Puncak Arus Balik Sepanjang Lintasan Garut Diwarnai Hujan Deras

0
238 views

“Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Ahad, 03/01 – 2016 ).

Menunggu Hujan Deras Reda.
Menunggu Hujan Deras Reda.

Cuaca mendung disertai hujan cukup deras.

Mewarnai nyaris sepanjang lintasan ruas badan jalan di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Yang dilewati luapan ragam jenis kendaraan bermotor pada puncak arus balik liburan panjang akhir tahun, Ahad (03/01-2016).

Sehingga, selain banyak di antara pengemudi sepeda motor yang sarat muatan tersebut, terpaksa menepi berteduh di pinggiran jalan.

Paksakan Diri Terabas Hujan Deras.
Paksakan Diri Terabas Hujan Deras.

Para penumpang mobil bak terbuka, juga banyak yang basah kuyub.

Malahan kedinginan. Meski dinaungi terpal atawa plastik tebal.

Seusai mereka berlibur dari sejumlah obyek wisata di Garut.

Mereka meninggalkan Garut tujuan Bandung, Bekasi, Bogor bahkan meluncur menuju Tangerang Banten, serta ke arah barat lainnya.

Terdapat pula pemudik asal Tasikmalaya, Banjar.

Bergegas Kembali Pulang ke Kota Asal.
Bergegas Kembali Pulang ke Kota Asal.

Serta dari Jawa Tengah yang kembali pulang melintasi Garut.

Bergegas meluncur kembali pulang ke kota asal.

Ternyata banyak pula dilakukan para pengendara sepeda motor, dengan menerabas hujan deras.

Kendati sekalipun mereka membawa anak balita.

Sedangkan selama bermudik-ria, disamping menyerbu daerah tujuan wisata.

Tancap Gas Pulang Meski Diguyur Hujan Deras.
Tancap Gas Pulang Meski Diguyur Hujan Deras.

Banyak terdapat di antara mereka, mengunjungi sanak-saudara yang bermukim hingga di pedesaan Kabupaten Garut.

Memanfaatkan liburan panjang, sebagai peluang “emas” bisa jeda dari rutinitas bekerja keras dengan jadwal ketat di perantauan.

Sebagaimana antara lain dikemukakan Rakhman(36), yang mengaku selama ini bekerja pada industri garmen di Kota Bandung.

Sedangkan Arman, memanfaatkan berlibur ke Garut, lantaran putra-putrinya berlibur sekolah.

Berlibur Bersama Keluarga.
Berlibur Bersama Keluarga.

Sebagai hadiah raport mereka bagus, setelah mengikuti “ulangan akhir semester” atawa uas, ungkap pria yang mengaku dari Bekasi.

Ada pula pemudik yang menyatakan, mereka berlibur bersama keluarga ke luar kota.

Semata-mata guna mewujudkan peningkatan motivasi berusaha pada sepanjang 2016 ini.

Agar bisa meraih keberhasilan usaha lebih maksimal.

Sehingga pada tahun-tahun mendatang bisa berangkat melaksanakan ibadah “umroh” bersama keluarganya.

Nikmati Liburan Panjang.
Nikmati Liburan Panjang.

Sebagaimana pula diungkapkan Maman, yang mengaku datang dari Kota Bogor.

Suherman pemudik mengaku asal Cianjur antara lain katakan, sekeluarga bisa menikmati berlibur ke luar kota hanya pada liburan panjang Lebaran Idul Fitri.

Serta liburan panjang akhir tahun, katanya.

Dia rela berdesak-desakan menaiki mobil bak terbuka.

Meski hanya dinaungi tenda sederhana dari plastik, yang penting bisa menikmati fanorama pesisir pantai Garut Selatan, ungkapnya pula.

“Taman Satwa Bidik “Celah” Bisa Pulihkan Macan Buta”

Antrian Kendaraan Hendak Tinggalkan Kota Garut.
Antrian Kendaraan Hendak Tinggalkan Kota Garut.

Dalam pada itu, Segenap Pengelola Taman Satwa Cikembulan, Kadungora, Garut. 

Kini kian gencar membidik “celah”, atawa peluang bisa kembali memulihkan kedua mata macan tutul betina.

Menyusul lembaga konservasi tersebut, bisa berhasil 75 persen memulihkan kondisi fisik satwa langka dilindungi Undang-undang RI ini.

Sejak diselamatkannya dari banyak cedera, serta tersisih dari habitatnya.

Manager Taman Satwa itu, Rudy Arifin, SE katakan semakin gencar bisa mendapatkan celah bagi proses pemulihan kedua mata macan tutul itu, lantaran hingga kini masih belum terdapat rumah sakit satwa liar, meski spisiesnya dilindungi Undang-undang RI.

Salah Satu Titik Lokasi Kecamatan arus Lalulintas di bundaran Tarogong Kaler.
Salah Satu Titik Lokasi Kecamatan arus Lalulintas di bundaran Tarogong Kaler.

Padahal proses pemulihan kedua mata buta ini, dipastikan memerlukan sentuhan teknologi, serta kualitas sumber daya manusia memadai, guna menanganinya.

“Sehingga, barangkali terdapat kepedulian dari ‘lembaga konservasi’ (LK) lain, yang bisa menjalin kebersamaan dengan Taman satwa Cikembulan guna menanggulangi seekor macan tutul betina berkondisi ‘tuna netra’ itu,” imbuh Rudy Arifin.

Sedangkan 25 persen yang masih belum pulih, berupa kedua matanya yang buta.

Sehingga satwa tersebut, cukup tersiksa. Kendati kini bisa memanjat, serta mengonsumsi daging ayam kampung hidup dua ekor setiap harinya.

Namun kumis dimilikinya sangat membantu tingginya daya cium satwa liar tersebut.

Juga berekor cukup panjang dinilai bisa membantu keseimbangan gerak badannya.

Bundaran Simpang Lima, Garut, Saat Lengang Ragam Jenis Kendaraan Termasuk Ragam Moda Angkutan Penumpang Umum.
Bundaran Simpang Lima, Garut, Saat Lengang Ragam Jenis Kendaraan Termasuk Ragam Moda Angkutan Penumpang Umum.

Sebelumnya, temuan anak macan di kawasan kebun milik penduduk Gunung Sawal, Kabupaten Ciamis, berkondisi kedua matanya buta, dan lemas bahkan penuh cedera.

Sebab tak bisa mencari makan, kemudian menjalani pemulihan pada lembaga konservasi Taman Satwa Cikembulan.

Rudy Arifin katakan, meski macan tutul ini penuh cedera.

Tetapi pihaknya tetap konsisten dengan komitmennya berupaya keras memulihkan, merawat serta memeliharanya.

Kini kondisi satwa tersebut, sangat lahap mengonsumsi setiap disajikan makanan, mengindikasikan kian beranjak pulih.

Kehadiran baru macan tutul itu, menjadikan Taman satwa Cikembulan sekarang memiliki koleksi tujuh macan tutul.

Termasuk seekor macan kumbang. Dua di antaranya berjenis kelaman betina.

Ilustrasi. Muhammad Erwin Ramadhan.
Ilustrasi. Muhammad Erwin Ramadhan.

Kepala Bidang KSDA Wilayah III Ciamis, Ir Djundjun Nurzaman, MM katakan, sejak Senin (09/11-2015), Taman Satwa Cikembulan kembali mendapat kiriman titipan seekor macan tutul dari Gunung Sawal Ciamis, yang hingga kini masih di karantina taman satwa itu.

Menyusul ditemukannya seekor macan tutul betina. Berkondisi kesehatan sangat memprihatinkan.

Sangat diprediksi kuat, satwa berusia satu tahun baru disapih dari induknya.

Kemungkinan tersisih dari habitatnya akibat kedua matanya buta.

Bahkan nyaris sekujur wajah dan badannya sarat luka, ungkap Djundjun Nurzaman, antara lain.

“Didatangi Sekitar 150 Ribu Pengunjung”

Pusat Kota Garut. (JDH).
Pusat Kota Garut. (JDH).

Lembaga Konservasi Taman Satwa Cikembulan, terbaring bisu di atas areal seluas sekitar lima hektar.

Juga optimis sepanjang 2015 ini, bisa didatangi sekitar 150 ribu pengunjung.

Maupun meningkat dibandingkan sepanjang Januari – Desember 2014 lalu didatangi 145 ribu pengunjung.

Sedangkan target kunjungan yang optimis pula dapat tercapai 30 ribu pengunjung.

Selama rentang waktu, sejak awal hingga akhir Desember 2015.

Kepak Sayap Burung Lintasi Hamparan Kota Garut. (JDH).
Kepak Sayap Burung Lintasi Hamparan Kota Garut. (JDH).

Atawa meningkat dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Terdapat 25 ribu pengunjung.

Dikatakan, totalitas koleksi satwa di lembaga konservasi satwa langka, dan dilindungi Undang-undang RI ini. 

Sekarang mencapai 563 terdiri 114 spesies, demikian Rudy Arifin, antara lain menambahkan pula.

 

*********

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here