Puncak Kemarau Ketinggian Cimanuk 0,81 Meter

0
32 views
Ayi Solihin, Tunjukan Ketinggian Air Pernah Melewati Mistar Ukur.
Senantiasa Harus Diwaspadai.

“Pernah Berlangsung Hingga Berkisar 8-12 meter’

Garut News ( Senin, 8/10 – 2019 ).

Pada puncak kemarau panjang tahun ini, kondisi permukaan Sungai Cimanuk di lokasi Pos Duga Air Otomatik Leuwidaun Paminggir Kecamatan Garut Kota, Senin (28/10–2019) Pukul 14.00 WIB hanya berketinggian 0,81 meter.

“Padahal ketinggian air pada kondisi relatif normalnya 1,7 meter,” ungkap Ayi Solihin (56), Mandor Pos Duga Air Otomatik tersebut, Senin (28/10–2019).

Tinggi Muka Air 0,81 Meter.

Sehingga menjelang pergantian ke musim penghujan harus diwaspadai, lantaran karakter sungai ini pernah selama sekitar empat jam diterjang puncak ketinggian permukaan airnya mencapai delapan hingga 12 meter, berkecepatan lebih 50 kilometer per jam.

“Terjangan puncak amuk sungai itu, berlangsung sejak pukul 23.20 hingga menjelang pukul pukul 24.00 (Selasa, 20 September 2016), kemudian menurun pada ketinggian sekitar 4,5 meter pada pukul 04.15 (Rabu, 21 September 2016),” ungkapnya.

Dikatakan, waktu itu sebelumnya pada Selasa, (20/09-2016) pukul 19.00 WIB ketinggian permukaan Sungai Cimanuk dibawah empat meter, dua jam kemudian maupun pukul 21.00 WIB ketinggiannya menjadi diatas empat meter.

Pos Duga Air Otomatik Leuwidaun Paminggir Garut Kota.

Disusul pada pukul 22.00 WIB terus meningkat menjadi 4,3 meter hingga 4,5 meter, serta meningkat lagi pada pukul 23.20 menjadi berketinggian 7,7 meter hingga setinggi delapan meter menjelang tengah malam.

Kata dia, pemeriksaan muka air secara manual tersebut setiap hari tiga kali dilaksanakan Ayi Solihin. Masing-masing pada pukul 07.00 WIB, pukul 12.00 WIB, serta pukul 17.00 WIB kemudian rekapitulasinya dilaporkannya setiap bulan.

Kendati seluruh hasil rekaman elektronik pada Pos Duga Air Otomatik Leuwidaun Sungai Cimanuk di Desa Paminggir Kecamatan Garut Kota ini, langsung bisa termonitor di Balai Pendayagunaan Sumber Daya Air di Cirebon.

Bisa Mendadak-sontak Meluap Deras.

Namun saat berketinggian puncak delapan meter, langsung melaporkan melalui telepon ke pejabat Balai Pendayagunaan Sumber Daya Air di Cirebon, pada Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat. Ternyata di sanapun sudah mengetahuinya.

Ayi Solihin pun langsung mengumumkan terjadinya peningkatan ketinggian muka air melalui pengeras suara di masjid pada waktu itu.

Ayi Solihin, Tunjukan Ketinggian Air Pernah Melewati Mistar Ukur.

Sedangkan sepanjang puncak kemarau panjang pada Agustus 2015, ketinggian muka air Sungai Cimanuk hanya lima centimeter berdebit sekitar 2,4 m3 atau sekitar 750 liter/detik.

Penurunan debit air mencapai 5.250 liter/detik ini, antara lain berakibat tak berfungsi atau keringnya tiga sungai pemasok “Daerah Irigasi” (DI) teknis, terdiri Cipacing, Cipeujeuh, serta Cimaragas, dengan cakupan areal persawahan sekurangnya seluas 700 hektare.

*********

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here