Proyek Ratusan Miliar Garut Belum Seluruhnya Tuntas

0
123 views
Ilustrasi.

“73 Ruang Kelas Rusak Diguncang Gempa”

Garut News ( Jum’at, 22/12 – 2017 ).

Ilustrasi.

Dari ribuan paket kegiatan proyek pembangunan fisik bernilai ratusan miliar rupiah dikelola “Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang” (PUPR) Kabupaten Garut 2017, dipastikan belum bisa seluruhnya seratus persen tuntas dikerjakan. 

Kepala Dinas PUPR kabupaten setempat, Uu Saepudin katakan sedikitnya masih terdapat empat kegiatan proyek tersebut, masih belum bisa diselesaikan tepat waktu pada 22 Desember 2017 ini.

Rudy Gunawan.

Lantaran terganjal beberapa kendala di lapangan, di  antaranya dialami pada Jalan Simpang Toblong dan jalan Linggamanik Kiarakohok, kemudian SOR Ciateul dan Art Center.

“Ya antara lain disebabkan tenaga kerja, kondusivitas di lapangan, dan kondisi cuaca tak mendukung,” katanya Kamis.

Dikemukakan, tinggal beberapa item bisa selesai dalam waktu dekat ini, sehingga pihaknya memberikan dua pilihan.

“Seperti Art Center meski siap selesai akhir Desember, tetapi penagihan tak mungkin dilakukan 30 Desember. Berarti dilewat tahunkan pada 2018. Bagi mereka yang 30 Desember tak selesai, bisa diperpanjang 50 – 90 hari dengan ketentuan membuat pernyataan, denda maksimal, dan pernyataan sanggup membayar denda,” kata Uu Saepudin.

Jujun Juansyah.

Sedangkan penyebab lain mengakibatkan terlambatnya pengerjaan, di antaranya yang diluar prediksi seperti gangguan alam, bencana, kendati bakal dikaji PPK, katanya pula.

Bupati Rudy Gunawan menyatakan, penyebab mangkraknya pengerjaan proyek itu, antara lain disebabkan faktor alam.

“Begini, proyek di selatan Jalan Linggamanik, dan Kiarakohok dan jembatannya sebetulnya sesuai target, saya akan meresmikan. Tetapi kemarin ada bencana, saya mengadakan penelitian ke sana. Saya ingin menjaga kualitasnya, maka diperpanjang 50 hari sesuai aturan,” kata dia.

Demikian pula Gor permainan Ciateul dan Art Center juga diperpanjang 50 hari. “Gor dan Art Center juga diperpanjang, akan selesai 15 Januari 2018,” kilah bupati.

“2.700 Kegiatan Bernilai Rp662 Miliar”

Kepala Bidang Bina Program pada Dinas PUPR Kabupaten Garut, Jujun Juansyah mengatakan ada sekitar 2.700 kegiatan bernilai Rp662 miliar, yang kini (22/12-2017) hampir 99 persen selesai pengerjaannya.

Antara lain bersumber dana Bantuan Provinsi (Banprov) 2017 senilai Rp173 miliar dengan 800 kegiatan, dan bersumber “Dana Alokasi Khusus” (DAK) Rp40 miliar dengan 20 kegiatan.

Sedangkan kegiatan lainnya bersumber APBD murni kabupaten setempat tahun anggaran 2017, ungkap Juansyah.

Didesak pertanyaan Garut News mengenai sangat rendahnya nilai satuan harga material pembangunan di kabupaten ini, Jujun antara lain katakan sesuai dengan standar “Upah Minimum Kabupaten” (UMK) setempat, katanya.

Gun Gun Sukma Utama.

Kepala Seksi Penelitian dan Pengembangan Bidang Bina Program Dinas PUPR, Gun Gun Sukma Utama antara lain katakan pula dari 2.700 kegiatan tersebut, di antaranya terdapat empat kegiatan bernilai sekitar Rp6 miliar bersumber APBD murni Kabupaten Garut 2017.

Hingga kini (22/12-2017), proses pengerjaannya 95 persen. Sisanya lima persen optimis bisa menuntaskan pekerjaan fisik beserta administrasi dengan tepat waktu.

Sedangkan pada Bidang Sumber Daya Air mengerjakan  800 paket, yang kini seratus persen selesai, ungkap Kepala Bidang Syaiful Fallah.

“73 Ruang Kelas Rusak Diguncang Gempa”

Totong.

Dari Garut pun dilaporkan terdapat 73 ruang kelas pada 68 Sekolah Dasar (SD) lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) kabupaten, yang tersebar di 22 kecamatan mengalami kerusakan akibat diguncang gempa, pada 15 Desember silam.

Selain itu, juga ada 22 SMP Negeri maupun Swasta tersebar pada 12 wilayah kecamatan mengalami kerusakan lantaran diguncang gempa tersebut.

Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Disdik Jatjat Darojat bersama PLT Sekretaris Yuda Iman Pribadi melalui Kepala Bidang SD Ade Manadin katakan, hasil pendataan di lapangan menunjukan 26 ruang kelas di 21 SD rusak berat (RB), lainnya pada 31 SD rusak sedang (RS), dan di 16 SD rusak ringan (RR).

Selain ruang kelas, kerusakan juga menimpa gedung perpustakaan di 3 SD, bangunan kantor di 3 SD, rumah dinas pada SDN Cipangramatan 3 Cikajang, bangunan MCK di 3 SD, dan pagar di 2 SD.

“Kerusakan bangunan SD umumnya pada bagian atap, plafon, dan dinding retak-retak serta terkelupas. Ada juga atap rusak parah, dan dinding ambruk. Seperti menimpa SDN Pangeureunan 4 Balubur Limbangan, SDN Ciudian 2 Singajaya, dan SDN Jatisari 3 Cisompet,” ungkap Ade, Jum’at (22/12-2017).

Dikatakan, berkaitan total nilai kerugian material akibat kerusakan bangunan SD terdampak gempa, pihaknya masih melakukan penghitungan.

Fungsi Jalan.

Kepala Bidang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Totong menyebutkan, hasil pendataan per 20 Desember 2017, di Garut terdapat 22 SMP negeri maupun swasta tersebar pada 12 kecamatan mengalami kerusakan sedang, dan ringan akibat gempa.

Kerusakan bervariasi. Antara lain dinding retak-retak, dan ambruk, genteng atap, dan plafon rusak, dan kaca ruangan pecah.

“Selain ruangan kelas, kerusakan juga meliputi ruang guru, ruang kepala sekolah, masjid, dan aula/gedung olahraga,” ujarnya.

Sebanyak 17 SMP mengalami rusak sedang di 7 kecamatan, dan 5 SMP lainnya di 5 kecamatan. Total nilai kerugiannya masih dalam penghitungan, katanya.

*******

(Jay, NZ, JDH/ Fotografer : John Doddy Hidayat).