Promkes Turun Gunung Sebar Salam UKBM Poskestren Mandiri

0
15 views
Hj. Eulis Dahniar Saksikan Penandatanganan Komitmen Kesepakatan Bersama, Antara lain Ditandatangani Sekmat Cisurupan.

Garut News ( Selasa, 30/04 – 2019 ).

Hj. Eulis Dahniar Saksikan Penandatanganan Komitmen Kesepakatan Bersama, Antara lain Ditandatangani Sekmat Cisurupan.

Kepala Seksi ‘Promosi Kesehatan’ (Promkes) dan Pemberdayaan Masyarakat Dinkes Kabupaten Garut, Hj. Eulis Dahniar, M.Kes turun gunung bersama jajarannya menggelar pembinaan ‘Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat’ (UKBM) ‘Sehatkan Barisan Santri Dari Dalam’ (Sebar Salam) menuju ‘Pos Kesehatan Pesantren’ (Poskestren) Mandiri.

Sejak dua pekan terakhir secara marathon, terencana juga terukur, mereka mendatangi setiap di sepuluh wilayah kecamatan prioritas program tersebut, meliputi Kecamatan Pasirwangi, Kersamanah, Leles, Sukaresmi, Cikajang, Bayongbong, Cigedug, Cisurupan, Pakenjeng, dan wilayah Kecamatan Banjarwangi.

Hj. Eulis Dahniar Menyerahkan Dokumen Komitmen Bersama Kepada Pemerintahan Kecamatan Cisurupan.

Pembinaan pada setiap kecamatan mendapatkan apresiasi positip, bahkan komitmen kesepakatan bersama. Terdiri Sosialisasikan Poskestren di Pondok Pesantren masing – masing, Pembentukan Santri Husada, serta Pembinaan dari pihak Puskesmas setempat.

Seperti halnya di Kecamatan Cisurupan, Camatnya Jujun Juhana bersama Sekmat Agus Saepuloh, Kapolsek juga Danramil mendukung penuh UKBM Sebar Salam Menuju Poskestren Mandiri itu.

Detail Memaparkan Kebijakan Pemberdayaan Masyarakat Bidang Kesehatan.

Lantaran menurut mereka, berpotensi bisa meningkatkan kualitas derajat kesehatan lingkungan sekitarnya, maupun tak hanya di lingkungan pondok pesantren. Melainkan juga berimbas positip bagi masyarakat di luar lingkungan pesantren.

Menyusul kalangan santri di setiap pesantren pun sangat berpotensi menyukseskan terwujudnya kualitas ‘Perilaku Hidup Bersih dan Sehat’ (PHBS), sebab pada setiap sosok santri sebagai ‘panutan’, serta ‘keteladanan’.

Pemaparan Kesehatan Dari Perspektif Islami.

“Menjadikan Santri/Santriwati Agen Perubahan” 

Hj. Eulis Dahniar pun dengan humanis diselingi candaan segar, detail memaparkan kebijakan pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan.

Di antaranya lima tahapan kegiatan ‘Sebar Salam’ Poskestren Mandiri, yang dipastikan bisa menjadikan setiap santri/santriwati sebagai agen perubahan dalam mewujudkan PHBS.

Ust. Abdul Rozzaq Presentasikan Model Sebar Salam Poskestren Mandiri.

“Lantaran mereka pun dapat menjadi penyuluh sebaya,” imbuhnya dihadapan sedikitnya 50 santri dan para pengasuhnya di ruang pertemuan Kantor Kecamatan Cisurupan, Selasa ( 30/04 – 2019 ).

Lima tahapan UKBM Sebar Salam menuju Poskestren Mandiri, diungkapkan Eulis, terdiri 1. ‘Pepesan’ (Penyampaian Pesan) Sehat, 2. ‘Bintang Bangkit’  (Bimbingan dan Tantangan Bagi Kita).

Sajikan Produk RTL Para Santri.

Kemudian 3. ‘Gerus’ (Gerakan Perbaikan Terus Menerus), 4. ‘Sampul Biru’ (Santri Pulang Bisa Berubah), dan 5. ‘Berpesta Ria’ (Bersih Pesantrenku, Sehat Santriku).

Diingatkan Eulis Dahniar, kontribusi cakupan terwujudnya kesehatan masyarakat itu 35 persen ditunjang oleh perilaku, 40 persen lingkungan, lima persen faktor keturunan (genetika), sedangkan dari institusi teknis kesehatan (Dinkes) cakupannya 20 persen.

Germas Wujudkan PHBS Pondok Pesantren.

Bahkan kemampuan penganggaran dari pemerintah pun berkisar 30 persen, sehingga 70 persen di antaranya dapat bersumber dari potensi masyarakat.

Sehingga paradigma Poskestren Mandiri, sama sekali tidak identik dengan wujud gedung maupun sarana bangunan fasilitas kesehatan, melainkan dimulainya PHBS, yang bisa dilanjutkan dengan jalinan kerjasama Poskestren dengan Puskesmas.

Camat Cisurupan.

Agar UKBM di lingkungan pesantren ini berbasiskan dari, oleh, dan untuk masyarakat dengan senantiasa mengedepankan upaya promotif dan preventif, rehabilitatif, tanpa mengabaikan upaya kuratif, tandasnya.

Jajaran Pengurus MUI Kabupaten Garut, detail pula mempresentasikan membangun perilaku hidup sehat yang Islami, dasar PHBS adalah ibadah lantaran kebersihan dan kesehatan sebagai kebutuhan yang azasi.

Membangun Kebersamaan Sukseskan UKBM Sebar Salam Poskestren Mandiri.

Disajikan pula ragam model percontohan penyelenggaraan UKBM  ‘Sebar Salam’  Poskestren Mandiri Hidayatul Faizin Bayongbong sejak 2017, oleh Ust. Abdul Rozzaq, yang antara lain menjelaskan wujud santri peduli kesehatan, tanaman obat keluarga, dari santri, oleh santri, dan untuk santri.

Rangkaian helatan ini, diakhiri penyampaian produk pemikiran para santri Ponpes Nurul Huda berupa konsepsi ‘Rencana Tindak lanjut’ (RTL), yang juga mendapatkan dukungan dari jajaran UPT Puskesmas Cisurupan.

***********

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here