Puluhan Karyawan Changsin Terinsfeksi Corona Pabrik Tak Ditutup

0
27 views
Lembah Tutugan Leles.
Ilustrasi. Bencana Tebing Digerus Longsor.

“Bupati Sempat Katakan Akan Menutup Pabrik Dengan Sistem Terbatas”

Garutnews ( Rabu, 16/12 – 2020 ).

Puluhan karyawan perusahaan pabrik sepatu olahraga PT Changsin Reksa Jaya di Lembah Tutugan Kecamatan Leles pada pinggiran lintasan Jalan Garut-Bandung, terinsfeksi corona. Tetapi pabriknya tak jua ditutup atau tetap beroperasi.

Bukannya melakukan penutupan, malahan Pemkab/Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 kabupaten setempat justru membuat pakta integritas menjalankan prokes pencegahan penularan pandemi bersama pihak perusahaan.

Langkah Pemkab tersebut beda dengan saran diajukan sejumlah kalangan agar dilakukan penutupan sementara, dan dilakukan sterilisasi lingkungan guna mencegah penyebaran wabah predator yang lebih meluas bahkan bisa  semakin mengganas.

Penandatanganan pakta integritas juga berlangsung di PT Changsin, Selasa (15/12-2020).

Bupati Rudy Gunawan juga Ketua GTPP Covid-19 katakan, langkah penanganan Covid-19 mesti dilakukan bersama dan langkah kongkrit harus dilakukan agar bisa diselesaikan dengan baik supaya masyarakat tak dirugikan. Terutama perlindungan tenaga kesehatan dan perlindungan tenaga kerja.

Sehingga dia meminta pihak perusahaan lebih memerketat pemeriksaan kesehatan karyawannya yang akan bekerja, serta pelaksanaan prokes di lingkungan tempat kerjanya lebih ditingkatkan.

Pihak perusahaan pun diminta komitmen bersama GTPP Covid-19 yang melaksanakan pengawasan terhadap penerapan prokes di lingkungan tempat kerja, katanya.

“Kami ini minta diberikan jaminan dari perusahaan prokes dijalankan, bahkan lebih ditingkatkan lagi setelah terjadinya terkonfirmasi di PT. Changsin. Tadi di depan, bagus ada pengecekan suhu tubuh, dan itu diperketat. Mulai dari luar sampai dalam lebih ketat lagi. Yakinkan kami tim Gugus Tugas, prokes dilaksanakan lebih ketat lagi !,” katanya pula.

Dia meminta pula komitmen para pekerja melalui Serikat Pekerja, mereka lebih berhati-hati ketika berada di luar pabrik. Pasalnya, sebagaimana hasil investigasi tim GTPP, penularan Covid-19 terhadap karyawan PT Changsin itu diketahui terjadi di luar lingkungan pabrik, dan bukan ketika ada interaksi di lingkungan pabrik.

“Ketika di luar pabrik, setelah pulang bekerja, interaksi dengan masyarakat sekitar tetap melaksanakan prokes, melakukan jaga jarak. Karena, kita percuma saat di lingkungan perusahaan, kita memperketat prokes, tetapi pegawai PT. Changsin sepuluh ribu itu berinteraksi tanpa prokes. Pasti mudah terpapar Covid-19,” kata Rudy.

Kepala Disnakertrans Erna Sugiarti sebelumnya katakan, jumlah karyawan PT Changsin Reksa Jaya terpapar Covid-19 per 10 Desember 2020 mencapai sedikitnya 40 orang. Semuanya dilakukan isolasi perawatan. Namun seorang di antaranya meninggal dunia.

Banyaknya karyawan PT Changsin terpapar tersebut sempat menjadikan Bupati Rudy Gunawan katakan pihaknya akan melakukan penutupan pabrik tersebut, dengan sistem terbatas, katanya.

“Bersihkan Puing Rumah Diterjang Longsor”

Dari Garut juga dilaporkan, warga bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan Cilawu juga sejumlah relawan bahu-membahu membersihkan puing-puing rumah rusak diterjang longsor di Kampung Cigangsa RT 02/08 Desa Sukamaju Kecamatan Cilawu, Rabu (16/12-2020).

Mereka melakukan pula perataan tanah dari timbunan material longsor termasuk pembersihan tebing tergerus longsor berlokasi persis dekat bangunan SDN Sukamaju 5 itu.

“Pengajuan TPT (tembok penahan tanah/tebing) dan rumah ambruk, kita koordinasikan dengan Dinas Perumahan dan Permukiman, dan Dinas Pendidikan,” kata Camat Cilawu Mekarwati.

Dikatakan, longsor terjadi Selasa (15/12-2020) sekitar pukul 14.30 WIB dipicu hujan deras mengakibatkan satu unit bangunan rumah warga ambruk, dan tiga unit bangunan rumah lainnya terancam. Tak ada korban jiwa.

Selain warga rumahnya ambruk, warga rumahnya terancam juga sempat diungsikan ke tempat aman guna menghindari terjadi longsor susulan.

“Penanganan warga rumahnya ambruk, sementara bersama keluarga. Bantuan sandang untuk warga terdampak ada dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah). Bantuan makanan juga datang dari Dinsos (Dinas Sosial),” kata Mekarwati pula.

Lantaran hujan deras, sebuah bangunan ruang guru SDN Babakan Loa 2 Kecamatan Pangatikan pun ambruk, Selasa (15/12-2020).

Tak ada korban jiwa. Peristiwanya terjadi subuh di tengah keadaan lingkungan sekolah sepi. Pada ruangan terletak di bagian tengah lingkungan sekolah itu juga tak ada kegiatan apapun.

“Bangunan diketahui ambruk setelah hujan deras mengguyur sejak Senin sore. Lagipula, memang bangunan ini kondisinya lapuk. Atapnya terlihat nyaris rusak. Kemungkinan karena itu pula bangunan ambruk sebab tak mampu menahan guyuran hujan,” ungkap Kepala SDN Babakan Loa 2 Enung Sukaesih.

Dikemukakan, usia bangunan ruang guru yang rubuh itu terbilang tua. Dibangun 1982, merupakan bangunan kelebihan dari bangunan-bangunan ruang kelas SDN Babakan Loa 2.

Bangunan tersebut kemudian dimanfaatkan menjadi ruang kepala sekolah dan guru. Namun seiring usianya tua, beberapa bagian mulai terlihat lapuk. Sehingga dikosongkan menghindari terjadi peristiwa tak diharapkan.

Selanjutnya, ruang kepala sekolah dan guru berpindah ke bangunan lain. Sedangkan bangunan lama persis di tengah lingkungan sekolah dibiarkan kosong.

Rubuhnya bangunan itu bagi pihak sekolah tak menjadi masalah. Bahkan direncanakan lokasi bekas bangunan diratakan dan dibenahi untuk dijadikan tempat lapangan upacara.

Maka nantinya lapangan upacara menjadi bertambah luas leluasa. Tak ada lagi penghalang bangunan di tengah lapangan upacara seperti sebelumnya.

“Hanya, kami masih bingung bagaimana membereskannya. Belum terpikirkan juga darimana sumber pembiayaannya,” keluh Sukaesih.

******

Abisyamil, JDH/Foto : Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here