PSBB Garut Kian Diperparah Serbuan 250 Ribu Pemudik

0
10 views
dr H. Helmi Budiman.
Duduk Beristirahat Sejenak Lantaran Kelelahan Berbelanja.

“Wakil Bupati Antisipasi Penyekatan”

Garut News ( Senin, 18/05 – 2020 ).

Penerapan ‘Pembatasan Sosial Berskala Besar’ (PSBB) parsial di Kabupaten Garut yang dinilai banyak kalangan hingga kini masih belum efektif, bisa kian diparparah kondisi menjelang Lebaran Idul Fitri 1414 H diperkirakan diserbu 250 ribu pemudik dari pelbagai kota berdatangan pulang kampung.

Wakil Bupati dr H. Helmi Budiman bahkan katakan hingga kini sedikitnya 50 ribu pemudik tiba di Garut. Sehingga sekitar 200 ribu pemudik lagi segera berdatangan ke setiap 42 wilayah kecamatan di Garut kabupatennya.

Warga Asal Cibiuk Ini Mengaku Dalam Seumur Hidupnya Baru Pertama Kali Duduk di Pinggiran Trotoar Pusat Kota Garut, Ahad (17/05-2020).

Perkiraan tersebut berdasar data perantau dari Garut mencapai 250 ribu dengan beragam profesi.

“Kabupaten ini paling banyak perantaunya di antara kabupaten lain di Provinsi Jawa Barat,” ungkapnya, Ahad (17/05-2020).

Menghadapi lonjakan intensitas pemudik itu, Pemkab bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 senantiasa bersiaga mengantisipasi melakukan penyekatan di perbatasan wilayah. Suhu tubuh mereka diperiksa pada cek poin perbatasan. Jika diketahui suhu tubuhnya di atas 38 derajat Celsius langsung dites cepat Covid-19.

PSBB Rasa CFD.

Helmi Budiman juga meminta seluruh pengurus RT/RW berperan aktif mengawasi setiap pemudik berdatangan ke kampungnya guna mengantisipasi hal tak diharapkan. Salah satunya dilakukan isolasi mandiri pemudik sebagai upaya memutus rantai penyebaran wabah.

Kian banyaknya pemudik berdatangan terindikasi dari laporan kepolisian mengenai masifnya kendaraan memasuki Garut pada 6 hingga 16 Mei 2020 mencapai 1.628 unit roda dua dan 3.005 roda empat.

Dari jumlah tersebut, 118 kendaraan roda dua dan 67 kendaraan roda empat dikembalikan.

Menyesaki Perkotaan Garut.

Hasil pengecekan kepolisian pada cek point Kadungora, Balubur Limbangan, Malangbong, dan Cilawu menunjukan didominasi kendaraan roda empat. Namun tak satu pun terdapat kendaraan angkutan umum.

Berdatangannya ribuan pemudik, akankah pusat kota Garut masih menjadi magnet kunjungan warga seperti hari-hari menjelang Idul Fitri tahun-tahun sebelumnya ?

Lantaran sebelum kedatangan pemudik diperkirakan 200 ribu itu pun, pusat kota berkondisi masih tetap berjubel pengunjung meski kendaraan tak bisa berlalu lalang kecuali di ruas-ruas jalan sekitarnya.

Penuhi Kebutuhan Konsumtif.

Sehingga banyak kalangan menyamakan PSBB di perkotaan Garut menyerupai suasana Car Free Day. Kendati ruas jalan kosong kendaraan namun dipenuhi pedagang dan pengunjung.

Maka apakah perkembangan predator wabah pandemi coronavirus disease 2019 di Kabupaten Garut bisa dibendung? Yang hingga kini pun jumlah orang reaktif Covid-19 dari hasil tes cepat pun masih terus bertambah.

*******

Abisyamil, JDH/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here