I dukungan pernyataan dukungan, foto / video
c. Mengintegrasikan Aplikasi secara lintas sektoral Bidang di PUPR Garut Tahun I pelaksanaan pengintegrasiaan aplikasi RABWAL berita acara kesepakatan
d. Melakukan Monitoring dan Evaluasi terhadap Formula 3 in 1 (SIRIB, RABWAL dan PKBK) seberapa besar implementasinya  dan dampak yang di hasilkannya. Tahun II Laporan hasil Monitoring dan evaluasi pernyataan dukungan, foto / video

Sumber : Data Hasil Analisis Proyek Perubahan, 2019.

Pemangku Kepentingan yang Dilibatkan 

 Identifikasi Stakeholder

Dalam pelaksanaan proyek perubahan terkait dengan “Peningkatan Kualitas Infrastruktur melalui Formula 3 in 1 (SIRIB, RABWAL dan PKBK) di Dinas PUPR Garut”, didukung oleh stakeholder internal dan stakeholder eksternal, sebagai berikut:

 Tabel 5 Identifikasi Stakeholder

1.    Stakeholder Internal a)    Kepala Dinas PUPR

b)   Sekretaris PUPR

c)    Kepala Bidang Bina Marga

d)   Kepala Bidang SDA

e)    Kepala Bidang Bangunan

f)    Kepala Bidang Tata Ruang

g)   Kepala Bidang Infrastruktur Permukiman

h)   Para Kepala Seksi Bidang Bina Program

i)     Staf pelaksana Bina Program

j)     42 Unit Pelaksana Teknis Dinas PUPR

2.    Stakeholder Eksternal a)    Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Garut

b)   Bagian Administrasi Pembangunan Setda Garut

c)    Dinas Perumahan dan Permukiman Kab. Garut

 

Klasifikasi Penanganan Jalan

Kondisi Jalan Tingkat Kerusakan Klasifikasi Penanganan Jalan Uraian Pekerjaan Penanganan Jalan
Baik (B)  

0-10%

 

 

 

 

Pemeliharaan Rutin (PR)

 

 

Kegiatan merawat/memelihara serta memperbaiki kerusakan kerusakan yang terjadi pada ruas jalan dengan kondisi pelayanan mantap, seperti penambalan lubang-lubang , legok legok dan retak retak serta pemotongan rumput, pembersihan saluran dsb.
Sedang (S)  

11%-15%

 

Pemeliharaan Berkala (PM) /Rehabilitasi

Kegiatan penanganan jalan terhadap setiap kerusakan yang diperhitungkan dalam desain, agar penurunan kondisi jalan dapat dikembalikan pada kondisi kemantapan sesuai dengan rencana, seperti pelapisan ulang, pekerjaan drainase dsb
Rusak Ringan (RR)  

16%-23%

Rusak Berat (RB)  

>23%

 

 

Peningkatan (PK)

Pembangunan

 

 

Kegiatan penanganan jalan untuk dapat meningkatkan kemampuan ruas jalan dalam kondisi tidak mantap atau kritis agar ruas jalan tesebut dalam kondisi mantap sesuai dengan umur rencanan, misalnya pengaspalan jalan yang belum diaspal, menambahkan lapisan lataston pada jalan yang menggunakan lapen. dsb

Sumber : Permen PU 13/PRT/M/2011, Tahun 2011

Demikian Antara Lain Uraian Enam Area Perubahan Berupa ;

  1. Tata Kelola
  2. SDM
  3. Kelembagaan
  4. Sarana & Prasarana
  5. Regulasi
  6. Budaya Kerja

*****

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here