Program Amazing Garut Kedodoran Jadikan Bupati Sewot

0
64 views
Bupati.

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Selasa, 25/10 – 2016 ).

Bupati.
Bupati.

Terdapatnya sejumlah kegiatan pembangunan berprogram Amazing Garut, juga bertotal biaya sekitar Rp20miliar pada 2016 ini dipastikan tak tuntas terselesaikan sesuai target.

Bupati setempat Garut Rudy Gunawan pun “sewot” atawa kecewa berat.

Kekecewaannya tersebut, ternyata tak hanya lantaran bukan pembangunan gagal bisa diselesaikan waktu, melainkan pula ada yang spesifikasinya tak sesuai perjanjian. Sedangkan kegiatan pembangunan “Amazing Garut” mencapai sekitar 40 paket proyek.

“Nyaris 80 persen pengerjaanya tak sesuai harapan. Baik itu ketidaksesuaian perjanjian, dan target waktu pembangunan, ataupun spesifikasi pembangunan, termasuk kualitasnya. Ya, jelas kita kecewa dengan pekerjaan mereka tak sesuai perjanjian sehingga program Amazing Garut pun terganggu,” keluhnya, Senin (24/10-2016).

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Dikemukakan, proyek ini dinilainya tak profesional. Seperti halnya pembangunan Gedung Olahraga (GOR) Di Kecamatan Tarogong Kaler, Mesjid Islamic Center di Kecamatan Garut Kota, Kantor Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan (Disnakkanla) di Kecamatan Tarogong Kidul, pembangunan ruas jalan Telaga Bodas di Kecamatan Pangatikan, sejumlah ruas jalan lain di wilayah selatan Garut, dan sekitar 18 pembangunan puskesmas di sejumlah Kecamatan kini terkatung-katung.

“Proyek pembangunan itu mestinya selesai Desember mendatang. Bahkan pembangunan Mesjid Islamic Center harus selesai November depan. Kita nilai tak mungkin selesai pada waktunya. Dan banyak lagi proyek belum selesai dengan hasil sesuai diharapkan. Sedangkan berdasar kesepakatan, kontrak proyek itu sampai November, dan Desember,” katanya.

Dia menuding ketakberesan pengerjaan pelbagai kegiatan pembangunan tersebut terjadi sebab tak ada keseriusan dari masing-masing rekanan pengusahanya.

Sehingga Rudy mengancam menghentikan dan memutus kontrak kerja dengan rekanan proyeknya tak sesuai perjanjian ini, katanya pula.

Jika proyeknya belum selesai pada waktunya dan tak sesuai target maka pengerjaan proyek itu dipastikan diputus kontrak, dan akan diberhentikan. Selanjutnya, pengerjaan proyek yang belum selesai itu pun akan kembali dilakukan lelang dengan diumumkan pada Desember mendatang, dan pengerjaannya dimulai pada awal 2017.

Dia juga menuding ketakberesan pengerjaan proyek-proyek Amazing Garut itu terjadi tak hanya karena ketidakseriusan pihak rekanan melainkan juga kurangnya pengawasan. Tetapi, Rudy membantah jika tenaga pengawasannya atas pengerjaan proyek-proyek tersebut masih kurang. Dia justeru menegaskan jumlah tenaga pengawas mencukupi.

“Maka,saya akan tanya ke Irban di Inspektorat alasanya. Kenapa sampai ini terjadi? Ya, terpaksa kami harus tegas daripada nanti diketahui BPK (Badan Pemeriksa Keuangan), lebih baik oleh kami dulu. Pokoknya, tak sesuai perjanjian, pembangunan dihentikan, putus kontrak, saya tak akan main-main !” kata dia.

Ketua Kamar Dadang dan Industri (Kadin) Kabupaten Garut Deden Sofyan menyatakan setuju atas sikap Bupati Rudy akan menghentikan dan memutus kontrak kerja rekanan yang pengerjaan proyeknya tak sesuai perjanjian. Namun dia mengingatkan sebaiknya hal itu dilakukan pengkajian lebih dulu agar benar-benar jelas duduk persoalannya.

“Memang itu ada aturannya. Tetapi lebih baik kan dikaji dulu penyebab keterlambatan itu apa. Kalau masalah cuaca atau ada bencana, jelas itu dapat dimaklumi. Namun saya berharap, dengan waktu tersisa, mudah-mudahan proyek itu selesai pada waktunya,” imbuhnya.

********

(nz, jdh).