Proses Pilkades Serentak Garut Mulai Menuai Gugatan

0
20 views

Fotografer : John Doddy Hidayat.

Garut News ( Sabtu, 18/04 – 2015 ).

Puluhan Massa dari Wilayah Kecamatan Samarang.
Desakan Puluhan Massa dari Wilayah Kecamatan Samarang.

Foto berita www.garutnews.com akhir pekan ini, Sabtu (18/04-2015), menampilkan fenomena. Penyelenggaraan “Pemilihan Kepala Desa” (Pilkades) serentak di Kabupaten Garut.

Diagendakan 21 Mei mendatang, ternyata tak semudah membalik telapak tangan.

Indikasi tersebut, di antaranya mulai terbukti meski masih berlangsung proses atawa tahapan pendaftaran “bakal calon” (balon) kades.

Beraudensi di Ruang Aspirasi DPRD Garut.
Beraudensi di Ruang Aspirasi DPRD Garut.

Tetapi mulai pula menuai protes keras maupun gugatan, sehingga antara lain bermuara pada audensi dengan kalangan legislator setempat.

Menyusul puluhan massa berdatangan, kemudian beraudensi dengan kalangan legislatif serta institusi teknis terkait, termasuk camat.

Mereka berdatangan dari salah satu desa di wilayah Kecamatan Samarang, Jum;at (17/04-2015), antara lain mendesak perlakuan adil pada setiap seluruh tahapan Pilkades itu.

SWpanduk Maklumat.
Spanduk Maklumat.

Sebelumnya pun,  banyak pihak bahkan mengkhawatirkan Pilkades digelar serentak di 216 desa ini, juga bisa terancam gagal.

Lantaran regulasi penyelenggaraan pilkades dinilai rawan gugatan hukum, malahan bisa berpotensi pula menimbulkan konflik.

Antara lain menyangkut persyaratan balon kades. Seperti persyaratan tes kesehatan dari Rumah Sakit Umum (RSU) dr Slamet serta RSU Pameungpeuk, berikut rekomendasi bebas penyalahgunaan narkoba dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Garut.

Umumnya Kondisi Potensi Pertanian di Desa Juga Mendesak Sentuhan Teknologi Pasca Panen, yang Memadai.
Umumnya Kondisi Potensi Pertanian di Desa Juga Mendesak Sentuhan Teknologi Pasca Panen, yang Memadai.

Sebelumnya pula, Komisi A DPRD setempat meradang lantaran merasa tak dilibatkan dalam urusan pilkades serentak tersebut.

Sehingga tak heran jika pelaksanaan pilkades dibayang-bayangi kekisruhan, bahkan kegagalan.

“Saat pembekalan bagi panitia Pilkades pun, Komisi A tak diberitahu, apalagi diberi waktu menjelaskan. Monitoring pun kami lakukan karena informasi dari masyarakat banyak menanyakan ke kami,” ungkap Sekretaris Komisi A DPRD  Dadang Sudrajat.

Seorang Penduduk Desa Menjadi Kuli di Pasar Ciawitali Guntur, Garut, Mengaku Tak Paham Dengan Pilkades Serentak.
Seorang Penduduk Desa Menjadi Kuli di Pasar Ciawitali Guntur, Garut, Mengaku Tak Paham Dengan Pilkades Serentak.

Dia juga mengkhawatirkan soal tes kesehatan menjadi salah satu faktor dapat mengancam kegagalan pilkades serentak.

 

********

 

Noel, Jdh.