Proses Pencairan Dana Kedodoran Panitia Pilkades Meradang

0
189 views

Garut news ( Selasa, 21/04 – 2015 ).

Sekda Garut. (Foto : John Doddy Hidayat).
Sekda Garut. (Foto : John Doddy Hidayat).

Kalangan Panitia “Pemilihan Kepala Desa” (Pilkades) Serentak di Kabupaten Garut memertanyakan masih belum diperolehnya bantuan dana Pemkab setempat untuk honorarium, dan operasional penyelenggaraan Pilkades.

Meski tahapan Pilkades berjalan cukup lama. Bahkan kini memasuki tahap penjaringan “bakal calon” (balon) ke calon kades.

Mereka juga mendesak Pemkab segera mencairkan dana bantuan keuangan tersebut, agar mekanisme kerjanya bisa berjalan optimal.

Belum diterimanya bantuan itu, mereka sangat kewalahan melaksanakan pelbagai kegiatan tahapan Pilkades.

Akibatnya, banyak di antara mereka terpaksa menggunakan uang pribadi, baik tabungan maupun menjual barang perhiasan untuk kegiatan operasional tersebut.

Bahkan tak sedikit terpaksa menggadaikan barang dan meminjam uang ke rentenir.

Sejumlah panitia Pilkades bahkan mengancam mogok kerja jika pencairan dana itu tak juga ada kepastian.

“Saya dilantik menjadi Panitia pilkades sejak awal Maret lalu. Maka daripada tahapan tak berjalan, menutupi kebutuhan dan operasional, ya terpaksa kita pinjam uang ke salah satu pengusaha,” ungkap panitia Pilkades Desa Situjaya Karangpawitan, Zainal Muttaqien, Selasa (21/04-2015).

Padahal, kata dia, proposal “Rencana Anggaran Biaya” (RAB) Pilkades diajukan ke Pemerintah Desa untuk diserahkan ke Bupati Garut. Namun hingga kini, dana tersebut tak kunjung cair.

Menurutnya, dana pinjaman ini digunakan melaksanakan rapat-rapat panitia dan fotokopi berkas. Terlebih pada tahapan penelitian dan klarifikasi persyaratan administrasi balon kades, biaya operasional dikeluarkan panitia cukup besar.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut Iman Alirahman menegaskan, pihaknya memanggil panitia Pilkades tingkat kabupaten dan 40 camat untuk melakukan langkah konkret agar semua tahapan Pilkades serentak bisa berjalan baik.

Hasil rapat dengan panitia Pilkades kabupaten bersama para camat, disepakati dana bantuan keuangan Pilkades segera dicairkan akhir bulan ini, katanya.

Dia menyebutkan, lambannya pencairan terjadi antara lain kelambanan penyelesaian kelengkapan administrasi APBDes, termasuk RAB Pilkades dari masing-masing pemerintahan desa.

Menurutnya, hingga kini, dari 216 desa penyelenggara Pilkades, baru 83 desa menyerahkan APBDes/RAB Pilkades ke Pemkab Garut.

“Bantuan keuangan tersebut nanti dicairkan melalui rekening giro masing-masing desa. Mudah-mudahan secepatnya akhir bulan ini,” katanya pula.

Besaran bantuan keuangan tersebut bervariasi, bergantung jumlah hak pilih di masing-masing desa. Per hak pilih dianggarkan senilai Rp5.000.

********

Noel, Jdh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here