Puluhan Pengemudi Meradang Penambahan Angdes

0
32 views

Garut News ( Kamis, 12/02 – 2015 ).

Wahyudijaya. (Foto : John Doddy Hidayat).
Wahyudijaya. (Foto : John Doddy Hidayat).

Puluhan pengemudi beserta kernet armada “Angkutan Pedesaan” (Angdes) rute Kadungora-Rancasalak menggelar aksi mogok, dan menggeruduk Dishub Kabupaten Garut, Rabu (11/2/2015).

Mereka memertanyakan penambahan satu unit angdes dinilai melanggar jalur disepakati. Sebagai bentuk protes, mereka juga sebelumnya sempat menggelar aksi mogok beroperasi selama dua hari.

Ketua Kelompok “Kerja Sub Unit” (KKSU) Trayek Kadungora-Rancasalak, Amir katakan, angdes baru tersebut sebenarnya beroperasi sejak Oktober lalu.

Tetapi, rute atawa trayek dilaluinya tak berdasar kesepakatan.

“Rute disepakati yakni Kadungora-Lekor-Rancasalak-Leles. Namun malahan melintasi jalur Kadungora-Rancasalak-Jangkurang-Leles-Lekor-Haurkuning,” ungkapnya.

Karena itu, kata Amir, para sopir dan kernet trayek Kadungora-Rancasalak melakukan aksi unjuk rasa memertanyakan persoalan itu.

Pertemuan pun digelar di Aula Dishub dan berlangsung cukup alot bahkan memanas. Lantaran, pemilik kendaraan baru dan para sopir merasa berada pada jalur benar. Sehingga pembahasan dilempar ke forum.

Hasilnya, disepakati persoalan dikembalikan sesuai surat perjanjian kesepakatan bersama terkait rute disepakati kedua belah pihak, antara pemilik kendaraan baru dengan pemilik lama.

“Kami tak bermaksud kendaraan itu dicabut lagi. Tetapi kami harapkan pemilik kendaraan baru ini patuh dan taat melalui jalur kesekapakatan sebelumnya ditandatangani September tahun lalu,” imbuh Amir.

Namun, pada Berita Acara hasil pembahasan kesepakatan bersama angkutan pedesaan dipimpin lKepala Dishub Wahyudijaya tersebut, pemilik kendaraan baru tak menandatangani dan menolak hasil pertemuan itu.

Pemilik kendaraan baru, Wahyu menilai, kesepakatan bersama ini melanggar Surat Keputusan Bupati.

“Saya melintasi jalur itu justru benar dan ada kekuatan hukumnya. Masa jalur SK Bupati diganti kesepakatan. Jalur saya punya legal,” katanya.

Dikemukakan, pada pertemuan tersebut, pihaknya merasa tak diberi kesempatan menjelaskan duduk permasalahan sebenarnya.

“Dishub salah. Mungkin dia merasa ketakutan dengan tekanan massa. Tetapi mestinya Dishub tak seperti itu,” sesalnya.

Kepala Dishub Wahyudijaya menyebutkan, sesuai SK Bupati Garut, jumlah angdes di jalur Kadungora-Rancasalak kini mencapai 67 unit.

Sedangkan kuotanya sesuai SK Bupati sebenarnya mencapai 85 unit.

Kendaraan baru satu unit itu juga sebenarnya bukan penambahan, tetapi peremajaan, katanya pula.

Karena itu, Wahyudijaya menyesalkan aksi mogok mengakibatkan para penumpang telantar. Terlebih para pelajar hendak berangkat sekolah.

Dikatakan, mengantisipasi aksi mogok, pihaknya mengerahkan kendaraan bantuan dari Polsek, Kecamatan, dan lainnya mengangkut masyarakat biasa menggunakan jasa angdes tersebut.

*******

Noel, Jdh.