Ragam Kalangan Desak Pemkab Garut Segera Berlakukan PSBB

0
33 views
Wabup dr H. Helmi Budiman Mengikuti Teleconference di Garut Command Center antara lain Bersama Ketua DPRD kabupaten setempat.
Kondisi Keramaian Pusat Pertokoan di Jantung Kota Garut.

“Tewaskan 21 ODP, PDP dan Positif Covid-19”

Garut News ( Rabu, 29/04 – 2020 ).

Ragam kalangan di Kabupaten Garut kian mendesak Pemkab setempat bisa segera memberlakukan ‘Pembatasan sosial berskala Besar’ (PSBB) dengan secepatnya mengusulkannya kepada Menkes melalui Gubenur Jawa Barat.

Bahkan desakan tersebut kini semakin masif bersamaan masih merebaknya wabah pandemi coronavirus desease Covid-19 yang terus mengancam anak cucu Adam di kabupaten tersebut.

“Segera berlakukan PSBB sebelum korban wabah pandemi Covid-19 di Garut semakin bertambah banyak,” tandas penduduk perkotaan termasuk M. Fadillah.

Wakil Bupati dr H. Helmi Budiman mengakui gencarnya desakan bisa segera diberlakukan PSBB di daerahnya.

“Saya memahami banyaknya keinginan secepatnya dilaksanakan PSBB, namun untuk merealisasikannya segera membahasnya dengan Bupati beserta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sebagai forum pembahasan penyelenggaraan urusan pemerintahan umum, juga bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten setempat” ungkapnya kepada Garut News.

Juga dikatakan, Rabu (29/04-2020), dengan kematangan pembahasan bersama tersebut. Maka pengusulan penyelenggaraan PSBB itu bisa segera disampaikan kepada Kemenkes melalui Gubernur Jawa Barat.

“Guna mendapatkan persetujuan Menteri Kesehatan melalui Keputusan Menteri,” ungkapnya.

Lantaran sekarang Garut sebagai zona merah wabah Covid-19, yang gencar pula diselenggarakan ragam upaya penanggulangannya. Antara lain kerapnya menutup lintasan ruas jalan pusat perbelanjaan serta sterilisasi wilayah.

Senantiasa menyerukan, agar masyarakat bisa mengikuti anjuran pemerintah melaksanakan social dan physical distancing, kepada warga baru datang supaya melaporkan diri dan melakukan isolasi mandiri.

Seruan juga disampaikan kepada warga Garut di perantauan hendaknya tak melakukan mudik demi menjaga kesehatan dirinya, dan keluarga tercinta di kampung halaman, imbuhnya.

Namun tak bisa memerintahkan penutupan pertokoan termasuk mal, dan toserba. Sebab belum diberlakukannya PSBB.

Sehingga pantauan lapangan menunjukan, meski sekalipun sarana ibadah ditutup maupun dibatasi agar tak terjadi banyak kerumunan orang, namun dimana-mana pertokoan maupun pusat-pusat perbelanjaan, dan pabriki masih bebas beroperasional yang acap menuai kerumunan orang.

Sedangkan PSBB salah satu jenis penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan di wilayah, selain karantina rumah, karantina rumah sakit, dan karantina wilayah. Bertujuan mencegah meluasnya penyebaran penyakit kedaruratan kesehatan masyarakat (KKM) yang terjadi antarorang di suatu wilayah tertentu.

“Tewaskan 21 ODP, PDP dan Positif Covid-19”

Hingga 28 April 2020 pukul 16.00 WIB di Kabupaten Garut terdapat 21 meninggal dunia terdiri ODP, PDP, dan Positif Covid-19.

Sedangkan totalitas ODP, PDP, Terkonfirmasi, dan OTG menembus angka 2.927 kasus, sepuluh di antaranya positif Covid-19, juga 21 meninggal dunia.

Meliputi 2.341 ODP terdiri 2.214 selesai, 119 dalam pemantauan, delapan dalam perawatan, dan 11 di antaranya meninggal dunia.

Kemudian 48 PDP masing-masing 43 selesai, lima dalam perawatan, dan sembilan di antaranya meninggal dunia.

Disusul Terkonfirmasi Positif Covid-19 ada sepuluh kasus terdiri satu sembuh, satu isolasi mandiri, tujuh dalam perawatan, serta satu merninggal dunia.

Sedangkan 528 OTG meliputi 236 selesai, dan 292 proses, demikian detail dikemukakan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Ricky R Darajat, SH.

*******

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here