Prosfektif Kunjungan Wisatawan Bagendit Tergantung Curah Hujan

0
81 views

“Setiap Dilanda Kemarau Panjang, Situ Bagendit Nyaris Menyerupai Lapangan Bola Raksasa”

Ilustrasi Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Senin, 14/12 – 2015 ).

Selama Ini Nyaris Menyerupai Lapangan Sepakbola Raksasa, Setiap Diranggas Kemarau Panjang.
Selama Ini Nyaris Menyerupai Lapangan Sepakbola Raksasa, Setiap Diranggas Kemarau Panjang.

Ternyata selama ini  prosfektif kunjungan wisatawan pada potensi Situ Bagendit di Banyuresmi Garut, Jawa Barat, sangat tergantung intensitas curah hujan.

Menyusul para pelaku usaha pada obyek wisata tersebut, kini bisa ceria menyaksikan perairan Bagendit kembali banyak digenangi air. Lantaran intensitas curah hujan terus mengguyur sekarang ini.
Bahkan limpahan air pun kian menutupi areal situ, yang sempat sarat dipenuhi rerumputan itu. Menjadikan pula usaha wisatanya bergairah. Terutama usaha wisata kendaraan air atawa usaha wisata lainnya, termasuk kalangan pedagang makanan, dan minuman ringan.

Acap Nyaris Hentikan Denyut Kehidupan.
Acap Nyaris Hentikan Denyut Kehidupan.

Padahal sebelumnya selama kemarau panjang 2015 ini, aktivitas usaha di kawasan tujuan wisata melegenda tersebut nyaris mati suri. Sebab, kondisi areal situ mengalami kekeringan dahsyat malahan nyaris berubah menjadi padang rumput maupun lapangan bola raksasa.

Sehingga rakit bambu juga sepeda air sama sekali tak bisa beroperasi hingga mengakibatkan kalangan usaha wisata baharinya sempat “kolaps”. Termasuk kegiatan para nelayan setempat. Maka jumlah pengunjung pun menjadi melorot drastis.

“Alhamdulillah sekarang banyak air lagi, kendati baru pada sebagian areal situ. Namun bisa digunakan untuk rakit dan sepeda air. Sedangkan bagian lainnya belum bisa dipakai. Air belum sepenuhnya normal, karena memang tingkat pendangkalan cukup parah,” ungkap Kepala UPTD Bagendit Heri Restu Heryana, Ahad (13/12-2015).

Sempat LamaTerdampar.
Sempat LamaTerdampar.

Dia katakan, selain munculnya sejumlah objek wisata baru, faktor utama memengaruhi anjloknya kunjungan wisatawan justru lantaran tergantung kondisi air di Situ Bagendit, katanya.

Sedangkan saratnyaknya tanaman air seperti eceng gondok dan teratai, serta pendangkalan sangat parah, tak hanya berakibat panorama situ cukup terganggu, melainkan juga menjadi penyebab radius operasi kendaraan air menjadi sangat terbatas, maupun menciut drastis.

“Sekarang juga, meski air mulai menggenang lagi, pengunjung belum begitu ramai. Kemungkinan mereka belum mendapat informasi kondisi sekarang. Yang mereka ingat, ya kondisi Situ Bagendit kering dilanda kemarau kemari,” katanya pula.

Padahal, Situ Bagendit kerap dipenuhi para pengunjung. Terutama pada musim liburan panjang seperti Lebaran Idul fitri, Idul adha, liburan anak sekolah, natal, dan pergantian tahun.

Diharapkan pada musim liburan akhir tahun ini, jumlah pengunjung bisa kembali membeludak, imbuhnya.

*******

Noel, Jdh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here