Gencar Dilakukan Ragam Upaya Tertibkan PKL Garut

0
95 views

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Senin, 23/05 – 2016 ).

Endang Amar.
Endang Amar.

Gencarnya dilakukan ragam upaya menertibkan para “pedagang kaki lima” (PKL) dari pusat Kota Garut Atawa Pengkolan selama ini, bakal terus diselenggarakan hingga membuahkan hasil maksimal.

Bahkan selain diselenggarakan Satpol -PP beserta institusi lainnya guna menegakan Perda tentang K-3 tersebut, juga berlangsung secara persuasif dan humanisme dari “pintu ke pintu”.

Kepala Bidang Perdagangan pada Disperindagpas kabupaten setempat, Drs Endang Amar, M.Si menyatakan, pendekatan persuasif sekaligus berdialog dengan para PKL dari pintu ke pintu itu, agar mereka bisa dengan sadar menempati gedung PKL 1 berkapasitas 228 pedagang, serta gedung PKL-2 berdaya tampung 321 pedagang.

Dedi.
Dedi.

Masing-masing diperuntukan untuk berjualan komoditi “bodasan”, dan mata dagangan “aksesories”, sedangkan seputar komplek Islamic Centre diperuntukan bagi sekitar 295 para pedagang “kuliner”.

Mereka umumnya bersedia menempati sarana berjualan yang disediakan ini, jika seluruh lintasan Jalan A. Yani yang dinyatakan sebagai “jalur merah” benar-benar bisa dibebaskan dari seluruh aktivitas PKL, yang selama ini kerap “kucing-kucingan” dengan aparat penertiban.

Masih menurut Endang Amar kepada Garut News di ruang kerjanya, Senin (23/05-2016), bisa terwujudnya lintasan Kawasan Pengkolan bebas dari aktivitas PKL, tergantung keberhasilan Tim Penertiban yang juga dipastikan selama ini masih banyak menghadapi pelbagai kendala, maupun hambatan.

Gedung PKL - I.
Gedung PKL – I.

Padahal para PKL tersebut, hendaknya menyadari perpindahan pada sarana disediakan bisa dijadikan momentum yang tepat menjaring konsumen menjelang Puasa Ramadlan serta Lebaran Idul Fitri 1437 H ini, imbuh Amar.

Karena itu Endang menyatakan pula, jika para PKL yang selama ini terdata maupun memiliki “Kartu Tanda Anggota” seluruhnya telah menempati sarana gedung PKL, maka beragam program meningkatkan kesejahteraan aktivitas perekonomiannya pun disiapkan.

Di antaranya segera membentuk Koperasi maupun lembaga keuangan berbadan hukum, dengan jalinan kerjasama pihak perbankan agar bisa mengalokasikan pinjaman lunak bagi penambahan permodalan para PKL, sehingga mereka bisa menambah omset penjualan ragam komoditinya, antara lain melalui program “KUR”.

Selain itu, berkolaborasi dengan setiap SKPD juga “Kamar Dagang dan Industri” (Kadin) Kabupaten Garut, menyiapkan kartu (voucher) masing-masing bernilai Rp5.000, Rp10 ribu, serta voucher bernilai Rp25 ribu bersumber bukan dari APBD.

Gedung PKL - II.
Gedung PKL – II.

Pembelian barang dengan voucher tersebut, antara lain guna memancing para pembeli lainnya sehingga para PKL yang berjualan pada sarana disiapkan itu, tak kehilangan konsumen melainkan justru bisa lebih banyak menjaring pembeli, jika dibandingkan dengan berjualan pada jalur merah.

Diakui Endang Amar, jumlah PKL yang menempati gedung PKL satu dan dua, hingga kini masih berfluktuatif masing-masing berkisar 14 hingga 15 pedagang.

Namun ragam upaya terus dilakukan, agar mereka bisa sadar menempati sarana disediakan, apalagi kini diterapkan peraturan bagi konsumen yang berbelanja di jalur merah bakal mendapatkan sanksi termasuk menjalani persidangan singkat di lapangan berupa tindak pidana ringan, maupun tipiring.

Dengan melibatkan unsur aparat dari Kepolisian, Kejaksaan, Pengadilan, Kodim, juga tentunya Satpol-PP.

Sedangkan Bidang Perdagangan Disperindagpas, tetap “concern” memberdayakan para PKL agar mereka bisa meningkatkan taraf hidup dan kehidupannyta dalam berdagang, ungkap Endang Amar, antara lain menambahkan.

Ungkapan dan harapan senada juga dikemukakan Kepala Seksi Sarana pada Disperindagpas, Dedi.

********

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here