Racikan Mematikan Miras Oplosan Garut Gemparkan Nusantara

0
111 views

Oleh : John Doddy Hidayat

Garut News ( Senin, 08/12 – 2014 ).

Salah Satu Kios di Terminal Guntur Garut, Diduga Kuat Tempat Penjualan Miras Oplosan. (Foto : John Doddy Hidayat).
Salah Satu Kios di Terminal Guntur Garut, Diduga Kuat Tempat Penjualan Miras Oplosan. (Foto : John Doddy Hidayat).

Menjelang akhir 2014 atawa di depan gerbang memasuki 2015, Kabupaten Garut, Jawa Barat, kembali dikejutkan prahara menggemparkan nusantara.

Fenomena sangat memilukan, menampar keras sekaligus memalukan beragam kalangan termasuk komponen dan elemen masyarakat di Kota Santri, dan gudangnya para Kiayi.

Lantaran racikan maut maupun mematikan “minuman keras” (miras) oplosan kerap dikenal dengan sebutan “cherry belle” itu, menimbulkan tragedi kemanusiaan atawa bencana sosial sangat miris.

Menyusul dari sedikitnya 24 korban penenggak racun mematikan tersebut, terdapat 17 korban di antaranya meregang nyawa kemudian mereka bungkam dan terbujur kaku selama-lamanya.

Dokter UGD pada RSU dr Slamet Garut, dr Irwan Setiadi katakan jenis racun produk racikan miras oplosan yang mematikan ini, hingga sekarang masih belum jelas.

Namun patut diduga racikannya kemungkinan antara lain berbahan baku alkohol 90 persen dioplos dengan obat nyamuk sejenis autan, atawa barangkali diaduk dengan insektisida butiran.

Kios Maut Diduga Penyebab Kematian. (Foto : JDH).
Kios Maut Diduga Penyebab Kematian. (Foto : JDH).

Akibatnya sejak 1 Desember 2014, berdatangan pasien overdosis korban miras oplosan tersebut pada ruang UGD dr Slamet Garut, jumlahnya mencapai 24 korban.

Beragam upaya pertolongan proses penyembuhan dilakukan berdasar “standar operasional prosedur” (SOP), tetapi 17 di antaranya tak tertolong lagi mereka meninggal dunia.

Dari 17 korban meninggal dunia, juga terdapat satu di antaranya tewas pada proses penyembuhan di Puskesmas DTP Cibatu.

Beragam informasi berhasil dihimpun menunjukkan, korban berusia mulai 15 tahun hingga 27 tahun berasal dari delapan wilayah kecamatan.

Terdiri penduduk Kecamatan Tarogong Kaler, Garut Kota, Bayongbong, Cibatu, Tarogong Kidul, Wanaraja, Leles, serta penduduk dari wilayah Kecamatan Sucinaraja.

Berikut 16 korban tewas di RSU dr Slamet, Ai (19) warga Ciateul Tarogong Kaler masuk IGD (01/12-2014), En (20) penduduk Guntur Kelurahan Kota Wetan Garut Kota masuk IGD (01/12-2014).

Disusul Di (23) asal Sindangheula Kelurahan Sukamentri Garut Kota masuk IGD (01/12-2014), Sr (25) asal Al Ikhlas Kelurahan Kota Wetan Garut Kota masuk IGD (01/12-2014).

Ap (18) asal Sindang Wargi Tarogong Kaler masuk IGD (01/12-2014), Yn (24) warga Sukadana Kelurahan Kota Kulon Garut Kota masuk IGD (01/12-2014), Rl (18) penduduk Cihanyawar Bayongbong masuk IGD (01/12-2014).

Sr (15) Sumbersari kelurahan Regol Garut Kota masuk IGD (02/12-2014), Dn (23) Cipicung Cibatu masuk IGD (02/12-2014), As (18) Cicurug Tarogong Kidul masuk IGD (02/12-2014), Fn (27) Cinunuk Wanaraja masuk UGD (04/12-2014).

Selanjutnya Dn Nangka Leah Leles masuk IGD (03/12-2014), Ei (20) Bebedahan Wanaraja masuk IGD (03/12-2014), Ta (27) Sucinaraja masuk IGD (03/12-2014), serta ES (26) warga Nangka Leah Leles masuk IGD (03/12-2014).

Sedangkan empat korban selamat dan kini bisa kembali pulang ke rumah masing-masing, terdiri Ri (17) asal Sindang Heula Kelurahan Sukamentri Garut Kota masuk IGD (01/12-2014), RI (22) juga asal Sindang Heula kelurahan Sukamentri Garut Kota masuk IGD (02/12-2014).

In (18) warga Wanaraja masuk IGD (04/12-2014), serta Amr (22) penduduk Nagka Leah kecamatan Leles masuk IGD (04/12-2014).

Korban ke-17 diketahui berinisial Uc (17) penduduk Kecamatan Cibatu, sempat dirawat di Puskesmas DTP setempat, kemudian meninggal ketika hendak dirujuk ke RSU dr Slamet Garut.

Dalam pada itu terdapat pula empat korban berdatangan ke IGD, terdiri Ri (19) warga Cinunuk Wanaraja bersama Rl (21) dengan asal atawa alamat sama.

Kemudia Ai perempuan dari Wanaraja, serta Ma juga perempuan asal Wanaraja, mereka keempatnya diperbolehkan bisa pulang ke rumah masing-masing.

Barangkali ini sebagai momentum atawa atensi bagi bupati setempat, beserta setiap seluruh jajarannya bisa membuktikan janji manisnya mewujudkan masyarakat Kabupaten Garut, yang “bermartabat”. 

Walauhualam bi sawab.

Penulis : Perintis pendirian Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA di Manokwari, Papua Barat.