Puluhan Rumah Terendam “Trio Macan” Terjebak Lumpur Cimacan

0
73 views

“Inilah Potret Nadi Kehidupan Penduduk Lintasan Bantaran Sungai Cimanuk Garut”

Garut News ( Ahad, 21/12 – 2014 ).

"Trio Macan" Terjebak Lumpur Cimacan, Ahad (21/12-2014). Foto : John Doddy Hidayat.
“Trio Macan” Terjebak Lumpur Cimacan, Ahad (21/12-2014). Foto : John Doddy Hidayat.

Sekurang-kurangnya 25 unit rumah penduduk Kampung Cimacan di Desa Haurpanggung, Tarogong Kidul, Garut, Jawa Barat, selama ini kerap terendam banjir luapan sungai Cimanuk, juga lantaran melubernya selokan dari arah hulu Haurpanggung.

Termasuk ketika berlangsungnya hujan deras mengguyur kawasan tersebut, Sabtu (20/12-2014) petang.

Selokan Inilah Kerap Meluber Banjiri Pemukiman Penduduk Jika Diguyur Hujan Deras. (Foto : John Doddy Hidayat).
Selokan Inilah Kerap Meluber Banjiri Pemukiman Penduduk Jika Diguyur Hujan Deras. (Foto : John Doddy Hidayat).

Meski hampir sepanjang kampung tersebut terbentang dibangun tanggul pengaman, namun terjadi luapan air dari selokan sebab tertahan meluber derasnya arus sungai, menjadi membanjiri pemukiman. Hingga berketinggian air diatas 40 cm.

Nyaris bersamaan pula, sedikitnya tiga rumah di Kelurahan Sukajaya, Tarogong Kidul pada lokasi sekitar muara sungai Cikamiri juga sempat terendam luapan Cimanuk.

 

Ema Bersama Keluarganya, Menghuni Kampung Cimacan Atawa Bantaran Sungai Cimanuk Sejak 1987. (Foto : John Doddy Hidayat).
Ema Bersama Keluarganya, Menghuni Kampung Cimacan Atawa Bantaran Sungai Cimanuk Sejak 1987. (Foto : John Doddy Hidayat).

Meski tak dilaporkan terdapat korban jiwa atawa kerusakan bangunan rumah dari kedua peristiwa ini, tetapi hingga menjelang malam, warga tetap bersiaga kemungkinan banjir susulan kendati perlahan banjirpun surut.

Penduduk setempat Ema kepada Garut News Ahad (21/12-2014) mengaku, kini bersama dua anak dan dua menantu, serta dua cucunya selama ini  bermukim pada bantaran sungai tersebut.

Meski Sungai Cimanuk Meluap, Anak-Anak Kampung Cimacan Malahan Riang Bisa Berenang Sepuasnya, Ahad (21/12-2014). Foto : John Doddy Hidayat.
Meski Sungai Cimanuk Meluap, Anak-Anak Kampung Cimacan Malahan Riang Bisa Berenang Sepuasnya, Ahad (21/12-2014). Foto : John Doddy Hidayat.

Janda asal Garut berusia sekitar 67 tahun itu, pertama kali berdomisili di lokasi ini pada 1987 bersama suaminya asal Solo Jawa Tengah, dengan profesi penjual bakso.

Sejak suami meninggal beralih profesi sebagai penambang pasir Sungai Cimanuk, sekarang nilai jual di tempat satu meter kubik pasir Rp65 ribu.

Namun penghasilan bersih diterimanya hanya Rp35 ribu, lantaran kudu membayar angkos pikul Rp15 ribu, sewa tanah penyimpanan pasir Rp10 ribu, serta membayar jasa jalan pada petugas jaga pabrik susu kedelai yang dilewatinya Rp5 ribu.

Asyik Meloncat Menghujam Arus Deras Sungai Cimanuk, Ahad (21/12-2014). Foto : John Doddy Hidayat.
Asyik Meloncat Menghujam Arus Deras Sungai Cimanuk, Ahad (21/12-2014). Foto : John Doddy Hidayat.

Rumah Ema dikelilingi pondasi permanen setinggi 70 cm, berkedalaman dari permukaan tanah 50 cm.

Namun jika terjadi banjir bandang mengakibatkan rumahnya pun terendam, dan permah mencapai 1,5 meter hingga dua meter, katanya.

Ema dan anaknya Ato mengharapkan, segera dibangunnya kembali jaringan saluran permanen pada lintasan selokan, agar lebih tinggi dan diperlebar.

“Supaya jika hujan deras tak meluber, atawa meluap membanjiri pemukiman penduduk,” imbuh mereka menyerukan.

******

Noel, Jdh.