Ragam Potensi Lepas Bibir Pantai Berkarang Terjal

0
27 views

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Ahad, 20/12 – 2015 ).

Darmaga Santolo, Selama Ini Hanya Menjadi Situs Peninggalan Masa Lalu.
Darmaga Santolo, Selama Ini Hanya Menjadi Situs Peninggalan Masa Lalu.

Bentangan hamparan Pantai Santolo di Cilauteureun wilayah Kecamatan Cikelet, Garut, Jawa Barat, sarat berkarang terjal dan tajam hingga nyaris mencapai lepas pantainya. Selain itu, juga terdapat beberapa titik lokasi berpalung laut sangat dalam, dengan arus ombak kerap berlangsung menggelora. Sehingga sangat membahayakan jika digunakan untuk berenang.

Namun hingga kini masih bersemayam ragam potensi kelautannya pada lepas pantai berkarang terjal tersebut, khususnya pada sepanjang garis “zona ekonomi eklussif” (ZEE) berbatasan langsung dengan lintasan Perairan Internasional “Samudera Hindia”, yang hingga kini masih “idle”.

Membidik Hamparan Sarat Karang Terjal serta Tajam.
Membidik Hamparan Sarat Karang Terjal serta Tajam.

Menyusul guna meningkatkan produk tangkapan ikan, perairan selatan kebupaten setempat dipastikan perlukan dermaga pelabuhan tempat kapal bersandar. Selain itu, para nelayan membutuhkan kelengkapan alat penangkap ikan.

Sedangkan salah satu kendala sulitnya penggalian, dan pengembangan potensi laut selatan itu, berupa belum tersedianya pelabuhan memadai.

Hingga kini, di pesisir pantai selatan membentang sepanjang 83 kilometer ini, hanya tersedia “Pangkalan Pendaratan Ikan” (PPI) memuat kapal atau perahu-perahu kecil.

Bahkan, PPI tersebut tak bisa dijadikan tempat berlabuh kapal sekelas 30 GT.

Nikmati Hembusan Angin Laut Diatas Karang Terjal.
Nikmati Hembusan Angin Laut Diatas Karang Terjal.

“Itu sebabnya, Garut sempat ditolak mendapatkan bantuan kapal 30 GT lantaran dinilai tak layak. Belum ada pelabuhan. Tetapi alhamdulillah, melalui usaha keras kita, akhirnya bisa memeroleh bantuan kapal 30 GT ini sejak 2011,” kata Sekretaris Jenderal Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) kabupaten setempat, Lukman Nulhakim.

Lukman katakan, kini, Garut memiliki dua unit kapal 30 GT bantuan Pemerintah Pusat melalui Pemprov Jawa Barat pada 2011, dan 2012. Kemudian, pada 2013 ini, bantuan serupa dikucurkan untuk Kabupaten Garut.

Bingung Balik.
Bingung Balik.

Meski belum ditunjang pelabuhan memadai, bantuan kapal 30 GT sangat bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan.

Dengan kapal tersebut, nelayan leluasa menangkap sekaligus menjual ikan ke seluruh wilayah Perairan Indonesia.

“Hanya, untuk bisa menangkap ikan di daerah lain, kita mesti mengantongi izin keluar dari provinsi. Kita juga terpaksa mengerjasamakan operasional kapal ini dengan pihak lain memiliki sarana lebih memadai, atas izin Provinsi juga. Sebab untuk sekali mengoperasikan kapal 30 GT membutuhkan biaya berkisar Rp30 juta hingga Rp60 juta,” kata Lukman.

*****

Noel, JDH.