Puskesmas Gadog Pasirwangi Perlukan Sarana Berstandar Poned

0
231 views
Dedi Suwandana, SIP, SKM

“Januari – Juni 2018 Fasilitasi Pertolongan 299 Persalinan”

Garut News ( Kamis, 19/07 – 2018 ).

Dedi Suwandana, SIP, SKM

Puskesmas Gadog Kecamatan Pasirwangi Garut, mendesak memerlukan sarana berstandar PONED (Pelayanan Obstetri Neonatus Essensial Dasar) memadai, guna menunjang penangan kegawatdaruratan obstetri dan neonatal dasar.

Lantaran selama Januari hingga akhir Juni 2018 memfasilitasi pertolongan 299 persalinan, bahkan hingga akhir Desember 2018 mendatang berkisar 500 hingga 598 persalinan berlangsung pada fasilitas kesehatan.

Puskesmas Gadog Pasirwangi.

Kepala Puskesmas tersebut, Dedi Suwandana, SIP, SKM katakan, 299 proses persalinan itu masing – masing 62 berlangsung di Puskesmas Gadog, 42 di rumah sakit (SPOG/spesialis kandungan), serta 246 pada bidan (BPM).

Sedangkan pada Januari – Desember 2017 berlangsung 144 pertolongan persalinan, dan selama 2016 silam ada sekitar 25 pertolongan persalinan.

Masyarakat Perolehan Pelayanan yang Nyaman.

Semakin masifnya sosialisasi dan advokasi kepada masyarakat mengenai keberadaan Puskesmas Gadok termasuk agar mereka maksimal memanfaatkan peningkatan layanan fasilitas kesehatan, juga dimaksudkan bisa semakin meningkatkan indeks kesehatan.

Di antaranya dengan semakin masif dapat menurunkan “angka kematian ibu/angka kematian bayi” (AKI/AKB), yang sekaligus dipastikan bisa meningkatkan “Angka Harapan Hidup” (AHH).

Kepada Garut News di ruang kerjanya, Kamis ( 19/07 – 2018 ), Dedi Suwandana mengemukakan pula, Puskesmas Gadog Pasirwangi dikelola 45 induvidu sumber daya manusia.

Ruang Pemeriksaan Pasien.

Di antaranya terdiri masing – masing 16 bidan dan perawat, enam tenaga administrasi, pearawat gigi, dokter, apoteker, serta analis laboratorium. Antara lain dengan fasilitas tempat persalinan di KIA.

Direncanakan tahun ini segera dibangun tempat perawatan inap dengan enam tempat tidur, ruang bersalin, dan sarana penunjang lainnya. Sehingga pada 2019 mendatang bisa dimulai beroperasinya Puskesmas Gadog “Dengan Tempat Perawatan” (DTP).

Meski selama ini pun “Unit Gawat Darurat” (UGD) Puskesmas ini dibuka 24 jam setiap harinya, yang setiap malam bergilir ditugaskan masing – masing dua bidan, serta dua perawat.

Masih dijelaskan Dedi Suwandana, ragam upaya sosialisasi dan advokasi kepada masyarakat mengenai keberadaan Puskesmas, diselenggarakan melalui pelbagai pendekatan.

Antara lain dengan nonton bareng kejuaraan piala dunia sepakbola, tarawih keliling, anjang sana (door to door), serta pendekatan persuasif – edukatif lainnya kepada masyarakat.

Pelataran luas depan Puskesmas pun, selain kerap dimanfaatkan kegiatan apel pegawai, juga kegiatan senam sehat, guna menunjang keberhasilan Visi dan Misi Bupati H. Rudy Gunawan, SH, MH, MP bersama Wakilnya H. dr Helmi Budiman.

Dengan prosentase pertumbuhan 1,38 dalam capaian “Indek Pembangunan Manusia” (IPM) 64, 52 di Kabupaten Garut tahun 2017, menjadikan kabupaten tersebut berhasil menduduki peringkat kedua dari 27 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat.

********

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here