Puluhan Penduduk Garut Didera DBD, Seorang Meninggal Dunia

0
19 views

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Senin, 10/05 – 2016 ).

Ilustrasi, Masih banyak Lintasan Jalan Tergenang Setiap Diguyur Hujan Deras.
Ilustrasi, Masih Banyak Lintasan Jalan Tergenang Setiap Diguyur Hujan Deras.

Selama rentang waktu sepekan terakhir, setidaknya terdapat 35 penduduk asal Kecamatan Tarogong Kidul dan Garut Kota, mereka terpaksa dirawat intensif di RSU dr Slamet. Lantaran diduga terjangkit “demam berdarah dengue” (DBD). Bahkan seorang di antaranya “meninggal dunia”.

Berdasar informasi dihimpun menunjukan, warga berasal dari Perum Jati Putra Kelurahan Cibunar Kecamatan Tarogong Kidul terdapat 10 penduduk, dan warga Kampung Burung Beo Kelurahan Muarasanding Kecamatan Garut Kota 25 orang.

Umumnya korban dari kalangan anak usia di bawah lima tahun atawa balita. Namun juga ada yang dewasa, salah satunya bahkan meninggal dunia. Diketahui bernama Yayan (33) warga RW 06 Kelurahan Muarasanding Kecamatan Garut Kota.

Almarhumn, meninggal di RSU dr Slamet, pada Jum’at (05/05/2016), setelah sempat dirawat selama beberapa hari.

Catatan “Dinas Kesehatan” (Dinkes) kabupaten setempat, sebelumnya menunjukkan kasus DBD pada 2016 terdeteksi sejak Januari lalu. Kasusnya terjadi di kawasan perkotaan meliputi lima kecamatan, terdiri Kecamatan Garut Kota, Karangpawitan, Tarogong Kidul, Tarogong Kaler, dan Kecamatan Banyuresmi.

“Wakil Bupati Garut Helmi Budiman pun pada April lalu sempat dirawat cukup lama sebab terserang DBD”

Penduduk Muarasanding Ny Hiden katakan, merebak-maraknya DBD di lingkungannya terjadi sejak sekitar sepekan lalu. Terutama di lingkungan RW 04, RW 05, dan RW 06.

“Kami melaporkan kejadian ini ke RW. Warga juga terus dihantui merebaknya DBD,” ungkap Hiden, Senin (09/05-2016).

Dikemukakan, Yayan masih saudaranya itu sempat mendapat perawatan di RSU dr Slamet. Tetapi kondisi kesehatannya semakin merosot, kendati mendapat penanganan intensif.

“Dia meninggal Jum’at kemarin. Sedangkan lainnya masih dirawat di rumah sakit,” ujar Hiden.

Kekhawatiran terhadap kian merebak-maraknya DBD juga mendera warga Warga Perum Jati Putra. Mereka menyesalkan sikap Dinkes dinilai tak cepat tanggap atas permintaan warga supaya dilaksanakan “fogging” (pengasapan) di lingkungannya.

“Kami beberapa kali melayangkan surat ke Dinkes meminta fogging namun surat itu tak pernah ditanggapi serius,” sesal warga, termasuk Syahril Putra.

Meski, guna mencegah DBD tak semakin meluas, dirinya bersama warga lain terus bersiaga. Juga, melakukan gerakan bersih-bersih lingkungan sekitar perumahan dengan fokus tempat kediaman warga terjangkit DBD, katanya.

********

( nz, jdh ).