Promkes Garut Detail Presentasikan Aplikasi ‘Si Cakep’

0
160 views
Hj. Eulis Dahniar, M.Kes Sangat Detail Presentasikan Aplikasi "Si Cakep".
Hj. Eulis Dahniar, M.Kes Sangat Detail Presentasikan Aplikasi “Si Cakep”.

“Kabid Kesmas Dinkes Jabar Serukan Ubah Kata Jika Menjadi Meski”

Garut News ( Rabu, 10/04 – 2019 ).

Kepala Seksi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat pada Dinkes Kabupaten Garut, Hj. Eulis Dahniar, M.Kes sangat detail mempresentasikan “Sistem Informasi Cakupan Kegiatan Posyandu” (Si Cakep).

Merupakan pengembangan model sistem pemantauan yang mencakup 22 elemen jenis laporan Posyandu sebagai ‘Tools’ maupun ‘piranti/alat’ untuk memermudah pekerjaan bagi pemegang program.

Hj. Sri Sudartini, MPS Memaparkan Perlunya Mengubah Kata Jika Menjadi Meski.

“Model sistem ini bisa membantu menganalisis data secara cepat, sehingga memudahkan bagi petugas kesehatan dalam melakukan pembinaan Posyandu,” ungkap Eulis Dahniar dihadapan 118 peserta Pertemuan Pembinaan Pengelolaan Desa Siaga Aktif di Bandung, Rabu (10/04-2019).

Sebagai sistem pemantauan yang digunakan untuk memulai kegiatan Posyandu dengan cepat, dan mudah diakses untuk menyukseskan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS – PK).

Sangat Serius Disimak Seluruh Peserta.

Lantaran aplikasi Si Cakep berbasiskan SMS gateway atau aplikasi pada android maupun website itu, di 2019 ini capaian cakupannya 50 persen dari sekitar 40.404 Posyandu berkeunggulan laporan bisa cepat diperoleh tanpa hambatan sehingga memudahkan dianalisis.

Demikian antara lain diungkapkan Eulis Dahniar juga dihadapan nara sumber dari Kemenkes yang memaparkan Kebijakan Kemenkes Dalam Pembinaan Masyarakat Bidang Kesehatan Mendukung Program Desa/kelurahan Siaga Aktif.

Berfoto Bersama Peserta Diskusi Asal Garut, Subang, dan Kabupaten Bandung.

Disaksikan pula nara sumber penyaji materi Intervensi PIS – PK di Desa/Kelurahan Siaga Aktif, dan Kepala Seksi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat pada Bidang Kesmas Dinkes Jabar, Edi Sutardi, SKM, M.Kes.

Sebelumnya Kepala Bidang Kesmas pada Dinkes Provinsi Jawa Barat, Hj. Sri Sudartini, MPS ketika membuka helatan dua hari di Aryaduta Hotel Bandung tersebut, mengingatkan keberhasilan penyelenggaraan program bisa ditunjang dengan mengubah kata “Jika Menjadi Meski atau Walaupun”.

“Maka hendaknya semisal ‘ungkapan capaian keberhasilan bisa maksimal terwujud jika …….., harus dirubah menjadi ‘ungkapan capaian keberhasilan bisa maksimal terwujud meski/walaupun……,” imbuh Sri Sudartini.

Pada bagian lain pemaparannya mewakili Plt. Kepala Dinkes Jabar, detail mengemukakan manajemen pendekatan keluarga di Puskesmas, upaya Puskesmas mencapai kecamatan sehat, serta konsep pendekatan keluarga.

Sedangkan mengenai pentagelix, terdiri Pemerintah, CSR Perusahaan, Akademisi, Media sebagai fungsi kontrol yang konstruktif, dan peran serta pemberdayaan masyarakat.

Namun pada kondisi struktur masyarakat yang lemah, mendesak segera mengangkat spirit Forum Masyarakat Madani (FMM) agar menjadi akserelator kaderisasi Desa Siaga Aktif yang kuat kokoh, tandasnya.

“Lima Kesepakatan”

Pada rangkaian Pertemuan Pembinaan Pengelolaan Desa Siaga Aktif  yang ditutup Edi Sutardi pada Rabu (10/04-2019), bergulir lima kesepakatan terdiri ; 1. integrasi dan intervensi Desa Siaga dengan PIS – PK.

2. Meningkatkan strata Desa/Kelurahan Siaga Aktif menjadi Purnama dan Mandiri sebesar 40 persen, 3. Peningkatan pemahaman petugas Promosi Kesehatan Puskesmas mengenai Desa/Kelurahan Siaga Aktif.

Kemudian 4. Penguatan komitmen pengelolaan Desa/Kelurahan Siaga Aktif, serta 5. Penyampaian pelaporan serapan penganggaran dari Desa/Kelurahan ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota setiap triwulan.

*******

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here